Laporan Adim Mubaroq
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Prestasi kepemimpinan melalui Pramuka Garuda kini mendapat tempat strategis dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Jawa Barat.
Jalur prestasi tersebut menjadi bentuk penghargaan bagi siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, Eman Suherman, menyambut positif kebijakan yang menjadikan Pramuka Garuda sebagai salah satu indikator dalam penerimaan peserta didik baru, termasuk pada program rintisan Sekolah Maung di SMAN 1 Majalengka dan SMKN 1 Majalengka.
Baca juga: Jelang Demo Mahasiswa, Ketua Alumni GMNI Majalengka Ingatkan Pentingnya Jaga Marwah Gerakan Moral
Menurut Eman, predikat Pramuka Garuda merupakan hasil dari proses pembinaan yang panjang dan tidak mudah, sehingga layak mendapat apresiasi dalam sistem pendidikan.
“Pramuka Garuda bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi merupakan hasil dari proses pembinaan yang panjang. Di dalamnya ada nilai kepemimpinan, tanggung jawab, kedisiplinan, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Eman saat menghadiri Ecology Fest 2026 di SMPN 3 Majalengka, Senin (15/6/2026).
Bupati Majalengka itu menilai, sekolah akan memperoleh nilai tambah dengan menerima siswa yang memiliki pengalaman organisasi dan karakter kepemimpinan sejak usia dini.
“Anak-anak yang sudah ditempa melalui Pramuka Garuda memiliki modal karakter yang kuat. Mereka terbiasa bekerja sama, mengambil keputusan, serta memiliki jiwa sosial yang menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan ke depan,” .
Data yang diterima Kwarcab Majalengka menunjukkan antusiasme peserta didik cukup tinggi. Melalui jalur Pramuka Garuda, tercatat sebanyak 38 siswa berhasil diterima di SMAN 1 Majalengka dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.
Eman pun memberikan pesan khusus kepada para siswa yang lolos melalui jalur tersebut agar tidak berhenti berprestasi setelah diterima di sekolah tujuan.
"Saya berpesan kepada yang masuk melalui jalur Pramuka Garuda, di SMA-nya harus tetap aktif dan kejar kembali prestasi dan berproses menjadi Pramuka Penegak Garuda karena jalur Pramuka Garuda juga ada untuk perguruan tinggi negeri," ungkapnya.
Ia berharap keberadaan jalur prestasi Pramuka Garuda dapat menjadi motivasi bagi pelajar untuk lebih aktif dalam kegiatan kepramukaan sekaligus memperkuat pendidikan karakter di sekolah.
Baca juga: Saat Korban Belum Sempat Dibawa Ambulans, Damkar Cirebon Kini Bisa Selamatkan Nyawa Lebih Dulu
“Pramuka harus terus menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda. Karena pendidikan tidak hanya tentang nilai akademik, tetapi juga bagaimana mencetak manusia yang memiliki integritas, disiplin, dan jiwa kepemimpinan,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Iman Firmansyah, menyatakan dukungannya terhadap penguatan kegiatan Pramuka di seluruh satuan pendidikan.
"Pramuka itu sangat bermanfaat untuk pendidikan karakter para siswa-siswi untuk mencetak generasi muda yang unggul di masa depan," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMPN 3 Majalengka, Anto Irianto, menjelaskan bahwa Ecology Fest 2026 diselenggarakan tanpa membebani peserta didik dengan pungutan biaya.
"Bahkan para guru dan orang tua siswa-siswi yang langsung menjadi donatur kegiatan ini tanpa ada paksaan, murni inisiatif mereka," ujar Anto.
Ecology Fest 2026 sendiri menjadi ajang kreativitas pelajar melalui bazar yang menampilkan berbagai produk ekonomi kreatif, kuliner, kerajinan tangan, hingga karya inovatif siswa.