Polisi Temui Kendala Ungkap Pelaku Aksi Begal Payudara Santri di Banjar, Fasilitas CCTV Dievaluasi
Ratino Taufik June 13, 2026 06:03 PM

​BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Polisi menemukan kendala pada pemerosesan laporan pembegalan payudara yang dialami korban seorang santriwati di Kabupaten Banjar.

"Petugas di reskrim mimin saksi dan bukti tambahan untuk mengungkap," kata Kasi Humas Polres Banjar, AKP H. Alfian Noor, Sabtu (13/6/2026).

Menurut informasi jika CCTV di sekitar lokasi banyak yang tidak menyala. Hal tersebut langsung menjadi sorotan Sekda Banjar, H Yudi Andrea.

Pemkab berjanji akan meningkatkan patroli keamanan dan mengevaluasi fasilitas Closed Circuit Television (CCTV) yang dikeluhkan tidak aktif.

​"Kita periksa dan pastikan lagi. Keluhan-keluhan seperti ini memang harus kita tindak lanjuti. Mungkin karena sudah begitu lama juga CCTV ini tidak diperiksa atau dicek secara berkala," kata Yudi Andrea.

​Lebih lanjut, Yudi tidak menampik kemungkinan adanya faktor kerusakan teknis dan alam yang menyebabkan putusnya fungsi pemantauan. 

"Mungkin ada pemeliharaan, tapi kadang-kadang bisa rusak lagi. Jaringan listrik ini kan rentan, kena petir sedikit saja bisa rusak. Makanya hal ini perlu dievaluasi lagi," tambahnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Dua Bocah Perempuan di Desa Sungai Danau Tanahbumbu Hilang Saat Bermain di Sungai

​Ke depan, sambung Yudi Andrea, Pemkab Banjar berencana melakukan pemetaan ulang terhadap titik-titik lokasi yang dianggap rawan kriminalitas. 

Yudi memastikan pemerintah daerah siap memfasilitasi penambahan kamera pengawas jika hal tersebut mendesak untuk dilakukan.

​"Insya Allah kita coba koordinasikan dan maksimalkan lagi. Yang pasti, kalau CCTV itu memang menjadi salah satu alat untuk mencegah terjadinya aksi kriminalitas, kita akan coba dukung penuh pemenuhannya," urai Yudi.

Sebagaimana diketahui, kasus ini dilaporkan oleh keluarga Zakiri. Zakiri memiliki adik yang menjadi korban. Lokasi pelecehan pelaku begal payudara terjadi di kawasan dekat pertigaan Cindai Alus, Martapura, Banjar, pada 31 Mei 2026 lalu

Zakiri mengungkapkan, adiknya yang menjadi korban dipepet oleh pelaku pembegalan yang menggunakan motor N Max.

Menurut penuturan korban, pelaku memiliki perawakan sedang, mengenakan jaket hitam, dan helm hitam.

Setelah kejadian itu, korban langsung menangis dan mengadukan kejadian tersebut dnegan menelpon dirinya. 

Korban juga disebut mengalami trauma dan merasa tidak aman setiap keluar rumah atau mau pergi ke sekolah.
(banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.