TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BONDOWOSO - Sebuah kios Pertamini di Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengalami kebakaran hebat pada Senin (15/6/2026).
Tak hanya menghanguskan seluruh peralatan pom mini, insiden ini juga menyebabkan tiga karyawan mengalami luka bakar hingga harus menjalani perawatan di Puskesmas Sukosari.
Kapolsek Sukosari, AKP Achmad Purwanto, memastikan para korban telah mendapatkan penanganan medis. Mereka mengalami luka bakar saat berupaya menyelamatkan diri.
"Korban ada tiga, mereka yang bertugas pada shift siang. Korbannya ada yang luka bakar ringan, ada juga yang memar," ujarnya.
Achmad menjelaskan, kebakaran bermula saat petugas hendak menghidupkan mesin DAP dari pompa bensin tersebut. Namun, muncul korsleting pada mesin DAP yang kemudian memercikkan api dan memicu kebakaran.
Baca juga: Stadion Notohadinegoro Jember Dinilai Belum Layak, Pasuruan United Minta Laga Persak Dipindah
"Dari mesin DAP terjadi korsleting," terangnya.
Berdasarkan pengakuan korban, Pertamini tersebut sehari-hari menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Solar. Sebelum kejadian, stok BBM di lokasi sebenarnya sudah menipis dan belum dilakukan pengisian ulang.
"Kayanya masih ada sisa (BBM-nya), tadi saya tanyakan ke petugas di lapangan," jelas Kapolsek.
Sementara itu, Kabid Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Tedy, mengatakan bahwa laporan kebakaran masuk sekitar pukul 13.18 WIB. Pihaknya langsung bergerak menuju lokasi dan tiba dalam waktu 15 menit lantaran posisinya yang cukup jauh dari kawasan kota.
Setibanya di lokasi, tim Damkar bersama warga sekitar serta personil TNI-Polri langsung bahu-membahu menjinakkan si jago merah.
"Kurang lebih sekitar 20 menit api berhasil kami padamkan," kata Vara Tedy.
Ia menambahkan, sebanyak tiga unit armada dikerahkan ke lokasi kejadian, yakni armada Karsento, Water Supply, dan unit Rescue.
Akibat insiden ini, tak hanya tangki dan seperangkat alat pompa bensin yang hangus, bagian atap bangunan pom mini juga hangus terbakar.
"Berdasarkan keterangan pemilik, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 10 hingga 20 juta," imbuhnya.
Dita, seorang warga setempat, menceritakan bahwa kebakaran tersebut sempat diwarnai suara ledakan keras hingga tiga kali. Rentetan ledakan itu sempat membuat warga panik dan berlarian menyelamatkan diri.
Di saat bersamaan, ketiga pekerja yang terluka langsung dibopong dan dievakuasi menggunakan sepeda motor menuju Puskesmas terdekat.
"Pas ledakan ketiga itu, apinya baru mulai mengecil," ungkap Dita.
Baca juga: Tak Diambil Pemiliknya, 20 Motor Hasil Operasi Balap Liar di Situbondo Akan Dilelang Kejaksaan
Setelah ledakan terakhir terdengar dan api mulai mereda, warga bersama aparat TNI-Polri langsung mencoba memadamkan api dengan alat seadanya sebelum akhirnya armada petugas Damkar tiba di lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga korban terluka di antaranya Fernando dan Samsul Arifin yang merupakan warga Desa Wonosuko, Kecamatan Tapen.
Sementara satu korban lainnya bernama Prasetyo, warga Desa Sumbergading, Kecamatan Sumberwringin.
(Sinca Ari Pangistu/TribunMataraman.com)