Juhedi Terpukul Panglong Kayu Miliknya Kini Jadi Abu, Ungkap Kerugian Besar
Reny Fitriani June 15, 2026 03:19 PM

Tribunlampung.co.id, Metro – Sebuah kebakaran hebat yang melanda panglong kayu milik Juhedi di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Hadimulyo Barat, Metro Pusat, Minggu malam (14/6/2026), sempat memicu kepanikan. 

Baca Juga: Kebakaran Genset Hotel Arnes di Bandar Lampung Akibatkan Kerugian Ratusan Juta

Beruntung, aksi cepat tanggap petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang dibantu sinergi lintas sektor berhasil mencegah api melalap Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih yang berada di dekat lokasi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Metro, Sri Amanto, menegaskan bahwa fokus utama petugas malam itu adalah melakukan lokalisasi api.

"Saat petugas tiba pukul 23.13 WIB, kondisi api masih sangat besar. Upaya pemadaman dilakukan secara maksimal untuk mencegah api merembet ke bangunan di sekitar," ujar Sri Amanto.

Sri Amanto menjelaskan, kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik ini pertama kali disadari oleh Eka, seorang pegawai RSB Asih, sekitar pukul 23.08 WIB. 

Melihat kepulan asap hitam dan kobaran api yang membesar dari arah panglong kayu, saksi langsung bergerak cepat melaporkan kejadian tersebut hingga informasi mencapai dinas terkait.

Menyadari material kayu yang mudah terbakar dapat membuat api merembet cepat ke pemukiman dan area rumah sakit, Damkar Kota Metro langsung mengerahkan Unit 02 dan Unit 03 dalam waktu lima menit setelah laporan diterima.

Melihat situasi yang kian mencekam, armada tambahan (Unit 01) menyusul ke lokasi, disusul bantuan 1 unit mobil damkar dari Lampung Timur untuk memperkuat armada tempur.

Tak hanya petugas damkar, operasi penyelamatan ini berubah menjadi aksi gotong royong besar-besaran. 

"Pihak kepolisian mengamankan area, PLN langsung memutus aliran listrik demi keselamatan, serta puluhan warga bersama relawan kompak bahu membahu membantu petugas di lapangan," ujarnya.

Sri amanto mengatakan, meski penanganan dilakukan dengan cepat, keganasan api sempat menjilat sebagian barang di toko herbal yang berada tepat di samping panglong. 

Kendati demikian, tembok penyekat dan kesigapan tim gabungan berhasil memutus jalur api sebelum menyentuh fasilitas kesehatan di dekatnya.

Setelah berjibaku melawan api dan melakukan proses pendinginan selama kurang lebih tiga jam, situasi akhirnya dinyatakan benar-benar aman pada Senin dini hari pukul 02.05 WIB.

"Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun akibat kebakaran, Kerugian panglong ditaksir sekitar Rp 500 Juta," ujarnya.

Pemilik panglong kayu, Juhedi, tidak dapat menyembunyikan rasa sedihnya melihat tempat usahanya lumat menjadi abu. 

Namun, di tengah kedukaannya, ia menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang menyelamatkan situasi malam itu.

“Kami sangat terpukul karena kerugian yang dialami cukup besar. Namun saya bersyukur tidak ada korban jiwa dan berterima kasih kepada petugas Damkar, polisi, relawan, PLN, serta warga yang membantu proses pemadaman,” ungkap Juhedi.

Sebelumnya, Satuan Tugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Metro juga menangani kebakaran yang melanda sebuah gudang mebel di Dusun Ngudi Rahayu, RT 011 RW 006, Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, Jumat, 12 Juni 2026.

Laporan kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Metro sekitar pukul 10.20 WIB dari seorang warga bernama Rudi Roy Kumar. Saat itu, pelapor melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api yang membumbung tinggi dari gudang mebel yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Khawatir api semakin membesar, Rudi segera menghubungi salah satu anggota Damkar Kota Metro, Dzaki Hafidz. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Metro untuk ditindaklanjuti.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Metro, Wilastri, mengatakan respons cepat petugas menjadi faktor penting dalam mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas.

"Begitu menerima laporan, kami langsung melakukan koordinasi dan mengerahkan personel ke lokasi. Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," kata Wilastri.

Setelah menerima laporan, kata Wilastri, petugas Damkar Metro langsung berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran Lampung Timur dan mengerahkan personel menggunakan Unit 03 bernomor polisi BE 9050 FZ menuju lokasi kejadian.

Sekitar pukul 10.30 WIB, petugas tiba di lokasi dan mendapati api masih berkobar cukup besar. Tim kemudian melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api meluas ke area sekitar.

Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih dua jam. Setelah api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman, personel kembali ke Posko Damkar dan Penyelamatan Kota Metro pada pukul 12.38 WIB.

"Berdasarkan hasil pendataan sementara, penyebab kebakaran diduga berasal dari mesin diesel yang mengalami panas berlebih hingga menimbulkan percikan api. Percikan tersebut kemudian menyambar limbah busa yang berada di sekitar lokasi sehingga api dengan cepat membesar," ujarnya.

Wilastri mengatakan, meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kebakaran mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar. 

Sejumlah aset yang turut terbakar antara lain satu unit sepeda motor Honda MegaPro, satu unit Yamaha Vega ZR, satu unit mobil Kijang, serta sekitar 100 set spring bed.

Wilastri juga mengungkapkan bahwa petugas sempat menghadapi kendala saat menuju lokasi karena banyaknya warga yang memadati area kebakaran.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap memberikan ruang bagi kendaraan pemadam dan petugas saat terjadi keadaan darurat, sehingga proses penanganan dapat berjalan lebih cepat dan efektif," ujarnya.

"Atas kejadian ini, kami mengingatkan para pelaku usaha untuk rutin memeriksa kondisi mesin dan instalasi pendukung lainnya guna mencegah terjadinya kebakaran akibat panas berlebih atau percikan api yang dapat memicu kerugian besar," tutupnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.