BNPB Dorong Pangandaran Perkuat Mitigasi Tsunami Lewat Penanaman Mangrove di Pesisir
Dedy Herdiana June 13, 2026 03:35 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyarankan Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk memperkuat mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami melalui penanaman mangrove di kawasan pesisir.

Arahan tersebut disampaikan Suharyanto saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pangandaran, Jumat (12/6/2026), dalam pertemuan di pendopo bupati.

Dalam arahannya, Suharyanto menekankan bahwa kawasan pesisir selatan, termasuk Pangandaran, berada pada wilayah yang memiliki potensi ancaman gempa bumi dan tsunami sehingga langkah mitigasi harus diperkuat sejak dini.

Menurutnya, penanaman mangrove menjadi satu upaya yang terbukti mampu mengurangi dampak gelombang tsunami terhadap wilayah permukiman di belakang kawasan pantai.

Baca juga: Masih Minim! Alat Peringatan Dini Tsunami di Pantai Pangandaran Baru Terpasang di 2 Pos Ini

Ia mencontohkan kawasan Parangtritis di Yogyakarta yang berada pada jalur pantai selatan dengan karakter ancaman serupa dengan Pangandaran.

"Parangtritis salah satu garis yang sama dengan Pangandaran. Potensi megathrust di wilayah pantai selatan cukup besar. Di sepanjang pantai dilakukan penanaman mangrove dan itu menjadi salah satu bentuk mitigasi," ujar Suharyanto dalam arahannya kepada Bupati Pangandaran dan sejumlah pejabat penting yang hadir.

Ia menyebut, keberadaan vegetasi pesisir dapat membantu meredam energi gelombang sehingga memberi peluang lebih besar bagi masyarakat untuk menyelamatkan diri ketika bencana terjadi.

Selain itu, BNPB pun mencontohkan langkah serupa yang dilakukan di Pacitan sebagai bagian dari strategi pengurangan risiko bencana tsunami.

Suharyanto menegaskan, program penanaman mangrove tidak harus dilakukan sekaligus, tapi dapat dilakukan secara bertahap sesuai kondisi wilayah dan kemampuan daerah.

"Penanaman bisa dilakukan bertahap. Yang penting mulai dipetakan kawasan mana yang cocok untuk rehabilitasi dan perlindungan pesisir," katanya.

Ia berharap, setelah kunjungannya, Pemkab Pangandaran dapat mulai menggagas lokasi-lokasi prioritas untuk penanaman mangrove sebagai bagian dari agenda mitigasi jangka panjang.

"Penguatan mitigasi berbasis lingkungan menjadi PR (pekerjaan rumah) penting bagi daerah pesisir agar risiko korban dan kerusakan akibat bencana dapat ditekan di masa datang," ucap Suharyanto. (*)

 

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.