Kembangkan Buku Bahasa Moi Kelim, Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong Dorong Pelestarian Bahasa Lokal
Intan June 13, 2026 02:38 PM

TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong, Andreas Taa, menegaskan komitmennya untuk mengembangkan dan menerapkan Buku Bahasa Moi Kelim sebagai bahan pembelajaran bagi peserta didik mulai jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) di Kabupaten Sorong.

Hal tersebut disampaikan Andreas Taa saat ditemui di Kabupaten Sorong, Sabtu (13/6/2026). 

Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong resmi memperkenalkan buku muatan lokal Bahasa Moi Kelim sebagai upaya pelestarian bahasa daerah di wilayah Kabupaten Sorong.

Peluncuran buku tersebut dilakukan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional yang digelar di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (2/5/2026) lalu.

Baca juga: Kejari Sorong Bidik Dugaan Pungli Berkedok Iuran di Dinas Pendidikan, Tunjangan Guru Dipotong

Baca juga: DPRK Sorong Sidak Dinas Pendidikan, Desak Percepatan Beasiswa Mahasiswa OAP

Andreas Taa mengatakan pengembangan buku Bahasa Moi Kelim merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sorong dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah sebagai warisan budaya masyarakat Moi.

Menurutnya, buku Bahasa Moi Kelim saat ini masih dalam tahap proses pencetakan dan ditargetkan dapat digunakan pada tahun pembelajaran mendatang.

“Bukunya sementara dalam proses cetak. Kemungkinan kami akan bekerja sama dengan pihak Erlangga agar proses percetakan dapat berjalan dengan baik, sehingga buku ini nantinya bisa digunakan oleh sekolah-sekolah,” ujar Andreas.

Ia menjelaskan, kehadiran buku tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman pembelajaran bahasa daerah secara berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Sorong.

“Target kami adalah siswa-siswa dapat belajar Bahasa Moi Kelim di semua jenjang pendidikan, mulai dari SD sampai SMA/SMK. Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk mendukung pelestarian bahasa daerah,” katanya.

Andreas mengungkapkan, pengembangan Bahasa Moi Kelim telah menjadi perhatian pemerintah daerah sejak beberapa tahun terakhir.

Tahapan penyusunan dan pengembangan buku tersebut telah dimulai sejak 2022 dan terus dilanjutkan hingga saat ini.

Baca juga: Dinas Pendidikan Teluk Bintuni Minta Warga Bersabar soal Kondisi SD YPK Wagura, Janjikan Perbaikan

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan berbagai pihak dalam mewujudkan program pelestarian bahasa daerah tersebut, termasuk mendukung visi dan misi Bupati Sorong dalam menjaga kebudayaan lokal.

“Kami berterima kasih dan mendukung penuh upaya pelestarian bahasa Moi. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama agar bahasa daerah tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda,” ucap Andreas Taa.

Melalui penerapan pembelajaran Bahasa Moi Kelim di sekolah, Pemerintah Kabupaten Sorong berharap generasi muda tidak hanya memperoleh pendidikan formal, tetapi juga memiliki pemahaman terhadap identitas budaya daerahnya sendiri. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.