Pelita, Renungan P/KB GMIM 14-20 Juni 2026, Percaya Karena Mendengar dan Tahu Yesus Juruselamat
Chintya Rantung June 13, 2026 05:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pelita, renungan Pria Kaum Bapa (P/KB) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dalam sepekan mulai 14-20 Juni 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada Yohanes 4:27-42.

Tema perenungan adalah Percaya Karena Mendengar dan Tahu Yesus Juruselamat Dunia.

Khotbah: 

Saudara-saudara Pria/Kaurn Bapa yang dikasihi Tuhan, 

Ada satu pertanyaan untuk kita semua. Sederhana tetapi sangat dalam: Iman kita ini sebenarnya berdiri di mana?

Apakah kita hanya percaya karena mendengar dari orang lain, atau karena kita sendiri benar-benar mengenal Yesus?

Firman Tuhan hari ini, Yohanes 4:27- 42, membawa kita masuk ke sebuah kisah yang sangat hidup.

Seorang perempuan Samaria, yang tadinya datang hanya untuk mengambil air, pulang dengan membawa 
sesuatu yang jauh lebih besar, ia membawa kabar tentang Yesus. 

Ia tidak punya pendidikan teologi, tidak punya jabatan rohani, tetapi ia punya pengalaman: ia telah berjumpa dengan Yesus.

Hal menarik dari pembacaan ini adalah bahwa, perempuan itu tidak menyimpan pengalaman itu. Ia pergi ke kota 
dan berkata, "Mari, lihat!" Itu saja. Sederhana.

Bahkan masih ada keraguan dalam kalimatnya. Tetapi kesaksiannya cukup untuk menggerakkan orang-orang datang kepada Yesus. 

Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan,

Di sini kita belajar satu hal penting: Tuhar tidak menunggu kita sempurna untuk bersaksi.

Ia hanya meminta kita jujur dengan apa yang sudah kita alami bersama Dia. Kita sering berpikir: "Saya belum cukup rohani."

"Saya belum tahu banyak Alkitab." Lalu kita diam. Kita tidak bersaksi. Kita tidak memimpin secara rohani. Padahal anak-anak kita, istri kita, cucu kita, mereka tidak menuntut kita jadi pendeta.

Mereka hanya rindu melihat ayah yang sungguh mengenal Tuhan. Firman ini juga menunjukkan tahap iman yang sangat jelas. 

Orang-orang Samaria itu mula-mula percaya karena kesaksian perempuan itu.

Tetapi kemudian mereka berkata, "Sekarang kami percaya, bukan lagi karena perkataanmu, tetapi karena kami sendiri telah mendengar Dia dan tahu bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia." 

Perhatikan ini baik-baik: dari mendengar, mereka masuk ke mengalami, lalu sampai pada mengetahui dengan pasti. 

Sering kita menghadapi masalah. Banyak orang Kristen berhenti pada tahap "mendengar." Mendengar khotbah.

Mendengar firman. Mendengar dari istri dan mendengar dari gereja. Tetapi tidak masuk pada pengalaman pribadi dengan Kristus. 

Akibatnya, iman kita mudah goyah. Kita hadir di gereja, tetapi tidak punya kekuatan rohani.

Kita berbicara tentang Tuhan, tetapi tidak punya otoritas. Sebagai suami, kita mungkin bekerja keras memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi lupa memimpin secara rohani.

Sebagai ayah, kita mungkin mengatur banyak hal. tetapi tidak membangun iman anak-anak.

Sebagai opa, kita mungkin punya banyak pengalaman hidup, tetapi tidak mewariskan iman kepada generasi berikut. 
Jemaat yang diberkati Tuhan. 

Firman Tuhan hari ini menegur kita dengan hal yang sangat kuat: ladang sudah menguning dan siap dituai.

Yesus berkata demikian kepada murid-murid-Nya. Artinya kesempatan itu ada sekarang, bukan nanti.

Dan kalau kita jujur, tuaian pertama kita sebenarnya bukan di luar sana, tetapi di dalam rumah kita sendiri. Apakah anak-anak kita sungguh mengenal Tuhan?

Apakah keluarga kita hidup dalam kasih? Dan apakah rumah kita menjadi tempat di mana Kristus hadir? Kalau tidak, maka kita sedang melewatkan tuaian yang paling dekat dengan kita. 

Orang Samaria dalam bagian Alkitab ini, akhirnya sampai pada pengakuan yang luar biasa: Yesus adalah Juruselamat 
dunia.

Bukan hanya Juruselamat pribadi, bukan hanya milik kelompok tertentu, tetapi untuk semua orang. P/KB GMIM 
dipanggil untuk hidup tidak egois. Kita tidak boleh hanya sibuk dengan diri sendiri, pekerjaan, atau kenyamanan pribadi.

Kita dipanggil menjadi berkat, di rumah, di gereja, dan di masyarakat. 

Tetapi semua itu tidak akan terjadi kalau kita tidak mengalami satu hal: perjumpaan pribadi dengan Yesus. Karena kasih tidak bisa dibuat-buat.

Kasih lahir dari pengalaman dikasihi. Kesaksian tidak bisa dipaksakan karena kesaksian lahir dari perjumpaan. 

Hari ini Tuhan tidak pertama-tama bertanya: "Apa jabatanmu di gereja?" Tuhan bertanya: "Apakah engkau mengenal Aku?-

Dan dari situ semua berubah. Orang yang benar-benar mengenal Yesus akan berbeda: perkataannya membawa damai, 
kehadirannya menguatkan keluarga dan hidupnya menjadi kesaksian tanpa banyak kata.

Kita tidak hanya menjadi pria yang kuat secara lahiriah, tetapi menjadi pria yang dipakai Tuhan untuk membawa keselamatan bagi keluarga dan banyak orang. Amin. 

Pertanyaan Untuk PA: 

1. Sebagai pria/suami/ayah/opa, apakah iman saya masih pada tahap "mendengar", atau sudah menjadi "tahu 
secara pribadi"? Jelaskan dengan contoh. 

2. Langkah konkret apa yang bisa saya lakukan untuk menjadi saksi Kristus di dalam keluarga saya? 

Sumber: Komisi P/KB GMIM edisi Juni-Juli 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.