Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah Kota Surakarta (Pemkot Solo) resmi menerjunkan 362 petugas sensus ekonomi melalui apel siaga di Kantor BPS Surakarta, Jumat (12/6/2026).
Salah satu data yang akan disasar yakni perkembangan ekosistem digital yang selama ini tak terekspos padahal berpengaruh besar pada arah perekonomian.
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengungkapkan hasil sensus ini akan menjadi dasar pemerintah dalam merumuskan kebijakan strategis ke depan.
Baca juga: Usung Semangat Pluralisme, Wawali Solo Astrid Ikut Lukis Tembok Gereja Purbayan Bareng Seniman
“Tentu untuk mensukseskan Sensus Ekonomi 2026 kami dari Pemerintah Kota Surakarta akan sangat mendukung untuk semua elemen supaya bisa lancar semua terutama dari petugas sensus yang sudah ditetapkan yang sudah mengikuti pelatihan baik pencacah maupun petugas pengawas,” jelasnya.
Ia berharap semua pelaku usaha di Solo bisa berkontribusi memberikan data yang akurat.
Dengan begitu kebijakan yang akan dihasilkan pun mencapai tujuan mensejahterakan masyarakat.
“Kemudian responden dari pelaku usaha termasuk UMKM kami menghimbau memberikan data yang akurat untuk nantinya bisa menyasar kebijakan yang lebih tepat sasaran,” terangnya.
Baca juga: Mantan Kiper Persis Solo dan Timnas U-23 Dikabarkan Hilang, Keluarga Masih Lakukan Pencarian
Nantinya data yang akan diambil mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha-usaha besar. Termasuk sejumlah investasi yang telah menanamkan modal di Solo juga akan menjadi sorotan.
“Tentu terbagi juga dari kebijakan yang ada. Dari kedinasan kami ada yang fokus pada Usaha Kecil Mikro Menengah, ada juga yang fokus kebijakan pengusaha menengah ke atas yang berkaitan dengan pengembangan usahanya. Bahkan ada beberapa data untuk investasi yang masuk ke Kota Surakarta,” jelasnya.
Menurutnya, data-data semacam ini juga penting agar kepercayaan investor bisa terus dijaga. Ia pun berharap Daya Saing Daerah Kota Solo bisa terus dikembangkan.
“Kemarin Kota Surakarta mendapatkan penghargaan Daya Saing Daerah Tertinggi ini memerlukan data yang akurat. Bagaimana mempertahankan posisi daya saing daerah ini penting. Termasuk dalam rangka menjaga kepercayaan investor kepada Pemerintah Kota Surakarta,” terangnya.
Baca juga: Toko Mas Jawa Resmi Re Opening di Neo Grand Mall Solo, Konsepnya Modern dan Beragam Promo Menarik
Nantinya sensus dilakukan untuk melihat kondisi perekonomian baik secara makro maupun mikro.
“Hasil sensus ekonomi bisa memberikan gambaran ekonomi makro maupun mikro. Harapannya bisa berjalan dengan lancar dan lebih banyak pengusaha yang tercover ada gambaran real dan konkret sehingga kami bisa memberikan intervensi yang lebih tepat,” jelasnya.
Kepala BPS Surakarta Ratna Setyowati menjelaskan sensus ekonomi kali ini akan melihat lebih dalam bagaimana perekonomian saat ini bekerja.
Termasuk ekosistem digital yang tak terlihat secara kasat mata.
“Kami update kondisi usaha perekonomian yang ada di Kota Surakarta. Kami melihat banyak ekonomi kreatif banyak ekonomi yang berdasarkan teknologi informasi secara kasat mata tidak terlihat itu menjadi tantangan kami menggali lewat semua rumah tangga yang ada,” terangnya. (*)