TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM RI Rosan P. Roeslani mengungkapkan negara-negara di Asia seperti Singapura dan Hong Kong masih mendominasi negara asal investor yang menanamkan modalnya di Indonesia selama 2026 ini.
Rosan mengatakan, Singapura masih menduduki peringkat pertama negara asal investor dengan total realisasi investasi mencapai 4,61 miliar dolar AS.
"Kalau kita lihat juga dari negara yang memasuki itu masih tidak ada perubahan yang signifikan, masih dipimpin yang pertama oleh Singapura di tempat pertama dan Hongkong sebagai hub bisnis global sebesar 4,6 miliar dan 2,3 miliar."
"Kemudian diikuti oleh Tiongkok 2,2 miliar, Amerika Serikat 1,3 miliar, dan Jepang 1 miliar," kata Rosan dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Rosan menyebutkan ada beberapa negara lain yang masuk dalam 10 besar investasi penanaman modal asing di Indonesia, yakni Inggris, Belanda, Malaysia, Korea Selatan hingga Australia.
Investor asal Eropa dan Amerika Utara masing-masing menyumbang 10 persen PMA di Indonesia senilai 1,5 miliar dolar AS, sementara negara ASEAN berkontribusi 34 persen senilai 5,1 miliar dolar AS, lalu negara Asia Timur 42 persen senilai 6,4 miliar dolar AS dan negara Osenia sebesar 2 persen senilai 0,3 miliar dolar AS.
Baca juga: Investasi Pabrik Sejak 2017 di Cikande, DFSK Belum Kantongi Untung Hingga Sekarang
"Jadi secara keseluruhan, Eropa dan Amerika Utara masing-masing menyumbang 10 persen, menunjukkan bahwa sumber investasi tetap ter-diversifikasi secara baik dan lintas global," kata dia.
Rosan membeberkan dari sisi indusrinya, investasi di sumber daya mineral seperti nikel, tembaga dan besi baja menjadi sektor investasi terbesar senilai Rp98,3 triliun.
Lalu disusul komoditas perkebunan dan kehutanan sebesar Rp29,8 Triliun, komoditas minyak dan gas bumi Rp17,7 Triliun dan sektor perikanan dan kelautan Rp1,7 triliun.
"Kami juga terus mendorong kontribusi komoditas hilirasasi lainnya, yang memasukkan produk bernilai tinggi seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan juga rumput laut," tandas dia.