Hendra: Lonjakan Penduduk dan Keterbatasan Kuota Jadi Penyebab Kelangkaan Gas Melon di Morowali
Regina Goldie June 13, 2026 05:23 PM

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Staf Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Morowali, Hendra, mengungkapkan keterbatasan kuota dan meningkatnya jumlah penduduk menjadi penyebab utama kelangkaan serta tingginya harga LPG subsidi 3 kilogram atau gas melon yang belakangan dikeluhkan masyarakat.

Menurut Hendra, kuota LPG subsidi yang diberikan untuk Kabupaten Morowali saat ini belum mampu mengimbangi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun. 

Selain itu, pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup pesat akibat masuknya tenaga kerja dari berbagai daerah turut mendorong peningkatan konsumsi LPG subsidi. 

“Kenapa gas sekarang langka dan mahal adalah karena kuota di Morowali memang kurang. Kedua, Morowali menjadi sasaran kerja sehingga terjadi ledakan penduduk yang membuat kebutuhan gas semakin meningkat,” ujar Hendra dalam sambutannya di Kantor Camat Bungku Barat, Sabtu (13/6/2026).

Ia menjelaskan, status Morowali sebagai kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi telah menarik banyak pendatang untuk bekerja dan menetap. 

Baca juga: Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan

Kondisi tersebut berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan energi rumah tangga, termasuk LPG subsidi. 

Hendra menilai, selama kuota LPG subsidi belum mengalami penambahan, potensi kelangkaan masih akan terus terjadi karena kebutuhan masyarakat bertambah seiring meningkatnya jumlah penduduk.  

Karena itu, pemerintah daerah bersama Pertamina terus melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari pelaksanaan operasi pasar hingga mendorong masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik untuk beralih menggunakan LPG non-subsidi. 

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar kuota LPG subsidi yang terbatas dapat diprioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar berhak menerima bantuan energi dari pemerintah. 

Ia berharap masyarakat dapat memahami kondisi keterbatasan kuota yang ada sembari menunggu kebijakan penambahan kuota dari pemerintah pusat bagi Kabupaten Morowali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.