Nasib Tragis Staf SPPG Makassar yang Nyawanya Dihabisi Secara Sadis, Ketua RT Ungkap Fakta
jonisetiawan June 15, 2026 04:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Warga Jalan Mannuruki 6, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dikejutkan oleh peristiwa yang mengundang perhatian banyak pihak pada Minggu (14/6/2026) malam.

Seorang perempuan muda berinisial ANA (24), yang diketahui bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ditemukan meninggal dunia di kamar kos yang selama ini ditempatinya bersama keluarga kecilnya.

Peristiwa tersebut segera menyita perhatian warga sekitar. Aparat kepolisian bersama tim identifikasi dan tenaga medis kepolisian langsung mendatangi lokasi guna melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.

Seiring berjalannya proses penyelidikan, polisi mengungkap adanya dugaan tindak pidana dan kini fokus mendalami kemungkinan keterlibatan suami korban yang telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.

Baca juga: Siasat Licik Tersangka Asep Yusuf Setor Uang ke Sony Sonjaya Demi Kuasai Titik Dapur Program MBG

Penemuan Korban Menggemparkan Lingkungan Sekitar

Korban ditemukan di sebuah kamar kos yang berada di kawasan Jalan Mannuruki 6. Penemuan itu membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi karena ingin mengetahui peristiwa yang terjadi.

Petugas dari Polsek Tamalate, Tim Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, serta Tim Jatanras Polrestabes Makassar kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Untuk mendukung proses penyelidikan, area sekitar lokasi juga dipasangi garis polisi.

Polisi Temukan Indikasi Tindak Pidana

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, penyidik menemukan adanya tanda-tanda yang mengarah pada dugaan tindak pidana.

Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latief, menjelaskan bahwa petugas menemukan luka pada tubuh korban saat proses identifikasi dilakukan.

"Korban seorang perempuan. Pada saat ditemukan (ada) luka di leher, digorok," ujar Abd Latief.

Setelah seluruh proses olah TKP selesai dilakukan, jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Makassar guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Ilustrasi mayat.
Ilustrasi mayat. Seorang perempuan karyawan MBG berinisial ANA (24) ditemukan meninggal di kamar kosnya di Jalan Mannuruki 6, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada Minggu malam (14/6/2026). (Tribunnews/ist)

Suami Korban Diamankan untuk Pemeriksaan

Dalam perkembangan penyelidikan, polisi mengarahkan perhatian kepada suami korban yang berinisial A.

Berdasarkan temuan awal yang diperoleh di lapangan, aparat kemudian mengamankan A guna dimintai keterangan terkait peristiwa yang menewaskan istrinya tersebut.

"Untuk baket (bahan keterangan) sementara yang kita temukan pelaku itu diduga suaminya sendiri," kata Abd Latief.

Meski demikian, hingga saat ini polisi masih terus mendalami berbagai keterangan dan belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai peran maupun keterlibatan pihak yang diperiksa.

Baca juga: SPPG di Daerah Siap-siap! Kejagung Instruksikan Jaksa Bidik Dapur MBG yang Terlibat Korupsi

Sejumlah Barang Bukti Diamankan

Selain melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan pihak terkait, petugas juga mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Barang bukti yang diamankan antara lain sebuah pisau, telepon seluler, serta pakaian milik korban yang ditemukan di lokasi kejadian.

"Barang bukti ada beberapa, terutama pisau yang dipakai, kemudian HP, baju korban yang diamankan sementara," ujar Abd Latief.

Barang-barang tersebut akan menjadi bagian dari proses pembuktian untuk membantu mengungkap rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Korban dan Keluarga Baru Menempati Kos Kurang dari Setahun

Ketua RT setempat, M. Muzakar (58), mengungkapkan bahwa korban bersama suaminya belum genap satu tahun tinggal di lokasi tersebut.

Menurutnya, pasangan itu juga telah memiliki seorang anak dan selama tinggal di lingkungan tersebut tidak banyak diketahui aktivitas pribadinya oleh warga sekitar.

"Dia kontrak rumah di sini, belum cukup satu tahun dan mempunyai satu anak," kata Muzakar.

Muzakar juga mengaku memperoleh informasi bahwa korban bekerja dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG.

"Suaminya saya tidak tahu kerja di mana, tapi kalau ini korban menurut informasi dia bekerja di MBG. Kalau untuk posisinya sebagai apa kita tidak tahu," paparnya.

Baca juga: Cara Lodewyk Pusung Hipnotis Investor Sukabumi Cairkan Dana Miliaran untuk MBG, Isi MoU Terungkap

Motif Masih Menjadi Misteri

Hingga kini, polisi masih terus mendalami motif yang melatarbelakangi peristiwa tersebut. Penyidik belum memberikan kesimpulan mengenai penyebab maupun faktor yang memicu kejadian itu.

"Untuk sementara belum kita ketahui apa karena kita belum melakukan pemeriksaan," kata Abd Latief.

Senada dengan itu, Ketua RT setempat juga mengaku belum mengetahui persoalan yang mungkin terjadi di dalam keluarga korban.

Menurut keterangan warga, tidak ada suara keributan mencolok yang terdengar sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

"Kalau masalahnya belum ada yang tahu sampai dibunuh karena tetangga kamar juga tidak ada mendengar kalau terjadi pembunuhan," ujar Muzakar.

Polisi Terus Kumpulkan Fakta

Kasus ini masih berada dalam tahap penyelidikan intensif. Polisi terus mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa barang bukti, serta menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian yang menimpa pegawai SPPG tersebut.

Masyarakat kini menunggu hasil penyelidikan aparat guna memperoleh kepastian mengenai penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa yang mengakhiri kehidupan perempuan muda tersebut.

***

(TribunTrends/TribunTimur)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.