Pertamax Tembus Rp16.650 per Liter, Tarif Travel Lubuklinggau-Bengkulu Naik Jadi Rp140 Ribu
Odi Aria June 13, 2026 03:27 PM

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU- Penyedia jasa transportasi travel rute Lubuklinggau menuju sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu mulai menaikkan tarif angkutan.

Kenaikan tarif dilakukan menyusul melonjaknya harga BBM non-subsidi jenis Pertamax serta sulitnya mendapatkan Pertalite di sejumlah SPBU.

Penyesuaian tarif tersebut merupakan hasil kesepakatan antara agen dan sopir travel untuk menutupi meningkatnya biaya operasional yang harus ditanggung dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu agen travel, Rosi, mengatakan para pengemudi terpaksa beralih menggunakan Pertamax karena antrean pembelian Pertalite yang panjang dinilai menghambat jadwal perjalanan.

"Kelangkaan dan antrean panjang Pertalite di SPBU memaksa kami pelaku usaha travel beralih ke Pertamax demi mengejar waktu tempuh. Akibatnya semua rute perjalanan kami naikkan Rp20.000," kata Rosi, Sabtu (13/6/2026).

Saat ini tarif perjalanan dari Lubuklinggau menuju wilayah Bengkulu mengalami penyesuaian. Untuk rute Lubuklinggau-Bengkulu tarif menjadi Rp140.000, Lubuklinggau-Kepahiang Rp120.000, dan Lubuklinggau-Curup/Bengkulu Tengah (Bengko) Rp90.000.

Sementara tarif dari Bengkulu menuju Sumatera Selatan juga mengalami kenaikan. Rute Bengkulu-Kepahiang menjadi Rp90.000, Bengkulu-Curup/Bengko Rp120.000, dan Bengkulu-Lubuklinggau Rp140.000.

Menurut Rosi, penggunaan Pertamax menjadi pilihan yang tidak bisa dihindari agar armada tetap beroperasi sesuai jadwal. Namun konsekuensinya biaya bahan bakar meningkat cukup signifikan.

"Kalau pakai Pertalite antreannya terlalu panjang dan tidak mengejar waktu karena harus mengantre BBM. Terpaksa pakai Pertamax meskipun harganya sekarang sudah Rp16.650 per liter. Jadi otomatis ongkos terpaksa kami naikkan untuk menyesuaikan," ujarnya.

Tidak hanya travel tujuan Bengkulu, kondisi serupa juga dirasakan oleh operator travel rute Lubuklinggau-Palembang yang mayoritas menggunakan BBM jenis solar.

Sebelumnya, kebijakan pengisian Bio Solar di SPBU Kota Lubuklinggau yang hanya diperbolehkan mulai pukul 21.00 WIB hingga 05.00 WIB menuai keluhan dari para sopir travel.

Agen Travel Mura, Subay, mengatakan para sopir kesulitan memperoleh solar karena harus mengantre pada malam hari. Kondisi tersebut membuat waktu operasional mereka berkurang.

"Rata-rata mobil travel ini menggunakan solar. Mereka susah dapat solar karena antreannya malam hari, jadi siangnya harus istirahat dan tidak bisa narik," kata Subay.

Menurutnya, para sopir telah mengusulkan kenaikan tarif perjalanan Lubuklinggau-Palembang dari Rp180.000 menjadi Rp200.000 untuk menutupi meningkatnya biaya operasional dan berkurangnya pendapatan akibat sepinya penumpang.

Namun hingga saat ini usulan tersebut masih menunggu keputusan dari pihak manajemen masing-masing perusahaan travel.

Pelaku usaha berharap pasokan BBM bersubsidi kembali normal sehingga aktivitas transportasi umum dapat berjalan lancar tanpa harus membebani masyarakat dengan kenaikan tarif angkutan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.