Pemprov Bengkulu Usulkan Anggaran Rp60 Miliar untuk Revitalisasi Masjid Jamik dan Taman Remaja
Ricky Jenihansen June 15, 2026 03:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong penataan sejumlah kawasan strategis guna meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus menjaga nilai sejarah daerah.

Pemprov berencana melakukan revitalisasi Masjid Jamik dan Taman Remaja yang berada di Kota Bengkulu.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, yang mengatakan salah satu program yang diusulkan melalui pendanaan pemerintah pusat adalah penataan kawasan Taman Remaja Bengkulu.

Menurut Tejo, pada tahun ini pihaknya akan memulai tahapan awal berupa pembersihan area, pembangunan jogging track, serta penataan kawasan parkir.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan sebelum kawasan tersebut diajukan kembali kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk mendapatkan dukungan pembangunan lanjutan.

“Kita mulai dari pembersihan kawasan, pembangunan jogging track, dan penataan parkir. Setelah proses penataan awal selesai dan kawasan sudah bersih, akan kita usulkan kembali kepada kementerian untuk pembangunan berikutnya,” ujar Tejo saat diwawancarai di Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mengajukan anggaran sekitar Rp60 miliar kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk mendukung penataan menyeluruh kawasan Taman Remaja.

Penataan Masjid Jamik

Selain Taman Remaja, Pemprov Bengkulu juga mengusulkan penataan kawasan Masjid Jamik Bengkulu yang memiliki nilai sejarah tinggi karena berkaitan dengan rancangan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Menurut Tejo, revitalisasi kawasan Masjid Jamik bertujuan mengembalikan fungsi dan tata ruang yang lebih baik sesuai dengan kondisi awal bangunan, tanpa menghilangkan nilai sejarah yang melekat pada masjid tersebut.

“Masjid Jami juga kita usulkan untuk ditata kembali agar lebih baik dan sesuai dengan konsep awalnya. Kita ingin memperbaiki kawasan ini dengan kondisi yang terbaik,” katanya.

Salah satu fokus penataan adalah penyediaan lahan parkir yang lebih memadai serta pengaturan kembali fasilitas pendukung, termasuk area tempat wudu.

Namun demikian, seluruh rencana tersebut akan terlebih dahulu dikonsultasikan dengan masyarakat dan para tokoh yang selama ini terlibat dalam pengelolaan Masjid Jami.

Tejo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengambil keputusan secara sepihak.

Setiap tahapan perencanaan akan mempertimbangkan masukan dari pengurus masjid, tokoh agama, dan masyarakat agar hasil penataan tetap menghormati nilai sejarah sekaligus memenuhi kebutuhan jamaah.

“Kami akan meminta persetujuan dan masukan dari masyarakat, terutama para sesepuh dan pengelola masjid, sehingga penataan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat dan tetap menjaga nilai sejarah Masjid Jami,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.