TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 2,3 mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (15/6/2026) siang.
Berdasarkan informasi cepat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 13.40 WIB atau 14.40 Wita.
Episenter gempa terletak pada koordinat 8,48 Lintang Selatan dan 120,26 Bujur Timur, tepatnya sekitar 26 kilometer barat laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, dengan kedalaman 11 kilometer.
BMKG menegaskan informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data masih dapat berubah seiring kelengkapan data yang diterima.
Mengapa Manggarai Rawan Gempa?
Wilayah Flores, termasuk Kabupaten Manggarai, merupakan salah satu daerah dengan aktivitas kegempaan tinggi di Indonesia bagian timur.
Kondisi ini dipengaruhi oleh kompleksitas tektonik di kawasan Nusa Tenggara yang berada di antara interaksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, serta keberadaan sejumlah struktur sesar aktif, termasuk jalur Flores Back Arc Thrust atau sesar naik Flores.
Aktivitas pergerakan lempeng dan patahan tersebut menyebabkan wilayah NTT cukup sering mengalami gempa bumi dengan magnitudo bervariasi.
Korelasi Magnitudo dan Kedalaman terhadap Dampak
Gempa berkekuatan Magnitudo 2,3 tergolong gempa kecil yang umumnya hanya dapat dirasakan lemah oleh masyarakat di sekitar pusat gempa atau bahkan tidak dirasakan sama sekali.
Namun, kedalaman gempa yang relatif dangkal, yakni 11 kilometer, membuat getaran berpotensi lebih terasa di wilayah yang dekat dengan episenter dibandingkan gempa berkedalaman menengah atau dalam.
Meski demikian, dengan magnitudo yang kecil, gempa ini umumnya tidak menimbulkan kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
Imbauan BMKG dan Tips Menghadapi Gempa
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Warga diminta untuk selalu mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan saat terjadi gempa antara lain:
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, namun tidak panik. Pantau informasi resmi BMKG untuk mengetahui perkembangan terbaru, mengingat data awal gempa masih dapat berubah setelah proses pemutakhiran selesai. (*)