ada dua kubu pencinta ayam goreng di sini: tim bacem versus tim gurih
Jakarta (ANTARA) - Berdiri sejak tiga dekade lalu di kota Solo, Jawa Tengah, kini kelezatan ayam kampung goreng yang digadang-gadang sebagai salah satu kuliner legendaris itu bisa dirasakan langsung di Jakarta.
Di Solo, ayam goreng kampung Kleco sudah berdiri sejak tahun 1989. Awalnya, jenama ini hadir dalam bentuk warung kaki lima di depan toko besi daerah Kleco. Pada 1995, warung ini pindah ke daerah Gapuro dan mulai ramai didatangi pembeli. Kini, lokasinya ada di Jalan Raya Solo Kartosuro (Pabelan).
Pada awal Juni 2026, sekelompok pencinta ayam kampung Kleco di Solo akhirnya membuka cabang pertama di Jakarta, tepatnya di Jalan Hasyim Asyari, Cideng, Jakarta Pusat. Restoran cabang Jakarta yang dekat dengan area Roxy ini bukan waralaba, melainkan hasil kemitraan.
Anisa Sulandana, salah satu pemilik restoran Ayam Kleco cabang Jakarta, menuturkan ia dan rekan-rekannya sangat menyukai ayam kampung tersebut.
“Setiap ke Solo, pasti selalu titip,” kata Anisa saat ditemui di restoran yang berlokasi di Jakarta, Jumat (13/6).
Kecintaan kepada ayam goreng gurih ini membuat mereka ingin membuka cabangnya di Jakarta agar bisa menikmatinya dengan lebih mudah tanpa harus bepergian antarprovinsi.
Mereka kemudian mendatangi pemilik aslinya di Solo untuk meminta izin agar dapat bermitra membuka cabang di Jakarta. Kesepakatan itu akhirnya membuahkan hasil. Jadi, tak perlu jauh-jauh ke Solo bila ingin menikmati kuliner legendaris tersebut.
Pada Ramadhan 2026, mereka melayani pemesanan daring untuk ayam beku siap goreng yang dikirimkan dari area Fatmawati.
Pada Juni, akhirnya restoran perdananya bisa dikunjungi para pencinta kuliner yang ingin bersantap langsung di tempat.
Berlokasi tepat di pinggir jalan dengan ruang parkir yang bisa diisi beberapa kendaraan, restoran ini terdiri atas dua lantai dengan kapasitas sekitar 60 orang. Suasananya tradisional dan sederhana, cocok untuk menyantap makanan rumahan.
Dindingnya dihiasi dengan ornamen-ornamen khas Jawa, juga foto-foto tokoh yang diasosiasikan dengan Solo serta figur publik yang menikmati kuliner tersebut.

Bacem versus gurih
Seperti namanya, tentu saja ayam goreng yang menjadi andalan di restoran ini. Ada dua rasa yang tersedia, ayam goreng bacem dan ayam goreng gurih. Menurut Anisa, ada dua kubu pencinta ayam goreng di sini: tim bacem versus tim gurih.
Tim bacem tentunya lebih suka cita rasa yang manis.
Bacem adalah metode pengolahan makanan tradisional khas Jawa Tengah, tujuannya mengawetkan dan melezatkan bahan makanan. Bahan makanan direndam dan direbus dengan larutan bumbu seperti gula merah, kecap, ketumbar dan bawang sampai airnya menyusut dan bumbunya meresap.
Bagi mereka yang tidak suka rasa manis, ada ayam goreng gurih yang lebih dominan asin.
Persamaannya, kedua jenis ayam goreng ini sama-sama sangat empuk. Sangat mudah memisahkan bagian daging dan tulangnya. Bumbunya juga benar-benar meresap.
Tak perlu khawatir cita rasa di Jakarta bakal berbeda dengan restoran pendahulunya. Ayam yang disuguhkan di Jakarta pasti sama persis dengan restoran di Solo. Sebab, semua ayamnya memang dikirim langsung dari sana dalam kondisi siap digoreng.
Berhubung semua yang disajikan adalah ayam kampung, ukurannya juga tidak seberapa besar. Agar lebih kenyang, satu orang bisa lebih puas menyantap dua potong. Di Solo, bagian yang cukup populer adalah paha bawah dan paha atas yang kerap ludes hanya dalam waktu satu jam setelah restoran dibuka.

Selain ayam goreng, lauk lainnya yang tersedia adalah tahu, tempe, juga sate usus. Anda juga bisa memilih, mau bumbu bacem atau bumbu gurih.
Satu lagi yang bisa dipesan: telur gimbal. Telur dadar ditambah tepung maizena yang digoreng dengan minyak panas sehingga teksturnya keriting dan renyah ini pas disantap bersama ayam goreng dan nasi.
Menu yang satu ini khusus hanya tersedia di Jakarta karena banyak permintaan konsumen. Selain pasokan ayam yang wajib diambil dari Solo, pihak ayam goreng Kleco Solo memang memberi keleluasaan untuk manajemen cabang Jakarta soal variasi menu tambahan di luar ayam.
Tentu saja ada yang tak boleh ketinggalan: sambal.
Jenisnya juga bermacam-macam, yaitu sambal terasi, sambal bawang, sambal bawang minyak, serta sambal tempe. Anda bisa menikmatinya satu persatu, atau bereksperimen dan mencampur aneka jenis sambal.
Jika daging ayamnya diboyong langsung dari Solo, sambalnya diracik langsung di Jakarta.
Pertimbangannya, sambal akan lebih segar bila dibuat di Jakarta, tak perlu harus mendatangkannya dari Solo.
Tapi, proses pembuatan sambalnya tidak sembarangan, sebab resepnya juga didapat dari restoran di Solo. Tim dari Jakarta mengirim orang untuk mempelajari resepnya agar dapat mereplikasi rasa. Setelah mendapatkan lampu hijau dari Solo, sambal-sambal ini kemudian disajikan untuk penikmat ayam goreng di Jakarta.
Selain menambah kenikmatan, cocolan sambal ini juga bisa menetralisasi rasa manis dari bumbu bacem buat Anda yang bukan penggemar berat bumbu bacem. Padukan hidangan gorengan ini dengan sepiring nasi pulen dan lalapan berupa kol dan timun, nikmat!
Soal harga, memang menu di Jakarta sedikit lebih mahal ketimbang di Solo untuk menyesuaikan dengan harga bahan-bahan di sini.
Restoran ini dibuka dari pukul 10 pagi hingga 9 malam. Selain makan di tempat, Anda juga dapat membeli versi beku yang siap goreng. Satu porsi terdiri dari satu ekor ayam, lengkap dengan cekernya.





