Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi 8 Kali Sejak Sabtu Pagi hingga Sore, Kolom Abu Tembus 1 Km
Hilarius Ninu June 13, 2026 05:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-Laki mencatat telah terjadi sedikitnya 8 kali erupsi sejak dini hari hingga sore, Sabtu (13/6/2026).

Erupsi beruntun ini memuntahkan kolom abu kelabu tebal dengan ketinggian bervariasi antara 300 hingga 1.000 meter di atas puncak gunung (atau sekitar 1.884 hingga 2.584 meter di atas permukaan laut).

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT,  teranyar pada pukul 16:05 WITA dengan lontaran kolom abu setinggi kurang lebih 1000 meter di atas puncak erupsi.

Berdasarkan laporan resmi dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, kolom abu intens dilaporkan mengarah ke barat dan barat laut.

Baca juga: Hanya Berselang Tiga Jam, Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Dua Kali Siang Ini

Sebelumnya aktivitas erupsi hari ini dimulai sejak dini hari pada pukul 02.57 WITA dengan tinggi kolom abu 600 meter dan amplitudo 47.3 mm. 

Menjelang pagi, tepatnya pukul 05.54 WITA, gunung kembali menghembuskan abu setinggi 400 meter.

Pada pukul 09.32 WITA saat kolom abu menembus ketinggian 1.000 meter dengan durasi gempa letusan selama satu menit penuh. 

Memasuki tengah hari, Lewotobi Laki-laki bergejolak dua kali dalam waktu berdekatan, yakni pada pukul 12.05 WITA (tinggi 600 meter) dan disusul dua menit kemudian pada pukul 12.07 WITA dengan semburan setinggi 1.000 meter.

Memasuki sore hari, rentetan letusan belum mereda. Erupsi berlanjut pada pukul 14.28 WITA dengan tinggi kolom abu 800 meter, disusul erupsi berdurasi 31 detik pada pukul 16.02 WITA dengan kolom abu setinggi 300 meter, kemudian tak lama berselang erupsi dengan kolom abusetinggi 1.000 meter pada pukul 16.05 WITA yang terekam dengan durasi 70 detik.

Baca juga: Kenapa Udara Malam Sejumlah Wilayah NTT Terasa Dingin saat Kemarau? Ini Penjelasan BMKG

Saat ini status Gunung Lewotobi Laki-laki masih bertahan di Level III (Siaga). Mengingat intensitas erupsi yang masih signifikan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat demi keselamatan warga dan wisatawan.

"Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan dilarang melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi," tulis rilis resmi PVMBG.

Selain ancaman material vulkanik, warga yang berada di sekitar aliran sungai juga diminta mewaspadai ancaman banjir lahar dingin (lahar hujan) jika terjadi hujan lebat di wilayah puncak.

Ada 8 desa/daerah yang masuk dalam pemetaan zona rawas lahar hujan, yaitu Desa Dulipali, Padang Pasir, Desa Nobo, Desa Nurabelen, Desa Klatanlo, Desa Hokeng Jaya, Desa Boru, dan Desa Nawakote.

Warga terdampak hujan abu diimbau untuk segera mengenakan masker pelindung hidung dan mulut guna menghindari infeksi saluran pernapasan (ISPA). 

Pemerintah Daerah Flores Timur bersama BPBD NTT terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan di Desa Pululera untuk memantau situasi terkini. (MAGMA IndonesiaTribunFlores.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.