Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Seniman mural Nusantara Art Project (NAP) Lampung abadikan kisah Bripka (Anumerta) Arya Supena di lokasi penembakan, Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga: Ayahanda Pikirkan Nasib 2 Anak Bripka Arya Supena, Berharap Dukungan Polri
Para senimal mural berkostum hitam tengah asyik melukiskan di dinding toko kue Yussy Akmal di Jalan ZA Pagar Alam, Kota Bandar Lampung.
Tembok itu menjadi saksi bisu betapa teganya pelaku curanmor menewaskan anggota Intel Polda Lampung,
Dari beberapa seniman terlihat ada yang menaiki tangga untuk melukiskan kesedihan di dinding toko kue tersebut.
Ada juga yang sesekali menarik rokok dari bibir demi mencari ide kreatif.
Edy Bob, perwakilan Nusantara Art Project Lampung, mengatakan, pihaknya melukis di dinding tembok Yussy Akmal sebagai bukti kepedulian.
"Kami ingin menyampaikan pesan khususnya untuk warga Bandar Lampung agar lebih waspada dalam menjaga kendaraan dari pelaku curanmor dan lebih menjaga keamanan," kata Edy Bob, saat diwawancarai Tribun Lampung di depan toko kue Yussy Akmal, Sabtu (13/6/2026).
"Salah satu objek gambar yang kami terapkan ini ada yang menggambarkan keluarga almarhum," terusnya.
Seniman yang terlibat ada 8 orang dengan tiga objek gambar.
Objek pertama menggambarkan toko kue Yussy Akmal.
Objek kedua keluarga korban yakni terdiri ada tiga orang yakni ibu dan dua anaknya tengah memandang Kota Bandar Lampung.
Kemudian objek ketiga tentang pelaku begal yang menodongkan senjata api ke arah korban.
Pihaknya menggelar aksi coret-coret dinding sejak pukul 09.30 WIB direncanakan selesai pada pukul 17.00 WIB.
"Karena cuacanya agak mendung, harapannya bisa rampung hari ini," tukas Edy.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)