Asyik Nongkrong di Warkop Berseragam Sekolah, Puluhan Pelajar Tulungagung Kena Razia Gabungan
Samsul Arifin June 15, 2026 05:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Puluhan pelajar dari tingkat SMP hingga SMA/SMK di Kabupaten Tulungagung terjaring razia gabungan saat berada di sejumlah warung kopi dalam kondisi masih mengenakan seragam sekolah, Senin (15/6/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pembinaan sekaligus pencegahan terhadap potensi pelanggaran yang melibatkan pelajar.

Razia yang melibatkan Satpol PP, Polres Tulungagung, dan Dinas Pendidikan tersebut menyasar sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpul pelajar. Selain pendataan, para siswa juga diberikan pembinaan mengenai kedisiplinan, tanggung jawab sebagai pelajar, serta pentingnya menjaga nama baik sekolah.

Total sebanyak 47 pelajar terjaring dalam operasi tersebut. Mereka ditemukan di beberapa warung kopi yang berada di wilayah Kecamatan Kauman dan Kecamatan Tulungagung.

Petugas menilai keberadaan pelajar di warung kopi dengan masih mengenakan atribut sekolah dapat menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, terutama apabila dilakukan pada jam-jam aktivitas belajar.

Baca juga: Tim Resmob Macan Agung Polres Tulungagung Ringkus 2 Pembobol Toko Lintas Provinsi

Belasan Pelajar Terjaring di Warkop Waris

Lokasi pertama yang didatangi petugas adalah Warkop Waris di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman. Di tempat ini, petugas menemukan sekitar 13 pelajar yang sedang nongkrong sambil menikmati minuman dengan masih mengenakan seragam sekolah.

Pelajar yang berasal dari tingkat SMP, SMA, dan SMK tersebut kemudian diminta berbaris untuk mendapatkan arahan dari petugas.

Sebagai bagian dari pembinaan, mereka diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama sebelum dilakukan pendataan.

Setelah mendapatkan pembinaan dan peringatan, para pelajar diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

"Kalau mau ngopi, ganti dulu seragamnya. Jangan mencoreng nama sekolah," ujar salah satu anggota Satpol PP.

Petugas Temukan Puluhan Pelajar di Kawasan Sungai Ngrowo

Usai dari Warkop Waris, tim gabungan melanjutkan razia ke deretan warung kopi di kawasan Sor Trembesi, sisi barat dan timur Sungai Ngrowo, Kecamatan Tulungagung.

Di lokasi ini, petugas kembali menemukan sekitar 24 pelajar yang sedang berkumpul. Dari jumlah tersebut, delapan orang merupakan pelajar perempuan.

Mereka juga mendapatkan pembinaan serupa dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengucapkan Pancasila sebagai bentuk penguatan nilai kebangsaan.

Kasi Binwasluh Satpol PP Tulungagung, Kabul Nurkuat, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan pelajar tidak membolos sekolah maupun berada di tempat-tempat yang kurang sesuai saat masih mengenakan seragam sekolah.

"Kami ingin memastikan para pelajar ini tidak bolos sekolah, dan tidak memakai seragam sekolah di warung-warung atau di kafe-kafe," ujarnya.

Tindak Lanjut Keluhan Masyarakat

Razia tersebut juga menjadi tindak lanjut atas berbagai keluhan yang sebelumnya disampaikan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam kepada DPRD Tulungagung.

Salah satu keluhan yang muncul adalah banyaknya pelajar yang menghabiskan waktu di warung kopi saat masih mengenakan seragam sekolah.

Selain memberikan pembinaan kepada pelajar, Satpol PP juga mengingatkan para pemilik warung kopi agar lebih selektif dan tidak menerima pelajar yang masih menggunakan atribut sekolah.

"Semua harus paham, jangan nongkrong di warung kopi dengan seragam sekolah. Ganti baju dulu kalau memang sudah pulang sekolah," tandasnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap kesadaran pelajar terhadap disiplin dan etika di ruang publik semakin meningkat, sekaligus mendorong peran aktif masyarakat dan pelaku usaha dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi dunia pendidikan.

Upaya Pencegahan dan Pembinaan Dini

Menurut Kabul, razia tersebut bukan semata-mata penindakan, melainkan bagian dari langkah pembinaan untuk mencegah pelajar terlibat dalam aktivitas yang berpotensi mengarah pada pelanggaran maupun pergaulan yang tidak diinginkan.

Ia menegaskan para pelajar perlu memahami bahwa sebagai generasi penerus bangsa, mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga perilaku di ruang publik.

Selain itu, petugas juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi aturan dan norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.

"Meskipun itu ngopi, tapi semua itu ada tatanannya tersendiri. Harapannya sedapat mungkin sesuatu hal yang kurang pas yang akan dilakukan bagi pelajar kita deteksi dini," sambung Kabul.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.