Kronologi Anak Bakar Rumah Ayah di Pati, Berawal dari Permintaan Uang
Reny Fitriani June 15, 2026 03:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pati - Kronologi anak bakar rumah ayahnya di Dukuh Krasak, Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. 

Baca Juga: Rumah Milik M di Pati Hangus Dibakar Anak Kandung, Kerugian Mencapai Rp100 Juta

Seorang pria lanjut usia berinisial M (61) harus menerima kenyataan pahit setelah rumah miliknya terbakar pada Sabtu malam, 13 Juni 2026.

Terduga pelaku pembakaran bukan orang lain, melainkan anak kandung korban sendiri berinisial MI (27).

Peristiwa ini diduga dipicu oleh perselisihan keluarga setelah permintaan uang yang diajukan pelaku kepada ayahnya tidak dikabulkan.

Akibat kebakaran tersebut, bagian dapur rumah beserta berbagai perabotan rumah tangga ludes dilalap api. 

Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta. 

Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan, menjelaskan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 22.40 WIB.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, api diduga sengaja dinyalakan oleh pelaku menggunakan korek api di area dapur yang memiliki dinding berbahan anyaman bambu.

Kondisi bangunan yang mudah terbakar membuat api dengan cepat merambat dan membesar.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan untuk membantu memadamkan api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

"Api kemudian menyambar anyaman bambu atau gedek di sekitar dapur hingga menimbulkan kobaran api yang semakin membesar," ujar AKP Sahlan saat memberikan keterangan, Minggu (14/6/2026).

Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Namun, kerusakan yang ditimbulkan cukup besar karena sebagian bangunan dan perabot rumah tangga tidak berhasil diselamatkan.

Diduga Berawal dari Permintaan Uang untuk Merantau

Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan bahwa MI sebelumnya meminta sejumlah uang kepada sang ayah.

Dana tersebut disebut akan digunakan sebagai bekal merantau ke Sulawesi yang direncanakan pada Rabu, 17 Juni 2026.

Permintaan tersebut diduga tidak dipenuhi sehingga memicu pertengkaran dalam keluarga.

Perselisihan itu kemudian berujung pada aksi pembakaran yang kini tengah ditangani aparat kepolisian.

Usai menerima laporan dari masyarakat, jajaran Polsek Sukolilo bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Pada malam kejadian, petugas berhasil mengamankan MI di kediamannya tanpa perlawanan.

Saat ini, terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi juga masih mendalami keterangan para saksi guna mengungkap secara menyeluruh motif yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

AKP Sahlan menegaskan bahwa proses penyidikan masih berlangsung sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar menyelesaikan setiap persoalan keluarga melalui komunikasi yang baik dan menghindari tindakan yang dipicu emosi sesaat.

Menurutnya, konflik dalam rumah tangga seharusnya dapat diselesaikan secara musyawarah sehingga tidak berkembang menjadi tindakan yang berujung pidana.

Kesaksian Warga Saat Api Membesar

Seorang warga setempat, Rasiman (55), mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab utama konflik yang terjadi dalam keluarga korban.

Namun, dirinya menjadi salah satu saksi yang melihat kobaran api saat kejadian berlangsung.

"Saat itu saya lihat api sudah tinggi ke atas," ujar Rasiman saat memberikan keterangan.

Rasiman menjelaskan bahwa rumah tersebut dihuni oleh empat anggota keluarga.

Pemilik rumah merupakan pasangan lansia yang sehari-hari bekerja sebagai petani, sementara terduga pelaku diketahui merupakan seorang perantau.

Ia mengaku tidak mengetahui detail persoalan keluarga yang terjadi sebelum insiden kebakaran berlangsung.

"Kalau masalah keluarga seperti itu saya kurang paham. Masalahnya apa-apa saja saya tidak tahu pasti," tuturnya.

Melihat kobaran api semakin besar, Rasiman bersama warga lainnya segera membantu memadamkan api dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi dari lokasi kebakaran.

Hingga kini, kasus dugaan pembakaran rumah oleh anak terhadap ayah kandungnya tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Penyidik terus mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap motif pasti di balik aksi yang menghebohkan warga Sukolilo, Pati tersebut.

Sumber: TribunJateng.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.