Lokasi Acara PENAS Gorontalo Dipastikan Rampung 100 Persen pada 17 Juni 2026
Wawan Akuba June 15, 2026 05:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Persiapan pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang dipusatkan di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, kini telah memasuki tahap penyelesaian akhir dengan progres pekerjaan mencapai 85 persen.

Seluruh infrastruktur pendukung dan arena pameran ditargetkan rampung total pada Rabu (17/6/2026) mendatang atau H-3 pembukaan.

Pantauan TribunGorontalo.com, lokasi Penas di kawasan GOR David Tony Limboto tampak ramai pagi tadi, Senin (15/6/2026) pukul 09.42 Wita.

Beberapa penyuluh Kabupaten Gorontalo sibuk mengurusi display mereka.

LOKASI PENAS -- Panitia tengah mengecat pagar di dekat kolam ikan di lokasi Penas
LOKASI PENAS -- Panitia tengah mengecat pagar di dekat kolam ikan di lokasi Penas Petani Nelayan, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Senin (15/6/2026) pagi. (Sumber: TribunGorontalo.com/Fajri A. Kidjab)

Display merupakan area percontohan langsung atau dikenal Gelar Teknologi.

Saat memasuki gerbang, alat berat eskavator berwarna kuning menyambut pengunjung.

Operator pria mengeruk pasir dan meratakan jalan yang berair akibat hujan.

Beberapa meter dari situ, petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan tengah berkomunikasi di pendopo.

Satu pendopo lain sedang dibangun. Ada pula pria berbaju pink tengah mengecat pagar.

Tiga pemuda bercebur di long storage (selokan air yang terdapat kincir). Mereka membersihkan sampah di dasar selokan.

Sementara itu, lokasi lain yang menjadi perhatian adalah Greenhouse. Dua wanita asal Jakarta dan Bogor sedang asyik mengatur posisi sayur seledri.

Rizky Safira (24) dan Regita Chayani (24) telah mempersiapkan display sejak sebulan terakhir.

Kesiapan Panitia

Ketua Panitia PENAS Petani Nelayan XVII, Muljadi Mario, menjelaskan bahwa pusat kegiatan pameran utama (Pusat PENAS) akan menempati lahan seluas 7,2 hektare.

Sementara itu, untuk lokasi pertemuan, rembuk, dan forum ilmiah, panitia menyediakan area seluas 2 hektare yang tersebar di wilayah Kabupaten Gorontalo.

Beberapa titik strategis yang disiapkan menjadi lokasi pertemuan antara lain Gedung Kasmat Lahay, Aula Dinas Kebudayaan (Dibud), Aula Kantor Wilayah (Kanwil), serta Gedung SMA Negeri 1 Limboto yang akan digunakan khusus untuk menyelenggarakan forum Temu Karya.

Mengenai kapasitas massa, Muljadi merincikan bahwa acara pembukaan dirancang untuk menampung 5.000 orang peserta umum.

Selain itu, panitia menyiapkan kuota khusus bagi 6.000 orang tamu VIP, dengan estimasi total massa yang akan memadati hari puncak perayaan PENAS Petani dan Nelayan XVII mencapai sekitar 12.000 orang.

"Saat ini lokasi venue sedang tahap finishing, pekerjaan sisa 15 persen lagi. Target kami pada 17 Juni semua fasilitas sudah selesai 100 persen. Berdasarkan agenda, Bapak Menteri Pertanian (Mentan) akan membuka rangkaian acara, sementara puncak perayaan PENAS Petani dan Nelayan XVII akan dihadiri langsung oleh Bapak Presiden Republik Indonesia," kata Muljadi Mario saat diwawancarai, Senin (15?6/2026)

Muljadi menegaskan peringatan keras kepada seluruh pihak agar menjaga kondusivitas transaksi akomodasi.

Ia meminta tidak boleh ada oknum masyarakat maupun pihak luar yang bertindak sebagai makelar sewa-menyewa rumah atau penginapan (homestay) demi meraup keuntungan sepihak.

"Proses sewa-menyewa hunian hanya boleh terjadi secara langsung antara pihak kontingen dengan pemilik rumah asli. Di sisi ekonomi, warga pemilik homestay lokal sendiri dipastikan mendapatkan dampak positif berupa pendapatan sewa rata-rata sebesar Rp160 ribu per hari," tegasnya.

Untuk menunjang mobilitas dan pelayanan transportasi di sekitar lokasi acara, pemerintah daerah setempat bersama panitia juga merangkul para pengemudi becak motor (bentor).

Para pengemudi becak motor (bentor) ini akan diberikan kostum resmi berupa rompi khusus dari pihak panitia.

