Menyeimbangkan Tumbuh Kembang Anak di Era Digital Melalui Open House KB Gantari
Joko Widiyarso June 13, 2026 06:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pusat Rehabilitasi YAKKUM sukses menyelenggarakan kegiatan Open House KB Gantari pada Jumat (12/6/2026).

Acara ini bertujuan sebagai media apresiasi hasil belajar anak sekaligus sarana membangun hubungan yang lebih erat antara sekolah dengan keluarga dan masyarakat. 

Sebanyak 31 anak, 40 orang tua atau wali murid, anggota komite sekolah, serta calon orang tua peserta didik turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Melalui Open House ini, KB Gantari berharap dapat menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak, meningkatkan partisipasi aktif orang tua dalam pendidikan anak, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, serta membangun citra positif sekolah sebagai lembaga PAUD yang inovatif, kreatif, ramah anak, dan dipercaya masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah KB Gantari, Sri Rejeki, menjelaskan secara mendalam tentang profil sekolah sebagai ruang belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sesuai tahap perkembangannya.

"Tidak hanya pentas seni dan karya seni dari anak-anak KB Gantari, di kegiatan ini juga, kami mengundang masyarakat sekitar agar lebih mengenal lebih jauh terkait dengan KB Gantari bahwa di jalan kaliurang KM 13, terdapat KB gantari yang sistem pembelajarannya itu sesuai dengan tumbuh kembang anak," ungkap Sri Rejeki.

Selain sebagai kegiatan edukatif, Open House juga menjadi sarana promosi bagi KB Gantari kepada masyarakat luas. Melalui kegiatan ini, masyarakat dan calon orang tua peserta didik dapat mengenal lebih dekat lingkungan belajar, metode pembelajaran, kreativitas anak, serta program-program unggulan sekolah. Kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas layanan pendidikan di KB Gantari serta memperluas jangkauan informasi sekolah kepada calon peserta didik baru.

Rangkaian acara sendiri dimulai dengan penampilan para siswa KB Gantari yang disaksikan langsung oleh orang tua murid. Pentas seni dan hasil karya siswa yang ditampilkan dirancang sebagai media belajar mengekspresikan diri secara positif sesuai tahap perkembanganya, sekaligus sebagai bentuk apresiasi hasil belajar.

Manfaat pembelajaran di lembaga ini dirasakan langsung oleh para wali murid. Monica, salah satu orang tua dari Jose, membagikan perkembangan anaknya selama beraktivitas di sana. Anaknya masuk sekolah tersebut saat umur 2 tahun 2 minggu. Saat ini usianya sudah 3 tahun. 

“Bukan membandingkan anak, tetapi sejak dia bersekolah, lalu melihat teman-teman sebayanya, ditambah dengan kurikulum yang terkhusus, kami melihat perbedaannya. Kebetulan saya tinggal di desa, jadi terlihat perbedaanya," ungkap Monica.

Kegiatan pada hari itu kemudian ditutup dengan adanya Parenting Class yang mengusung tema Meminimalisir Gadget dan Memilih Tontonan Sehat serta Ajakan Bermain Alternatif. Sesi ini menghadirkan tiga narasumber yang merupakan seorang dokter anak, psikolog, dan juga guru KB Gantari. 

Ketiganya sepakat bahwa gadget dapat memberikan efek negatif ketika tidak diberi batasan dan pendampingan yang cukup.

Tantangan bagi orang tua

Terkait isu digital ini, Sri Rejeki selaku Kepala Sekolah KB Gantari menambahkan pandangannya mengenai realitas kedekatan anak-anak zaman sekarang dengan teknologi, sekaligus tantangan yang dihadapi oleh orang tua. Ia menyatakan bahwa sebenarnya di era sekarang, setiap orang tidak bisa terlepas dari gadget. 

“Tapi kita juga perlu tahu bagaimana penggunaan gadget yang bijaksana untuk anak. Kemudian ada inspirasi kegiatan apa sih yang bisa menggantikan gadget dalam mendampingi anak-anak dalam kegiatan sehari-hari," tutur Sri Rejeki.

Ia juga menyoroti dampak buruk yang nyata jika anak-anak dibiarkan terlalu bebas bermain gawai tanpa adanya kontrol dari lingkungan sekitar.

"Karena kalau kita melihat kan banyak sekali sekarang anak yang mengalami tumbuh kembangnya terhambat, salah satunya karena mereka terlalu banyak menggunakan gadget. Nah, kita ingin mengembalikan fitrah anak-anak bahwa fitrah anak-anak adalah bermain, eksplorasi motoriknya, sensorinya, semuanya, agar nanti bekal mereka untuk ke pendidikan yang lebih lanjut itu bisa lebih maksimal," tambahnya.

Sebagai langkah nyata, KB Gantari secara konsisten terus merangkul pihak keluarga dalam memberikan pemahaman ini melalui program-program internal sekolah terkait parenting. 

“Kami juga ada kegiatan relaksasi kepada orang tua, jadi agar orang tua itu bisa lebih rileks dalam mendampingi anak-anaknya," jelasnya,

Edukasi dan pengingat ini juga secara berkala disampaikan melalui berbagai wadah pertemuan, termasuk memanfaatkan platform digital agar jangkauannya bisa lebih luas bagi publik.

"KB Gantari juga biasanya kita melalui talkshow, seminar dan sebagainya juga selalu mengingatkan pada orang tua bahwa mendampingi anak usia dini bermain itu sangat penting. Nah, kalau kita lihat di Instagram KB Gantari, itu juga ada banyak inspirasi, ada edukasi juga yang bisa orang tua akses," pungkasnya.

Pandangan pihak sekolah ini diperkuat oleh penjelasan dari Dokter Anak, dr. Margareta Yuliani, Sp.A. Ia menyampaikan bahwa periode emas perkembangan otak anak yang perlu dioptimalkan melalui stimulasi, interaksi, dan bermain aktif, bukan melalui penggunaan gadget yang cenderung bersifat satu arah.

Ia menjelaskan, sekitar 90 persen pertumbuhan otak manusia terjadi pada usia di bawah 5 tahun. Jadi, jika ingin mengoptimalkan potensi kecerdasan anak, masa di bawah 5 tahun adalah periode yang sangat penting. 

“Untuk itu, anak membutuhkan stimulasi, bermain, interaksi dengan orang tua, serta teman-temannya. Bermain menghadirkan komunikasi dua arah, sedangkan gadget pada dasarnya hanya memberikan komunikasi satu arah," paparnya.

Keberhasilan acara Open House dan program edukasi berkelanjutan ini tidak lepas dari kemitraan bersama antara Pusat Rehabilitasi YAKKUM dengan SeeYou Foundation, Komite sekolah, pemerintah, sponsor, mitra, serta orang tua atau wali murid. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kolektif dalam mengoptimalkan layanan lembaga PAUD yang inovatif, kreatif, ramah anak, dan inklusif. (nto)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.