VIRAL Anak Ruben Onsu Pijat dan Injak Punggung Pacar Sarwendah Saat Live, Komnas Anak Prihatin
Angel aginta sembiring June 13, 2026 02:27 PM

TRIBUN-MEDAN.COM – Viral video anak Ruben Onsu pijat dan injak punggung kekasih ibunya Sarwendah, Giorgio Antonio.

Baru-baru ini video anak Ruben Onsu dan Sarwendah memijat Giorgio Antonio yang merupakan kekasihnya ibunya viral di media sosial.

Aksi itu kemudian menuai beragam respons dari warganet dan memicu perdebatan mengenai batas interaksi anak dengan orang dewasa di sekitarnya.

Menanggapi hal tersebut, Komisi Nasional Perlindungan Anak melalui Ketua Umum Agustinus Sirait menyampaikan keprihatinannya.

Baca juga: Qodari Serukan Mahasiswa yang Demo Harusnya Dukung Prabowo, Cegah Kebocoran APBN Lewat PT DSI

Ia menilai perlu adanya batasan yang jelas dalam interaksi anak, termasuk dengan orang dewasa di lingkungan terdekat.

Komnas Anak juga menekankan pentingnya edukasi pola perilaku yang sesuai bagi anak dalam situasi publik maupun privat.

Sementara itu, psikolog Lita Gading turut menyoroti viralnya video tersebut melalui unggahan di media sosial.

Ia mengingatkan bahwa orang tua perlu memahami batasan interaksi anak, bahkan terhadap figur ayah kandung sekalipun.

Perdebatan ini semakin ramai diperbincangkan setelah kasus tersebut dibandingkan dengan sejumlah insiden serupa yang pernah viral di media sosial sebelumnya.

Kasus tersebut yaitu kiai yang mencium anak kecil yang viral pada November 2025 dan berujung pada laporan ke pihak berwajib setelah video tersebut menyebar di media sosial.

“Kemarin kan ada kiai dalam tanda kutip mencium anak kecil dipublikasikan di media sosial dan akhirnya viral. Itu kan dilaporkan,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Lita Gading mewanti-wanti agar anak tidak dijadikan objek demi keuntungan orang tua.

Apalagi saat orang tuanya sedang mempromosikan produk afiliasi atau endorsement melalui konten media sosial.

Baca juga: UPDATE Kasus Kekerasan Bocah Autis di Senen, Polisi Tetapkan 2 ABH, Korban Sempat Kesetrum


Ia mengingatkan bahwa menjadikan anak sebagai alat jualan dengan cara bersentuhan fisik dan dipublikasikan ke media sosial adalah hal yang tidak bisa dibenarkan.

“Jadi harus hati-hati bagaimana pun juga anak kecil itu jangan jadi objek sesuatu (untuk) keuntungan orang tuanya,” kata Lita.

“Dia (Sarwendah) kan lagi mempromosikan produk affiliate atau endorsement-nya. Nah dia dijadikan objek untuk jualan dia dengan cara pijit-pijit,” ujarnya menambahkan.

Lita Gading tidak memungkiri bahwa kebutuhan finansial adalah hal yang manusiawi.

Namun, ia menegaskan ada garis batas yang tidak boleh dilanggar, terutama soal anak Sarwendah.

“Kita memang butuh uang apa pun itu kita butuh support secara finansial dengan cara jualan. 

Tapi tidak mengeksploitasi anak dalam arti anak sebagai objek untuk mencari uang sampai seperti itu. Hati-hati ya sayang,” tuturnya.

Kendati demikian, Lita menegaskan dirinya tidak berpihak pada siapa pun dalam polemik Ruben Onsu dan Sarwendah. Lantaran ia berpendapat atas dasar keilmuannya.

“Saya bukan buzzer-nya Ruben, tapi saya berdiri atas apa yang menjadi keilmuan saya,” pungkasnya.

Baca juga: JUSTIN Hubner Fasih Ijab Kabul Berbahasa Indonesia, Resmi Nikahi Jennifer Coppen, Erick Jadi Saksi

Ruben Onsu Menangis Dengar Kata-kata Nyeleneh dari Putrinya: Ya Allah, Bagaimana Menjawabnya

Bukan terkait persoalan nafkah maupun polemik yang ramai diperbincangkan publik, melainkan ucapan yang keluar dari mulut putri bungsunya, Thania.

Presenter tersebut mengaku tersentak saat mendengar anak yang masih kecil menggunakan istilah yang menurutnya lazim diucapkan orang dewasa.

Sebelum persoalan hak bertemu anak mencuat ke publik, Ruben mengaku sebenarnya sudah merasakan perubahan pada perilaku sang putri.

Ruben mengatakan perubahan itu terlihat dari cara berbicara anaknya dalam beberapa kesempatan.

"Jadi kita tahu ada perubahan di dia, kelihatan dari ucapan," jelasnya.

Salah satu momen yang paling membekas terjadi ketika ia mengantar Thania ke sekolah. Saat itu Ruben sempat menyinggung kehadirannya di rumah duka ayah Sarwendah.

Namun jawaban yang diterimanya di luar dugaan.

"Ketika aku ngantar anak ke sekolah, terus aku ucapin ke Thania 'Kemarin ayah datang ke rumah duka loh', terus dia bilang 'Iya ya, ayah datang ke tempat yeye ayah pencitraan ya'," ungkap Ruben.

Mendengar hal tersebut, Ruben mengaku langsung terkejut dan mencoba mencari tahu dari mana anaknya mengenal istilah tersebut.

Menurutnya, Thania bahkan tidak memahami arti kata yang diucapkannya.

"Jadi saya langsung gini ya Allah, bagaimana lu rasanya menjawab itu? Loh tahu dari mana kata-kata pencitraan, emang pencitraan apa sih? dia sebutkan lah 'Nggak tahu tuh kata ini'," jelas Ruben.

Karena itulah, Ruben menduga ada pengaruh dari lingkungan sekitar yang membuat anaknya mengenal istilah tersebut.

*/tribun-medan.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.