Sopir Truk di Jambi Harus Sisihkan 1 Hari Khusus untuk Antre BBM, Pengguna Dexlite Pindah Subsidi
asto s June 15, 2026 03:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Para sopir truk di Jambi harus menyisihkan waktu 1 hari dalam 1 minggu, khusus untuk antre BBM solar di SPBU, Senin (15/6/2026).

Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Jambi bukan hanya menguras kesabaran para sopir, tetapi juga memangkas waktu kerja.

Harir, sopir truk angkutan barang, menuturkan harus memulai antrean sejak dini hari agar bisa mendapatkan solar subsidi.

Antrean biasanya sudah dimulai sejak selepas Subuh.

"Mengantre biasanya habis subuh, sekitar jam lima atau setengah enam. Biasanya baru dapat giliran jam 11 siang. Hampir enam jam antre," kata Harir, Senin (15/6/2026).

Dia mengatkan antrean solar di SPBU semakin panjang sejak pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi beberapa waktu lalu. 

Kenaikan harga Dexlite membuat banyak kendaraan diesel beralih menggunakan solar subsidi.

"Dulu banyak yang pakai Dexlite. Setelah harga BBM naik, lari ke solar karena selisihnya jauh, lumayan besar," ujarnya.

Harir menyebut kendaraan angkutan logistik yang sebelumnya menggunakan Dexlite kini banyak yang ikut mengantre solar subsidi.

"Biasanya angkutan seperti mobil ekspedisi itu pakai Dexlite, sekarang pakai solar juga. Selisih biayanya bisa sampai tiga kali lipat," katanya.

Karena tingginya antrean, Harir memilih datang lebih pagi untuk memastikan masih kebagian bahan bakar. 

"Kalau ke SPBU lain susah juga. Dari pagi sudah antre panjang. Takut solar habis, jadi memang harus datang pagi," ujarnya.

Ia mengaku pernah tak kebagian bahan bakar padahal sudah berjam-jam mengantre karena stok solar di SPBU.

"Pernah juga antre lama, ternyata habis solar. Tapi biasanya petugas SPBU memberi tahu berapa sisa stok yang ada," katanya.

Dalam sekali pengisian, Harir biasanya membeli solar senilai Rp350 ribu untuk kebutuhan operasional kendaraan.

Menurutnya, dampak antrean tidak hanya dirasakan dari sisi biaya operasional, tetapi juga waktu kerja yang terbuang.

"Kami terpengaruh dari biaya besar dan waktu juga. Bukan cuma mau ngantre solar saja, kami juga harus bekerja," ujarnya.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, Harir bahkan harus menyediakan satu hari khusus dalam sepekan hanya untuk mengantre bahan bakar.

"Kami memang ada satu hari khusus untuk antre bahan bakar. Jadi paling berangkat kerja tiga hari dalam seminggu, karena satu hari habis untuk urusan solar," tuturnya.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para sopir angkutan barang di Kota Jambi. 

Selain menghadapi kenaikan biaya operasional, mereka juga harus kehilangan jam produktif akibat panjangnya antrean solar di SPBU. (Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri)

Baca juga: Cara Daftar Lowongan Penggerak HAM 2026, Di Jambi Ada 8 Kabupaten Buka Formasi

Baca juga: Polisi dan Mobil Meriam Air Siaga di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Kabar Mahasiswa Jambi Demo

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.