Beras 1.800 Rupiah dan Senyum yang Tak Terjual: Jestham Menyapa Kota dengan Kembalian Berlipat
Aisyah Sumardi June 13, 2026 05:09 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -  Dalam langkahnya yang tak kenal lelah untuk terus berbagi, Jesica Thamrin atau yang sering disebut dengan panggilan Jestham kembali menghadirkan kejutan di tengah rutinitas kota. Kali ini, dengan membawa sejumlah karung beras, Ia menawarkannya dengan harga yang nyaris tak masuk akal, hanya Rp1.800 per karung. Namun, di balik angka yang sederhana itu, tersimpan sebuah misi kebaikan yang jauh lebih berharga, siap menguji respons dan menghangatkan hati siapa saja yang ditemuinya dalam perjalanan berbagi ini.(01/08/25) 

Target pertamanya adalah seorang Bapak yang berprofesi sebagai ojol. Dengan polos dan penuh semangat, Jestham menawarkan berasnya. Namun, yang Ia terima justru penolakan yang cukup mentah. Keraguan terpancar jelas dari sang bapak, bahkan ketika Jestham berulang kali meyakinkan bahwa harga yang diminta benar-benar hanya Rp1.800 saja untuk sekarung beras.

 

Namun, takdir baik segera berpindah tempat. Jestham menemukan seorang ibu penjual jamu yang sedang beristirahat di pinggir jalan. Tanpa banyak bicara, tawaran yang sama diulurkannya. Reaksi sang ibu sungguh di luar dugaan. Ia bukan hanya menerima dengan senang hati, tetapi juga memberikan sejumlah uang yang nominalnya justru melebihi harga beras yang diminta. “Ya Allah, terima kasih banyak ya Kak, murah rezekinya yaa Kak,” ucapnya dengan suara bergetar, menahan air mata haru. Jestham pun membalas dengan doa, “Semangat jualan jamunya yaa Bu,” sambil berpamitan dengan hati yang hangat.

Beras Rp1.800
Berbagi Kebaikan Tebarkan Kebahagiaan

Perjalanan kemudian membawanya kepada seorang abang ojol lain yang sedang menunggu orderan. Dengan pertanyaan yang sama, “Abang, mau beli beras saya harga Rp1.800 nggak?” Sang abang, meski terlihat bingung, akhirnya mengiyakan. Ia mengeluarkan uang pecahan besar sambil berkata bahwa Ia tidak memiliki uang pas. Di sinilah keajaiban terjadi. Alih-alih meminta kekurangan, Jestham justru memberikan kembalian sebesar Rp200.000 langsung ke genggaman tangan abang ojol yang terpatung kaget. Rezeki yang tak terduga itu mengukir senyum lebar dan rasa syukur yang dalam dari sang abang.

 

Tak jauh dari sana, seorang abang kurir makanan online juga menjadi bagian dari rangkaian kisah hari itu. Dengan tulus Ia membayar berasnya menggunakan uang Rp5.000. Namun, lagi-lagi, Jestham mengembalikan lebih dari yang seharusnya. Kebahagiaan yang tulus dan spontan terpancar dari raut wajahnya, membuktikan bahwa kebahagiaan sederhana seringkali datang dari pemberian yang tulus dan tidak terduga.

 

Pertemuan terakhir adalah dengan seorang abang ojol lagi yang sedang menunggu pesanan. “Yang bener Kak?” katanya dengan raut wajah penuh tanda tanya dan rasa tak percaya, seolah tawaran Jestham adalah sebuah ilusi di siang bolong. Kegembiraan dan keheranannya pun membaur menjadi satu ketika Ia menyadari bahwa ini adalah kenyataan, sebuah rezeki nyata yang diantarkan langsung oleh tangan Tuhan melalui Jestham.

 

Dalam setiap lembar uang dan karung beras yang dipertukarkan, Jestham tidak sekadar menjual barang, tetapi Ia “menjual” harapan, menebar keyakinan bahwa di mana ada kebaikan, di situ ada rezeki yang tak terduga. Setiap senyum dan air mata syukur yang Ia kumpulkan hari ini adalah pengingat bahwa rezeki itu memiliki banyak jalan, dan seringkali datang dari cara-cara yang tidak kita duga. “Segala sesuatu tidak selalu berjalan dengan keinginan kita, cukup percaya rancangan Tuhan adalah yang terbaik.” Semoga setiap ketabahan dan kebaikan kita selalu berbalas keberkatan.(*)


Referensi
https://www.tiktok.com/@jesicathamrin/video/7533062697269742856

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.