Green Recovery Initiative Dorong Wirausaha Muda di Sektor Peternakan Berbasis Ekonomi Sirkular
Mochamad Dipa Anggara June 13, 2026 04:17 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Di tengah meningkatnya tuntutan penerapan ekonomi hijau dan bisnis berkelanjutan, sekelompok anak muda di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Boyolali, menunjukkan bahwa sektor peternakan tradisional dapat bertransformasi menjadi model usaha modern yang ramah lingkungan sekaligus menguntungkan secara ekonomi.

Transformasi tersebut lahir melalui program Green Recovery Initiative (GRI) yang dijalankan ChildFund Internasional di Indonesia bersama Yayasan Keluarga Sejahtera Boyolali (YKSB).

Program ini mendorong pengembangan peternakan domba dan kambing berbasis ekonomi sirkular dengan melibatkan generasi muda sebagai penggerak utama.

Inisiatif tersebut hadir sebagai respons atas tantangan yang dihadapi sektor peternakan Boyolali, mulai dari rendahnya efisiensi pengelolaan limbah dan pakan hingga dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang mendorong pergeseran usaha peternakan dari sapi ke kambing dan domba.

Senior Specialist Livelihood ChildFund Internasional di Indonesia, Meinrad Indra Cahya, mengatakan pemulihan ekonomi desa perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.

"Melalui Green Recovery Initiative, kami mendorong lahirnya kewirausahaan muda, pengurangan emisi, serta penguatan rantai nilai ekonomi hijau yang mampu menciptakan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan," ujar Meinrad dalam keterangan resmi, Sabtu (13/6/2026).

Bangun ekonomi sirkular dari peternakan

Salah satu implementasi nyata program tersebut adalah berdirinya Agro Lestari Muda, kelompok peternakan yang dikelola anak muda Desa Suroteleng sejak 2024.

Berbeda dengan model peternakan konvensional, Agro Lestari Muda menerapkan konsep peternakan terintegrasi yang memanfaatkan seluruh sumber daya secara efisien.

Limbah ternak diolah menjadi pupuk organik bernilai jual, pakan konsentrat diproduksi secara mandiri, sementara sistem penampungan air hujan dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air.

Direktur Agro Lestari Muda, Rinto, menjelaskan bahwa prinsip utama bisnis yang mereka jalankan adalah memastikan tidak ada sumber daya yang terbuang percuma.

"Green business bagi kami berarti tidak ada limbah yang dibuang. Semua harus kembali menjadi nilai ekonomi," katanya.

Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru bagi peternak dan masyarakat sekitar.

Generasi muda

Salah satu aspek yang membedakan program ini adalah keterlibatan aktif generasi muda dalam pengelolaan usaha.

Selain mendapatkan pelatihan teknis peternakan modern, para pemuda juga dibekali pemahaman mengenai perubahan iklim, pengelolaan limbah, hingga pengembangan usaha berbasis keberlanjutan.

Hanum, salah satu peserta program yang masih berstatus mahasiswa, mengaku memperoleh perspektif baru mengenai potensi bisnis peternakan modern.

"Program ini membuka wawasan bahwa peternakan bisa dikelola secara profesional, bersih, dan ramah lingkungan sekaligus memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan," ujarnya.

Karang Taruna Desa Suroteleng juga terlibat dalam produksi pakan, pengelolaan limbah, serta studi banding ke berbagai peternakan modern guna memperkuat kapasitas usaha.

Program GRI tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi ternak, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui diversifikasi produk dan pengolahan limbah.

Peternak yang sebelumnya hanya mengandalkan penjualan ternak kini mampu menghasilkan produk tambahan berupa pupuk organik padat maupun cair yang memiliki nilai ekonomi.

Transformasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya tahan usaha peternakan terhadap fluktuasi pasar dan risiko produksi.

Kolaborasi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Boyolali juga membuka peluang akses pasar yang lebih luas serta dukungan layanan kesehatan hewan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskeswan.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Kabupaten Boyolali. Bapperida Boyolali menilai model usaha yang dikembangkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus membuka peluang kerja baru bagi generasi muda di pedesaan.

Ke depan, ChildFund Internasional di Indonesia dan YKSB berencana mengembangkan Agro Lestari Muda sebagai pusat pembelajaran peternakan berkelanjutan yang dapat direplikasi di daerah lain.

Selain menjadi model bisnis hijau berbasis komunitas, kawasan tersebut juga diproyeksikan berkembang sebagai destinasi edukasi dan ekowisata peternakan yang mampu menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa.

Melalui pendekatan ekonomi sirkular, pemberdayaan generasi muda, dan pemanfaatan teknologi sederhana yang ramah lingkungan, program Green Recovery Initiative menunjukkan bahwa bisnis berkelanjutan tidak hanya relevan bagi perusahaan besar, tetapi juga dapat tumbuh dari desa dan menjadi motor penggerak ekonomi hijau Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.