Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mulai menggarap sejumlah proyek strategis pembangunan infrastruktur jalan pada 2026.
Salah satu yang saat ini telah memasuki tahap pengerjaan adalah peningkatan Jalan Tanjunganom-Daleman yang menghubungkan wilayah Kecamatan Grogol dan Kecamatan Baki.
Pada proyek tersebut, ruas jalan yang sebelumnya berlapis aspal akan ditingkatkan menjadi jalan cor beton guna memperkuat daya tahan jalan terhadap tingginya mobilitas kendaraan yang melintas setiap hari.
Pengerjaan dimulai setelah proses lelang proyek selesai beberapa pekan lalu.
Pemenang tender yang telah melakukan survei lapangan langsung memulai pekerjaan pengecoran beton pada ruas jalan tersebut.
Baca juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Sukoharjo Disidak Bupati Etik, Ditarget Rampung Sebelum Tahun Ajaran Baru
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Atmojo, mengatakan peningkatan Jalan Tanjunganom-Daleman merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah.
“Pekerjaan peningkatan jalan di ruas Jalan Tanjunganom-Daleman mulai dikerjakan. Ruas jalan tersebut dicor beton agar lebih kuat dan kokoh serta tidak gampang rusak saat dilewati kendaraan berat,” kata Bowo, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, ruas Jalan Tanjunganom-Daleman memiliki peran penting sebagai jalur penghubung dua kecamatan, yakni Grogol dan Baki.
Selain menjadi akses utama masyarakat, jalan tersebut juga mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi barang sehingga membutuhkan kualitas konstruksi yang lebih baik.
Bowo menjelaskan, pekerjaan yang dilaksanakan tahun ini merupakan kelanjutan proyek serupa yang telah dimulai pada 2025.
Sebagian ruas jalan sudah berhasil dicor beton pada tahun lalu, sedangkan pekerjaan tahun ini difokuskan untuk menyelesaikan sisa ruas yang belum tersentuh pembangunan.
“Sebagian ruas Jalan Tanjunganom-Daleman sudah dicor beton yang dikerjakan pada tahun lalu. Pekerjaan tahun ini melanjutkan sisa ruas jalan yang belum dicor beton,” ujarnya.
Baca juga: DPUPR Sukoharjo Lakukan Peningkatan Jalan Tanjunganom–Daleman, Akses Warga Makin Nyaman
Sebagai informasi, Pemkab Sukoharjo menilai pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik jalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat konektivitas antarwilayah.
Dengan kondisi jalan yang lebih baik, mobilitas masyarakat diharapkan semakin lancar, waktu tempuh menjadi lebih singkat, serta distribusi barang dan jasa dapat berjalan lebih efisien.
Selain itu, peningkatan kualitas jalan juga diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi akibat kondisi jalan yang rusak.
“Pembangunan infrastruktur jalan menjadi bagian dari upaya peningkatan fasilitas publik sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah. Selain memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang, peningkatan kualitas jalan juga diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas,” jelas Bowo.
Tak hanya Jalan Tanjunganom-Daleman, Pemkab Sukoharjo juga tengah menyiapkan sejumlah proyek strategis lainnya pada tahun ini.
Tiga ruas jalan yang masuk dalam program prioritas pembangunan infrastruktur 2026 yakni peningkatan Jalan Tawangsari-Pojok, Jalan Ambil-Ambil-Tanjung, serta Jalan Adi Sumarmo di Kecamatan Kartasura.
Keempat proyek tersebut menjadi fokus pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat saat beraktivitas.
Baca juga: Bupati Etik Pimpin Apel Siaga dan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Digelar di Halaman Setda Sukoharjo
Pemkab Sukoharjo menargetkan seluruh proyek strategis jalan tersebut dapat diselesaikan sebelum akhir tahun 2026.
Dengan rampungnya pembangunan, diharapkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Sukoharjo semakin baik dan mampu mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor.
(*)