TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pertandingan perdana grup B Piala Dunia 2026 berlangsung Minggu (14/6/2026).
Qatar akan bertemu dengan Swiss di stadion Levis's Santa Clara mulai pukul 02.00 WIB.
Pertandingan tersebut diperkirakan akan berlangsung ketat. Meski Swiss diprediksi bisa mendapatkan kemenangan.
Ketua Juventus Club Indonesia (JCI) Chapter Pekanbaru, Agus Suriyadi memprediksi La Nati (julukan Timnas Swiss) akan lebih dominan dari Qatar.
"3-1 untuk Swiss" ujar Agus kepada Tribunpekanbaru.com, Sabtu (13/6/2026)
Menurutnya, Swiss merupakan salah satu kuda hitam Piala Dunia 2026. Swiss di isi pemain-pemain yang berkiprah di beberapa club eropa.
"Seperti Akanji di Inter, Xaka di Sunderland, dan Ndoye di Bologna," ungkapnya.
Ditambahkan Swiss sepertinya tidak akan kesulitan menghadapi Qatar meskipun kali ini mereka tidak diperkuat oleh kiper mereka Yan Sommer.
Preview Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss
Pertandingan pembuka Grup B ini sangat penting bagi kedua tim. Swiss datang sebagai favorit grup, sementara Qatar berusaha membuktikan bahwa mereka bukan sekadar peserta pelengkap setelah pengalaman pahit sebagai tuan rumah pada 2022.
Qatar yang xilatih oleh Julen Lopetegui nengandalkan kreativitas Akram Afif dan ketajaman Almoez Ali.
Juara Asia dua kali beruntun, tetapi persiapan menuju turnamen tidak ideal dan performa belakangan kurang konsisten.
Sementara itu Swiss dipimpin kapten Granit Xhaka. Mereka memiliki pengalaman besar di turnamen internasional dan tampil di enam Piala Dunia beruntun.
Tim asuhan Murat Yakin dikenal disiplin, kuat dalam organisasi permainan, dan sulit dikalahkan.
Akram Afif vs Lini Belakang Swiss Jika Afif mendapat ruang untuk melakukan transisi cepat, Qatar bisa menciptakan kejutan.
Granit Xhaka vs Gelandang Qatar Kontrol tempo permainan kemungkinan berada di tangan Swiss. Jika Xhaka mendominasi lini tengah, Qatar akan lebih banyak bertahan.
Qatar kemungkinan bermain lebih defensif dengan blok rendah dan mengandalkan serangan balik cepat.
Swiss akan menguasai bola lebih banyak, memanfaatkan kualitas umpan dan pengalaman pemainnya.
Bola mati bisa menjadi senjata penting bagi Swiss karena keunggulan fisik mereka.
Swiss sebagai favorit kuat berkat pengalaman, stabilitas skuad, dan performa yang lebih konsisten. Qatar diperkirakan mampu memberikan perlawanan pada babak pertama, tetapi kualitas dan pengalaman Swiss kemungkinan menjadi pembeda. Jika Swiss mencetak gol lebih dulu, pertandingan bisa semakin sulit bagi Qatar.
Pemain yang berpotensi menjadi penentu Granit Xhaka dan Akram Afif. Menarik dinantikan, siapa yang akan keluar sebagai pemenang nantinya. (Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)