Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax ternyata mulai menimbulkan dampak tidak langsung bagi para pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Sukoharjo.
Meski mayoritas pengemudi masih menggunakan BBM subsidi Pertalite sehingga belum merasakan kenaikan biaya operasional secara langsung, mereka kini harus menghadapi persoalan baru berupa antrean panjang di sejumlah SPBU.
Kondisi tersebut dikeluhkan oleh pengemudi Gojek Food, Andre Setiawan.
Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite semakin panjang dibandingkan sebelumnya.
Situasi ini membuat waktu kerja para pengemudi menjadi kurang efisien karena harus menghabiskan waktu lebih lama saat mengisi bahan bakar.
Andre mengaku dampak paling terasa adalah terhadap layanan pengantaran makanan kepada pelanggan.
Baca juga: Pasca Pertamax Naik Rp16.250 per Liter, Ojol di Sukoharjo Keluhkan Antrean Pertalite Makin Panjang
Tidak jarang dirinya harus menghentikan perjalanan untuk mengisi bensin saat sedang menjalankan order, terutama ketika jarak tempuh cukup jauh dan bahan bakar kendaraan hampir habis.
Akibatnya, waktu pengiriman menjadi lebih lama dari perkiraan yang tertera dalam aplikasi. Kondisi tersebut terkadang memicu keluhan dari pelanggan yang menunggu pesanan datang.
“Antrean Pertalite sekarang lebih panjang. Kadang saat sedang ambil atau antar order harus mengisi bensin dulu, sehingga pengiriman menjadi lebih lama dan ada pelanggan marah, ada yang mengeluhkan keterlambatan,” ujarnya, sabtu (13/6/2026).
Bagi pengemudi layanan pesan antar makanan, ketepatan waktu menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepuasan pelanggan.
Semakin lama makanan sampai ke tangan konsumen, semakin besar pula risiko pelanggan memberikan penilaian kurang baik terhadap layanan yang diterima.
Karena itu, antrean panjang di SPBU dinilai tidak hanya mengurangi produktivitas para pengemudi, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan.
Baca juga: Harga Pertamax Naik Picu Warga Beralih ke Pertalite, Kuota BBM Bersubsidi di Solo Masih Aman?
"Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk mengambil order baru justru terbuang untuk menunggu giliran mengisi bahan bakar," katanya.
Sejumlah pengemudi menduga meningkatnya antrean Pertalite terjadi karena banyak pengguna kendaraan yang sebelumnya menggunakan Pertamax beralih ke BBM subsidi setelah harga Pertamax mengalami kenaikan signifikan.
Peralihan konsumsi tersebut menyebabkan volume kendaraan yang mengantre di jalur pengisian Pertalite bertambah dibandingkan hari-hari biasa. (*)