Fenomena Bediding Selimuti Kota Kediri, BPBD Imbau Warga Waspada Gangguan Kesehatan dan Kebakaran
Rendy Nicko June 13, 2026 05:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Fenomena udara dingin atau bediding yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mulai dirasakan masyarakat Kota Kediri, terutama saat malam hingga pagi hari. Kondisi ini membuat suhu udara terasa lebih rendah dibandingkan hari-hari biasa dan menjadi perhatian sejumlah warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, mengatakan fenomena tersebut merupakan kondisi alam yang lazim terjadi ketika wilayah Jawa Timur memasuki musim kemarau. Menurutnya, hampir seluruh wilayah Kediri Raya saat ini mengalami penurunan suhu udara yang cukup signifikan.

"Fenomena ini merupakan hal yang wajar karena wilayah Jawa Timur telah memasuki musim kemarau sejak bulan Mei. Penyebab utamanya adalah aliran angin timuran yang membawa massa udara dingin dan kering dari Australia menuju Indonesia," jelas Joko, Sabtu (13/6/2026).

Ia menerangkan, massa udara yang berasal dari Australia memiliki karakteristik dingin dan kering sehingga mengurangi pembentukan awan di atmosfer. Akibatnya, panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari lebih cepat terlepas ke udara saat malam hari.

Baca juga: Polres Tulungagung Siagakan 823 Personel Gabungan untuk Pengamanan Pengesahan Anggota Baru PSHT

Minimnya tutupan awan membuat proses pelepasan panas berlangsung tanpa hambatan. Kondisi tersebut menyebabkan suhu udara pada malam hingga dini hari menjadi lebih rendah dibandingkan biasanya.

Berdasarkan koordinasi BPBD dengan BMKG Dhoho Kediri, fenomena bediding diperkirakan masih akan berlangsung selama musim kemarau, yakni mulai Mei hingga September mendatang. Selain suhu yang lebih dingin, masyarakat juga akan merasakan kelembapan udara yang menurun serta hembusan angin yang lebih kencang.

"Kondisi ini berpotensi menyebabkan kulit kering, meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta memperbesar potensi terjadinya kebakaran lahan maupun kebakaran akibat kelalaian manusia," terangnya.

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mengenakan pakaian hangat saat malam dan pagi hari. Warga juga disarankan memperbanyak konsumsi air putih agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.

Selain itu, penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan yang kerap meningkat ketika udara lebih kering.

Dalam upaya mitigasi dampak musim kemarau, BPBD Kota Kediri telah menjalin koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah. Bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), langkah antisipasi dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pada sektor pertanian akibat berkurangnya ketersediaan air.

DKPP telah menyiapkan berbagai strategi, termasuk penyesuaian pola tanam dan jadwal panen agar produktivitas pertanian tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung. Sementara itu, koordinasi dengan PDAM Tirta Dhaha juga dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekurangan pasokan air bersih.

Baca juga: Dinsos PPPA Soroti Perkawinan Anak hingga Tak Hafal Surat Pendek Al Quran di Trenggalek

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang rokok sembarangan dan tidak membakar sampah karena dapat memicu kebakaran. Seluruh instansi terkait sudah siap menjalankan tugas dan fungsi masing-masing untuk mengantisasi dampak musim kemarau dan fenomena bediding ini," tegas Joko.

Ia menambahkan, masyarakat yang membutuhkan bantuan atau menemukan kondisi darurat dapat menghubungi layanan Lapor Mbak Wali 112 agar segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait.

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.