TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Petugas pemadam kebakaran (damkar) berjibaku selama sekitar 1,5 jam berupaya mengendalikan kebakaran bangunan usaha Bakso dan Mie Ayam ABC di Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (15/6/2026).
Meski petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah api tidak merembet ke bangunan lain, proses penanganan pemadaman api di lapangan diwarnai sejumlah kendala. Mulai dari laporan yang diterima saat api sudah membesar hingga kemacetan lalu lintas akibat banyak warga berkerumun menonton kebakaran tersebut.
Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Tarakan, Sofyan, mengatakan, banyak pengendara yang menghentikan kendaraan untuk melihat kebakaran sehingga jalur yang dilalui armada pemadam kebakaran menjadi tersendat.
"Ada kesulitan. Rekan-rekan media lihat sendiri di jalan raya, macet total. Akses jalan menjadi kendala," ucap Sofyan.
Baca juga: Cerita Lukas Pekerja Bakso dan Mie Ayam ABC, Saat Bangun Tidur Kamar Penuh Asap, Hanya Bisa Bawa HP
Menurut Sofyan, kondisi tersebut menjadi evaluasi bersama ke depan agar penanganan kebakaran dapat berjalan lebih cepat.
"Nah ini ke depan mungkin yang seperti begini perlu bantuan backup dari kepolisian atau dinas perhubungan di lapangan untuk pengaturan lalu lintas," ujarnya.
Saat ditanya penyebab kemacetan, Sofyan menilai faktor utama berasal dari banyaknya warga yang berhenti untuk menyaksikan peristiwa kebakaran.
Karena itu, ia mengimbau warga memberikan ruang kepada kendaraan darurat saat terjadi kebakaran maupun keadaan darurat lainnya.
"Harusnya petugas dulu yang diberi jalan. Pemadam kebakaran, puskesmas, perhubungan, kepolisian. Berilah ruang kepada petugas untuk lewat terlebih dahulu sehingga bisa segera sampai ke TKP," tegasnya.
Sofyan menjelaskan, proses pemadaman api berlangsung sekitar 30 menit. Namun petugas masih harus melakukan pendinginan selama kurang lebih satu jam guna memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
"Pemadamannya sendiri kurang lebih 30 menit. Kalau keseluruhan sampai pendinginan sekitar satu jam," katanya.
Baca juga: Breaking News Warung Bakso dan Mie Ayam ABC di Mulawarman Tarakan Terbakar, Api Muncul di Lantai Dua
Menurut Sofyan, saat petugas tiba di lokasi, api sudah dalam kondisi cukup besar.
"Api memang sempat membesar duluan. Kita juga tidak tahu sumbernya dari mana, tiba-tiba sudah besar saat terlihat," ujarnya.
Ia menduga laporan dari masyarakat diterima ketika kondisi api sudah berkembang cukup jauh.
"Itu pun laporannya terlambat juga dari pihak warga sekitar. Kita awalnya hanya melihat ada asap," katanya.
Sofyan mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran karena masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Informasi mengenai titik awal api maupun sumber penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi.
"Kami belum bisa memastikan api penyebabnya dari mana, belum tahu. Yang jelas sekitar pukul 13.20 PMK menerima informasi warga melihat ada asap," ujar Sofyan.
Ia mengungkapkan, setelah menerima informasi adanya kepulan asap, unit pemadam dari sektor barat yang berada paling dekat dengan lokasi langsung bergerak menuju tempat kejadian.
"Unit dari barat langsung bergeser dua unit. Kemudian ada bantuan enam unit BKO dari Kampung Satu. Kita juga dibantu Brimob dengan kendaraan rantisnya, Korlakar dan PDAM," katanya.
Sofyan menjelaskan, respons petugas berlangsung cukup cepat. Dari saat menerima informasi hingga tiba di lokasi, waktu yang dibutuhkan sekitar lima menit.
"Response time kita lima menit. Begitu melihat asap, dalam lima menit kita sudah sampai," ujarnya.
Dalam operasi pemadaman tersebut, sedikitnya 52 personel diterjunkan. Bahkan sejumlah personel yang sedang tidak bertugas atau off turut dipanggil untuk membantu proses penanganan kebakaran.
Meski demikian, proses menuju lokasi kebakaran tidak berjalan mulus. Salah satu kendala terbesar yang dihadapi petugas adalah kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, kebakaran hanguskan satu rumah makan dan satu rumah lagi di sebelahnya terkena sambaran api namun tak sampai ikut hangus terbakar.
Untuk warung bakso dan mir ayam, bangunan tersebut memiliki ukuran memanjang hingga ke bagian belakang.
"Satu bangunan, tapi panjang. