KKJB Gelar Sarasehan "Petani Sejahtera Jabar Berdaulat Pangan" Hasilkan Lima Rekomendasi
ferri amiril June 13, 2026 04:35 PM

 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG – Forum Kaukus Ketokohan Jawa Barat (KKJB) kembali menggelar sarasehan bertajuk "Petani Sejahtera, Jabar Berdaulat Pangan" di Hotel Citarum, Jalan Citarum Nomor 16, Kota Bandung, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog berbagai kalangan untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian di Jawa Barat, mulai dari persoalan kelembagaan petani, ketersediaan pangan hingga pembiayaan pertanian.

Ketua Panitia, Ujang Fahpulwaton, mengatakan sarasehan mendapat sambutan positif dari berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap masa depan pertanian di Jawa Barat.

"Kami bersyukur sarasehan ini mendapat sambutan yang baik. Peserta yang hadir berasal dari lintas generasi dan profesi, namun memiliki kepedulian yang sama terhadap masa depan pertanian di Jawa Barat," ujar Ujang seusai kegiatan.

Sarasehan dipandu tokoh lingkungan, budaya dan pertanian, Eka Santosa. Tiga narasumber hadir memberikan pandangan dan gagasan terkait penguatan sektor pertanian Jawa Barat.

Narasumber pertama, Ir. Entang Sastraatmadja, memaparkan materi mengenai pentingnya penguatan kelembagaan organisasi tani sebagai fondasi pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Wilayah BULOG Kanwil Jawa Barat, Yuliani Alzam, menjelaskan mengenai jaminan kebutuhan serta kesiapan ketersediaan pangan di Jawa Barat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pangan nasional.

Adapun Wahyu Hidayatullah selaku Group Head Credit UMKM Kantor Wilayah Bank BJB memaparkan strategi kebijakan kedaulatan pangan Jawa Barat, termasuk dukungan pembiayaan yang dapat diakses para pelaku usaha tani.

Dorong Keterlibatan Petani Milenial
Kegiatan tersebut juga mendapat respons positif dari kalangan petani muda. Salah seorang peserta, Hidir, yang tengah mengembangkan pertanian modern di Kabupaten Karawang, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari forum tersebut.

Menurutnya, sarasehan menjadi wadah penting untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan sekaligus memperluas pemahaman petani muda mengenai arah pembangunan pertanian di Jawa Barat.

Hasilkan Lima Rekomendasi
Pada akhir kegiatan, Eka Santosa selaku moderator sekaligus representasi Forum Inisiator Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Jawa Barat menyampaikan lima rekomendasi hasil sarasehan.

Rekomendasi pertama adalah mendukung dan menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Kedua, mendorong Jawa Barat kembali memperkuat perannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional melalui peningkatan produktivitas dan perlindungan lahan pertanian.

Ketiga, membangun sinergi antara regulator, operator dan pelaksana di bidang pangan guna memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga keharmonisan organisasi tani.

Keempat, memperkuat organisasi dan kelembagaan di bidang ketahanan pangan melalui peningkatan kolaborasi serta kerukunan di antara para pelaku usaha tani.

Kelima, mendorong penataan dan penguatan organisasi profesi pertanian, termasuk HKTI, dengan tetap menghormati kearifan budaya lokal dan tata krama kelembagaan demi menjaga harmonisasi organisasi serta menghindari potensi perpecahan.

Rencana Musda HKTI Jabar Dipertanyakan
Dalam sesi dialog bersama media, Eka Santosa turut menanggapi beredarnya surat undangan Musda HKTI Jawa Barat yang diterbitkan oleh Care Taker DPD HKTI Provinsi Jawa Barat.

Menurut Eka, terdapat sejumlah hal yang perlu mendapat penjelasan lebih lanjut agar pelaksanaan Musda berjalan sesuai mekanisme organisasi dan semangat rekonsiliasi yang selama ini telah dibangun.

Eka menilai kepengurusan sementara atau Care Taker DPD HKTI Jawa Barat sudah tidak memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan Musda karena masa tugasnya telah berakhir.

"Masa penugasannya sudah habis, mau melaksanakan Musda," kata Eka.

Ia menjelaskan, berdasarkan penugasan dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, masa tugas Care Taker HKTI Jawa Barat seharusnya berlangsung paling lama tiga bulan sejak November 2025.

"Jadi tidak sah kalau diselenggarakan Musda sekarang. SK Care Taker-nya harus diperbarui dulu," ujarnya.

Muncul Dua Nama Kandidat Ketua HKTI Jabar
Di tengah dinamika menjelang Musda, beredar dua nama yang disebut-sebut berpeluang maju sebagai calon Ketua HKTI Jawa Barat.

Nama pertama adalah Dadang Naser, anggota Komisi IV DPR RI yang selama ini dikenal memiliki perhatian terhadap sektor pertanian. Dadang disebut mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dukungan tersebut disampaikan saat silaturahmi antara Gubernur Jawa Barat dan Kaukus Ketokohan Jawa Barat di Lembur Pakuan, Subang, yang merupakan kediaman Dedi Mulyadi.

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi sempat berseloroh bahwa dirinya siap menjadi pembina HKTI, sementara posisi ketua diisi oleh Dadang Naser.

Selain Dadang Naser, nama lain yang mencuat adalah Buky Wibawa Karya Guna, Ketua DPRD Jawa Barat yang juga dikenal memiliki perhatian terhadap sektor pertanian.

Buky sebelumnya sempat menggelar public hearing bersama kalangan petani di DPRD Jawa Barat sebagai bagian dari upaya menyerap aspirasi dan memperkuat kebijakan pembangunan pertanian di daerah.

Melalui sarasehan tersebut, KKJB berharap lahir langkah-langkah konkret yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Jawa Barat, sehingga cita-cita mewujudkan kedaulatan pangan dapat tercapai secara berkelanjutan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.