Selain identitas seragam, bentor-bentor tersebut akan diberi stempel resmi dari Jasa Raharja untuk memastikan seluruh pengemudi dan penumpang mendapatkan jaminan santunan keselamatan.

Tidak hanya itu, para pengemudi bentor juga akan menerima stimulus berupa voucher Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disalurkan langsung oleh Bupati Gorontalo.

Muljadi mengimbau para pengemudi bentor agar bersama-sama menjaga kenyamanan penumpang dengan menerapkan tarif sewa yang wajar dan tidak menaikkan harga secara sepihak memanfaatkan momentum PENAS.

Guna mengantisipasi adanya pelanggaran atau pelayanan yang kurang memuaskan, panitia akan menyediakan nomor kontak pengaduan (hotline) yang dapat dihubungi oleh para peserta dan wisatawan kapan saja.

"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat Gorontalo untuk menjadi tuan rumah yang baik dan melayani dengan sepenuh hati. Kita harus memastikan seluruh peserta merasa nyaman, aman, sehingga ketika mereka kembali, mereka membawa kesan yang baik dan akan menceritakan keramahan kita kepada kerabat mereka," pesan Muljadi.

Masyarakat juga diajak untuk aktif menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban lingkungan sepanjang pergelaran akbar ini.

Selain menyajikan pameran Gelar Teknologi (Geltek) pertanian, PENAS XVII juga akan menghadirkan serangkaian hiburan religi untuk publik.

Rangkaian acara keagamaan tersebut meliputi kegiatan salat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan tausiyah bersama Ustaz Solmed di Masjid Baiturrahman.

Tak hanya itu, musisi religi nasional, Opick, dijadwalkan tampil menghibur masyarakat pada tanggal Senin (22/6/2026) malam.

Dampak ekonomi langsung juga sudah mulai dirasakan oleh warga di sekitar lokasi PENAS.

Melalui momentum ini, sarana dan prasarana publik seperti perbaikan akses jalan, pembersihan got, dan normalisasi gorong-gorong digencarkan.

Warung-warung kuliner lokal milik warga sekitar yang menjual nasi kuning, pisang goreng, hingga bubur ayam dilaporkan mengalami peningkatan omzet yang signifikan seiring ramainya kunjungan dari berbagai daerah.

Progres Gelar Teknologi Pertanian Nasional

Sementara itu, menjelang empat hari menuju puncak acara gelaran teknologi pertanian nasional, ratusan penyuluh pertanian bersama petugas Badan Rancangan Modernisasi Pertanian (BREMPEN) dari berbagai penjuru tanah air terus memacu persiapan di lapangan.

Penyuluh Pertanian Kabupaten Gorontalo, Dewi Mohammad, menyatakan bahwa fokus utama tim di lapangan saat ini adalah melakukan perawatan dan pemeliharaan intensif terhadap puluhan jenis komoditas tanaman yang dipamerkan agar tampil maksimal pada acara puncak.

"Saat ini pekerjaan kami tinggal fokus pada perawatan dan pemeliharaan tanaman agar tampil maksimal saat acara puncak nanti," ujar Dewi saat diwawancarai di lokasi pameran.

Dewi menjelaskan, terdapat sekitar 27 display gelar teknologi yang menyajikan berbagai varietas komoditas unggul nasional. Komoditas tersebut meliputi varietas padi unggul, jagung, hortikultura, hingga aneka kacang-kacangan.

Seluruh tanaman ini ditata secara runut dan estetis mulai dari area depan hingga ke bagian belakang area pameran.

Untuk mengelola seluruh display tersebut, Kementerian Pertanian melibatkan sinergi besar-besaran antara penyuluh lokal dan tim teknis.

Sebanyak 148 penyuluh pertanian dari Kabupaten Gorontalo diterjunkan untuk diperbantukan bersama dengan lebih dari 500 penyuluh tingkat Provinsi Gorontalo.

Selain unsur penyuluh, penggarapan proyek percontohan ini juga didukung penuh oleh tim teknis yang datang dari berbagai balai besar di Indonesia.

"Mereka yang bekerja di lapangan ini sebagian besar adalah pegawai BREMPEN, bukan petani. Ada tim dari Maros yang menangani komoditas gandum, dari Lembang untuk bawang merah, serta tim dari Blitar dan Jawa Timur," tambah Dewi.

Sementara itu, untuk sektor peternakan seperti area pacuan kuda dan pameran sapi potong, persiapannya ditempatkan di area terpisah di bagian belakang.
 
Hewan-hewan ternak tersebut dijadwalkan baru akan didatangkan ke lokasi dalam dua atau tiga hari ke depan sebelum acara dimulai untuk menjaga kondisi kesehatan hewan.

Adapun pembukaan PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo digelar pada 20 Juni 2026. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.