TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo memastikan rencana penggabungan atau regrouping sejumlah Sekolah Dasar (SD) akan dilaksanakan pada 2026 ini.
Setidaknya mulai tahun ajaran baru 2026/2027.
Kepala Disdikpora Kulon Progo, Nur Wahyudi, mengatakan ada sebanyak 26 SD yang akan dilakukan regrouping mulai tahun ini.
Ada dua sekolah yang dijadikan satu , namun ada juga tiga yang jadi satu sekolah.
"Sebelumnya ada 28 sekolah yang hendak di-regrouping, namun 4 sekolah tidak jadi dan ada 2 sekolah baru yang diusulkan," jelas Nur pada Senin (15/06/2026).
Ia pun memastikan tahapan regrouping sudah sesuai prosedur.
Seperti ada kajian terkait kelayakan kebijakan tersebut, bekerjasama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai landasan akademik.
Selain itu diskusi publik juga telah dilakukan terkait kebijakan regrouping.
Diskusi dilakukan dengan komite sekolah, para guru, hingga pemangku jabatan wilayah dari sekolah yang disasar untuk regrouping.
"Hasil diskusi publik itu jadi bahan masukan kami, karena memang ada beberapa pergeseran," ujar Nur.
Baca juga: Dishub Kulon Progo Fokuskan Perencanaan dan Pemenuhan Perizinan untuk Pintu Baru Stasiun Wates
Ia menjelaskan kebijakan regrouping berdasarkan berbagai pertimbangan.
Seperti jumlah pelajar, jumlah guru, jarak sekolah, hingga karena sekolah terkena Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti jalan tol.
Nur mengatakan regrouping akan dilaksanakan secara bertahap mulai tahun ini.
Sasarannya diawali dari kelompok sekolah yang paling mudah dilakukan regrouping.
"Kami juga akan laporkan pelaksanaan dari regrouping ini ke pimpinan (Bupati Kulon Progo)," katanya.
Sekretaris Disdikpora Kulon Progo, Nur Hadiyanto salah satu kelompok sekolah yang dipastikan akan dilakukan regrouping adalah SDN Teganing, SDN Proman, dan SDN Jambean. Ketiganya berada di Kapanewon Kokap.
Ia mengungkapkan awalnya 3 sekolah itu akan digabungkan jadi 1, dengan pusatnya di SDN Proman.
Namun kajian lebih lanjut memutuskan bahwa 3 sekolah itu akan dipecah jadi 2.
"Jadi nanti pelajar di utara akan masuk di SDN Teganing dan pelajar di selatan masuk di SDN Jambean, sedangkan SDN Proman akan kami ubah jadi TK (Taman Kanak-kanak)," jelas Nur Hadi.
Jarak yang cukup jauh jadi alasan perubahan rencana tersebut.
Terutama pelajar yang tinggal di sisi utara, cukup jauh perjalanannya menuju SDN Proman.
Sedangkan usulan regrouping yang baru adalah SDN Hargomulyo dengan SDN Banjaran.
Menurut Nur Hadi, Keduanya diusulkan karena salah satunya akan terdampak pembangunan Pintu Keluar (Exit) Tol Yogyakarta-YIA.
"Meski pembangunan tol belum dimulai, tapi lebih baik regrouping segera dilakukan," ujarnya.(*)