SURYA.co.id, SIDOARJO - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diharapkan menjadi instrumen stabilitas harga pokok dan ketahanan pangan di tingkat desa.
Keberadaan koperasi juga diharapkan tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi menjadi penyangga ekonomi bagi pelaku UMKM dan warga desa.
Upaya memperkuat peran koperasi itu mengemuka dalam peninjauan KDMP di Sidoarjo Jawa Timur oleh Tenaga Ahli Utama Deputi V KSP Letjen TNI (Purn) Arif Rahman bersama Bupati Sidoarjo Subandi
Kunjungan digelar di dua lokasi, yakni KDMP Desa Sumorame, Kecamatan Candi, dan KDMP Desa Rangkah Kidul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (12/6/2026).
Subandi menyatakan, kehadiran Koperasi Merah Putih di tengah dinamika ekonomi global harus menjadi solusi konkret bagi masyarakat.
Salah satu langkah taktis yang didorong adalah integrasi distribusi pangan murah.
"Koperasi bisa menjadi sarana menghadirkan kebutuhan pokok yang lebih murah. Misalnya, menyalurkan beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog," ujar Subandi kepada SURYA.co.id.
Baca juga: KDKMP Tahap Kedua di Lamongan: 120 Koperasi Merah Putih Siap Beroperasi
Sebagai gambaran, harga beras medium di pasaran saat ini berkisar Rp13.000 per kilogram.
Melalui jaringan koperasi yang bermitra dengan Bulog, masyarakat bisa mendapatkannya dengan harga Rp11.000 per kilogram.
Skema potong kompas jalur distribusi ini juga akan diterapkan untuk komoditas lain seperti minyak goreng demi membantu pedagang kelontong dan pelaku usaha mikro.
Agar dampaknya meluas, Pemkab Sidoarjo telah menginstruksikan seluruh kepala desa untuk memberikan dukungan penuh, mulai dari sosialisasi hingga penyediaan infrastruktur seperti gudang penyimpanan dan fasilitas operasional.
"Jangan sampai koperasi berjalan biasa-biasa saja. Pengurus harus berinovasi karena pemerintah pusat sudah memberikan dukungan fasilitas yang besar," tegas Subandi.
Sementara Tenaga Ahli Utama Deputi V KSP Arif Rahman menjelaskan, kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi berkala terhadap program strategis nasional di daerah.
Fokus utama program ini adalah penguatan ekonomi kerakyatan berbasis komunitas.
Ia mencontohkan KDMP Desa Sumorame yang kini telah memiliki 205 anggota aktif.
Angka partisipasi ini diharapkan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya kepercayaan publik terhadap tata kelola koperasi.
"Koperasi Merah Putih menjadi instrumen penting memperkuat ekonomi di tingkat desa. Sinergi antara pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan kelanjutan program ini," kata Arif.
Saat ini, Kabupaten Sidoarjo tercatat memiliki 219 KDMP yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 84 koperasi telah memiliki bangunan fisik serta sarana pendukung yang siap beroperasi penuh.