TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kenaikan harga laptop terjadi di Jambi, pasca naiknya nilai tukar dolar terhadap rupiah. Hal itu bertepatan dengan momentum tahun ajaran baru atau masa perkuliahan baru.
Selain itu, naiknya harga RAM turut menjadi faktor kenaikan harga laptop. Hal tersebut ditemui saat Tribunjambi.com mendatangi beberapa toko di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.
Terkait hal itu, Nur Afni (23), Karyawan Toko Laptop Gamestore Indonesia menyebut kenaikan harga laptop bergantung pada distributornya. Kenaikan itu terjadi sekira bulan April 2026.
“Kalau untuk sekarang, kenaikan harga laptop bisa dikisaran Rp100.000 sampai Rp200.000. Dan untuk kenaikan harga itu itu bisa pertama kali naik itu dari bulan 2 yang lalu,” ujarnya, saat ditemui Tribunjambi.com ditokonya, Sabtu (13/6/2026).
Dia mengatakan, kenaikan harga laptop disebabkan kenaikan komponen pendukung, seperti RAM yang sedang melonjak tinggi.
“Itu karena RAM kita lagi melonjak tinggi. Kalau dolar untuk sekarang sih belum, tapi untuk ke depannya kemungkinan ada kenaikan yang lebih tinggi,” katanya.
Meski demikian, hal tersebut tidak mempengaruhi daya beli pembeli di tokonya. Sebab tokonya masih menerima sekira 10 pembeli dalam sebulannya dan tokonya belum mencatat adanya penurunan pembeli.
Dia menuturkan, rata-rata pembelinya dominan membeli laptop secara tunai. Sebab, kebanyakan pelanggannya memikirkan bunga jika membeli secara kredit.
Nur menerangkan, tokonya menyediakan laptop dengan harga yang beragam. Untuk laptop entry level, seperti Advan Soulmate X1 dibanderol seharga Rp.3.399.000.
Untuk laptop mid level, tokonya menjual seharga Rp.5.000.000, seperti laptop merek Advan Soulmate X2.
“Kalau misalkan dari harga lebih tinggi lagi, kita ada dari Advan Work Plus. Itu diharga Rp7.699.000. Ini untuk nge-game, Office sudah pasti oke. Kalau untuk spek lebih tinggi kita ada, cuman inden,” terangnya.
Dia menambahkan, saat ini tokonya juga memberikan diskon tebus murah. Diskon itu berlaku apabila pembeli melakukan pembelian lebih dari Rp250.000, yang berlaku selama Juni 2026.
Diskon itu menyasar kepada beberapa produk, seperti kabel charger dari harga Rp.89.000 menjadi Rp.39.000, kipas tangan dari Rp.85.000 menjadi Rp.69.000, dan mouse dari Rp65.000 jadi Rp49.000.
Harga Laptop Naik Drastis
Hal berbeda justru disampaikan Tika Rahmawati (23), Karyawan Toko Laptop Zona Komputer, yang berada di kawasan yang sama. Dia mengatakan, saat ini terjadi kenaikan harga Laptop sekira Rp.2.000.000.
Kenaikan itu terjadi sejak November hingga Desember 2025 kemarin. Kenaikan itu menyasar semua merek laptop yang dijual ditokonya, seperti merek Lenovo, HP, Asus, dan Acer, kecuali laptop Merk Axioo dan Zyrex.
Sehingga, hal tersebut berdampak pada penurunan jumlah pembeli ditokonya. Biasanya, dalam sebulan tokonya bisa menjual 30 laptop, saat ini hanya sekira 10 laptop.
“Jauh memang untuk penurunan peminat beli untuk level baru. Jadi lebih banyak beli yang Second karena harganya lebih terjangkau,” katanya.
Tika menuturkan, kenaikan itu juga berdampak pada metode pembayaran yang digunakan pembelinya.
Saat ini, dari 10 pembeli, 7 diantaranya menggunakan metode pembayaran kredit, seperti Yes Credit, Kredivo, ShopeePayLater dan Home Credit ketimbang membeli laptop secara tunai.
Dia menjelaskan, tokonya menyediakan laptop seken dan baru. Untuk laptop seken paling murah dibanderol seharga Rp.2.000.000, harga menengah dibanderol seharga Rp.4.000.000 dan harga tertinggi dibanderol seharga Rp.6.000.000 hingga Rp.10.000.000.
“Kalau untuk laptop seken belum terlalu kelihatan kenaikan harganya sih, masih standar segitu aja,” tuturnya.
Sementara untuk laptop baru, tokonya menjual paling murah sekira Rp6.000.000 dan laptop harga menengah hingga tinggi dikisaran harga Rp8.000.000 hingga Rp.10.000.000 keatas, sebab laptop tersebut sudah masuk kategori laptop gaming.
Dia menambahkan, tokonya juga tersedia promo untuk penjualan laptop seken. Promo itu berupa potongan harga Rp250.000 per unitnya.
Tetap Membeli Laptop Via Tunai
Seorang pembeli, Syafril Riyansyah (18) sekaligus mahasiswa baru yang hendak kuliah ke Universitas Negeri Surabaya mengatakan sedang mencari laptop merek Asus Aspire.
Laptop yang dia cari berada di rentang harga Rp.5.000.000 hingga Rp.6.000.000, atau merek yang memiliki spesifikasi yang sama dengan laptop tersebut.
Dia berencana menggunakan laptop tersebut untuk menunjang perkuliahannya sembari menggunakannya untuk bermain game di laptop itu.
Disaat harga laptop sedang naik, Syafril lebih memilih membeli laptop secara tunai ketimbang kredit. Menurutnya, pembelian cash lebih simpel dan uangnya cukup untuk membeli laptop yang dia cari.
Terkait faktor kenaikan harga laptop, Syafril menyebut hal tersebut disebabkan terjadinya kenaikan harga RAM sebagai komponen pendukung laptop. Dia mengetahui kenaikan harga itu terjadi sejak Januari 2026 kemarin.
“Sempat tahu (kenaikan harga laptop, red) karena RAM harga RAM dunia kan sedang naik, karena teknologi AI yang sedang dikembangkan,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan pembeli lainnya, Rafi Akbar (18). Dia mengetahui harga laptop saat ini sedang mengalami kenaikan.
Menurutnya, hal tersebut disebabkan karena peperangan yang sedang terjadi di Iran. Selain itu, kenaikan harga SSD dan RAM di pasar global turut menjadi penyebabnya.
Rafi menyebut, dirinya mencari laptop merek Asus, yang akan digunakannya untuk perkuliahannya.
meski demikian, dia menyebut tetep membeli laptop menggunakan metode pembayaran tunai, sebab hal itu dipengaruhi prinsip orang tuanya agar membeli barang selalu tunai.
“Kalau pun kredit, itu pasti ada bunga nya dan orang tua saya tidak suka,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)
Baca juga: Harga Pupuk Sawit Naik di Batang Hari Imbas Dolar, Petani Menjerit Meski Harga TBS Stabil