Inilah Sosok ASN Wanita di Ogan Ilir Viral Hina Kurir, 'Kalau Kepala Dinasnya Lihat, Mestinya Malu'
Welly Hadinata June 13, 2026 03:27 PM

SRIPOKU.COM, INDRALAYA – Sejumlah kurir paket di Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, mendesak pemerintah daerah menjatuhkan sanksi etik terhadap seorang aparatur sipil negara (ASN) bernama Riyanti Ardila yang viral setelah diduga menghina profesi kurir melalui percakapan WhatsApp.

Desakan tersebut disampaikan Bayu, kurir paket yang menjadi sasaran perkataan Riyanti.

Menurutnya, ucapan yang dilontarkan tidak hanya menyinggung dirinya secara pribadi, tetapi juga melukai perasaan para kurir lainnya.

"Kami ingin yang bersangkutan diproses terkait pelanggaran etik. Semoga dengan viralnya kasus ini, atasan yang bersangkutan dapat melihat dan mengambil tindakan," ujar Bayu kepada TribunSumsel.com dan Sripoku.com, Sabtu (13/6/2026).

Bayu menilai perilaku tersebut tidak pantas dilakukan oleh seorang ASN karena dapat mencoreng nama baik instansi tempatnya bekerja.

"Kalau kepala dinasnya melihat, mestinya malu ada oknum seperti itu yang mencoreng nama instansi," katanya.

Sebelumnya, Riyanti Ardila telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui sebuah video yang beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, Riyanti mengaku menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada Bayu maupun seluruh kurir paket yang merasa tersinggung atas ucapannya.

"Saya Riyanti Ardila yang berkata kasar terhadap kurir, dengan sepenuh hati secara pribadi meminta maaf kepada seluruh kurir yang ada, khususnya kepada Bayu," ucapnya.

Ia mengakui kata-katanya telah menyakiti banyak pihak dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Mungkin kata-kata saya menyakiti semua. Saya memohon maaf sebesar-besarnya. Dan mungkin sampai di sini saja, jangan ada kesalahan-kesalahan lain yang terulang kembali," lanjutnya.

Peristiwa yang memicu polemik itu terjadi pada Rabu (10/6/2026). Awalnya, Riyanti menghubungi Bayu untuk menanyakan alamat kantor sebuah perusahaan jasa pengiriman barang.

Namun dalam percakapan tersebut terjadi kesalahpahaman yang kemudian berujung pada adu argumen.

Dalam tangkapan layar yang beredar luas, Riyanti diduga melontarkan kalimat yang dianggap merendahkan profesi kurir.

"Kalau pintar, kamu tidak jadi kurir anj***," tulisnya dalam percakapan tersebut.

Tak hanya itu, melalui pesan suara yang beredar, Riyanti juga diduga mengeluarkan pernyataan yang menyinggung kondisi ekonomi seseorang.

"Saya begini-begini PNS ya. Kalau kurir ya kurir saja, pola pikir miskin. Memang kamu pantas jadi kurir selamanya, miskin selamanya," ucapnya dalam rekaman suara yang viral di media sosial.

Kasus ini pun menuai perhatian publik dan memicu beragam reaksi dari masyarakat yang menilai ucapan tersebut tidak mencerminkan etika seorang ASN. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.