TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili tingkat SMP di Kabupaten Kediri resmi dibuka. Hari pertama pelaksanaan di SMPN 1 Ngasem dipadati calon peserta didik bersama orang tua yang datang sejak pagi untuk mengikuti proses pendaftaran.
Tingginya antusiasme masyarakat membuat antrean pendaftar cukup panjang. Bahkan hingga menjelang siang, panitia telah melayani sekitar 150 nomor antrean yang masuk dalam proses verifikasi dan pendaftaran.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin meninjau langsung pelaksanaan SPMB di SMPN 1 Ngasem sejak pukul 07.45 WIB. Dari hasil pemantauan, pelaksanaan berjalan lancar meski ditemukan sejumlah kendala teknis terkait antrean pendaftar.
Muhsin mengungkapkan, beberapa orang tua yang telah mengambil nomor antrean justru meninggalkan lokasi. Akibatnya, saat nomor mereka dipanggil oleh panitia, yang bersangkutan tidak berada di tempat sehingga proses pelayanan harus dialihkan ke nomor berikutnya.
Baca juga: Residivis Jambret 5 Lokasi di Trenggalek Ditangkap Polisi, Perempuan dan Lansia Jadi Korban
"Ada temuan orang tua yang sudah mengambil nomor itu sebagian ada yang pulang atau ke mana gitu. Sehingga ketika dipanggil enggak ada orangnya. Itu di nomor-nomor pendek seperti 25 ke bawah," ucap Muhsin usai meninjau lokasi, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat panitia harus mengambil inisiatif memanggil nomor antrean yang lebih besar agar pelayanan tetap berjalan dan tidak menghambat peserta lain yang sudah menunggu.
"Sehingga panitia mengambil inisiatif untuk mengambil nomor atas, nomor 60 dan dilihat tadi ada juga yang baru datang, langsung menunjukkan nomor langsung masuk," tambahnya.
Muhsin menegaskan bahwa kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di antara peserta lain. Sebab, peserta yang baru datang bisa terlihat seolah-olah menyerobot antrean, padahal mereka sebenarnya memegang nomor antrean yang lebih kecil dan telah dipanggil sebelumnya.
Karena itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri mengimbau para orang tua maupun wali murid untuk tetap berada di lokasi setelah mengambil nomor antrean. Dengan demikian proses pelayanan dapat berjalan lebih tertib dan transparan.
"Antrean seperti itu tidak konsisten, dan kita berharap dengan situasi ini orang tua menunggu dulu terutama antrian-antrian bawah itu tidak usah ditinggal. Sebab kalau terus terjadi seperti itu dikhawatirkan ada kecurigaan dari peserta lain," jelasnya.
Muhsin juga mengingatkan bahwa pengambilan nomor antrean yang dapat dilayani pada hari yang sama dibatasi hingga pukul 12.00 WIB. Kebijakan tersebut diterapkan agar pelayanan pendaftaran tetap terkendali dan seluruh peserta mendapatkan kepastian layanan.
Sementara itu, Ketua Panitia SPMB SMPN 1 Ngasem, Moh. Ishomudin mengatakan secara umum pelaksanaan jalur domisili pada hari pertama berlangsung lancar. Namun, pihak sekolah masih menemukan kendala terkait pengaturan antrean yang belum sepenuhnya dipatuhi oleh masyarakat.
"Karena memang sudah kami sepakati sebenarnya boleh mengambil nomor apabila sudah jam 06.30 WIB. Tapi prakteknya nggih nuwun sewu masyarakat kita itu aturan kayaknya pokoknya saya sudah di sini harus dapat," bebernya.
Menurut Ishomudin, panitia kerap harus memanggil nomor antrean berulang kali karena pemilik nomor tidak berada di lokasi. Untuk menghindari antrean terhenti, panitia terpaksa melanjutkan pemanggilan nomor berikutnya.
Baca juga: Musim Giling Dimulai, PG Meritjan Bagikan 904 Paket Gula untu Masyarakat Kediri
"Kalau yang ngambilnya pagi, ternyata setelah dipanggil belum ada. Nah itu harus di skip. Walaupun nanti diulang-ulang. Seandainya nomor 1 sampai 10 belum ada, dilanjutkan nomor 11 dan seterusnya. Nanti diulangi lagi 1 sampai 10 sudah ada apa belum," jelasnya.
Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, SMPN 1 Ngasem menyediakan total kuota 320 siswa yang terbagi dalam 10 rombongan belajar dengan kapasitas 32 siswa per kelas. Dari jumlah tersebut, jalur domisili memperoleh alokasi 40 persen atau sekitar 128 kursi.
Sementara kuota jalur prestasi dan afirmasi pada tahap pertama telah terpenuhi seluruhnya. Adapun jalur mutasi hingga saat ini baru terisi sekitar separuh dari kuota yang tersedia.
"Yang belum terpenuhi itu jalur mutasi masih separuh dari 16, jadi masih 8 per hari kemarin. Nanti kalau belum terpenuhi diambil dari jalur domisili," kata Ishomudin.
Dia menambahkan, jumlah pendaftar pada tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi adalah pelaksanaan SPMB di wilayah Kota Kediri yang belum dimulai, sehingga sebagian calon peserta didik memilih mendaftar lebih dahulu ke SMPN 1 Ngasem.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)