TRIBUNMANADO.CO.ID, Bolmong - Penyaluran bantuan pangan di Desa Bangomolunow, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut) diduga bermasalah.
Penyaluran bantuan badan pangan nasional diduga disunat.
Warga Desa Bangomolunow, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, mengeluhkan dugaan pemotongan bantuan pangan berupa minyak kelapa yang disalurkan kepada masyarakat.
Berdasarkan keterangan sejumlah penerima manfaat, bantuan minyak kelapa yang biasanya diterima sebanyak 4 liter per orang, kali ini hanya dibagikan 3 liter per orang.
Warga mengaku, sebelum penyaluran dilakukan, Sangadi Bangomolunow disebut telah menyampaikan bahwa akan ada pengurangan sebanyak 1 liter minyak dari setiap jatah penerima.
Akibatnya, setiap penerima bantuan hanya menerima 3 liter minyak kelapa dari jumlah yang seharusnya 4 liter.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait alasan dan dasar pengurangan bantuan tersebut.
Keluhan warga menjadi perhatian karena bantuan pangan itu dinilai sangat membantu kebutuhan rumah tangga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih diwarnai tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok.
"Iya semua dapat potongan 1 liter minyak kelapa jenis minyak kita," ucap salah satu warga yang tak ingin disebutkan Sabtu (13/6/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penerima bantuan mencapai sekitar 250 orang.
Jika benar setiap penerima mengalami pengurangan sebanyak 1 liter, maka terdapat sekitar 250 liter minyak kelapa yang tidak diterima oleh warga penerima manfaat.
Sementara itu pimpinan cabang Bulog Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Khristian Prasetia menegaskan dalam penyaluran tidak ada potongan dan memang tidak bisa dipotong.
"Saya baru dengar tapi seharusnya sesuai juknis setiap penerima harusnya menerima 20 Kg beras dan 4 liter minyak kelapa jenis minyak kita," ucapnya.
Namun, apabila ada pemotongan pemerintah desa dan petugas salurnya wajib memberikan sisa 1 liternya itu kalau memang cuma terima 3 liter.
"Kecuali memang, ternyata kurang terima saat pembongkaran di kantor desa, nah itu bisa menghubungi pengangkut untuk digenapi," jelasnya.
Khristian menjelaskan bahwa pihaknya hanya sebatas penyediaan barang hingga pengantaran.
"Soal pembagian itu tugasnya pemdes dan petugas penyalurannya," tegasnya.
Sementara itu Kepala Desa Bangomolunow Rahmatia Mokodongan membantah soal pemotongan bantuan jenis minyak kelapa tersebut.
"Ini info dari mana?, tidak benar ada pemotongan begitu, sekarang kami sedang melakukan penyaluran di kantor desa," jelas kepala desa Rahmatia Mokodongan saat di hubungi via WhatApp.
Dirinya juga menegaskan penyaluran sudah sesuai dengan ketentuan yakni setiap penerima mendapatkan 20 kg beras dan 4 liter minyak kelapa jenis minyak kita.
"Sebaiknya datang langsung ke kantor desa biar bisa di konfirmasi langsung ke setiap penerima," jelasnya.
Kepala desa menjelaskan bahwa untuk penerima bantuan di Desa Bangomolunow berjumlah 279 penerima dan hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan penerimaan.
"Untuk pembagian bantuan tidak bisa dimanipulasi karena kita harus sertakan foto dan di unggah ke aplikasi, dan bila memang ada yang tidak sesuai bisa langsung ke kantor desa," tegasnya.
(TribunManado.co.id/Pin)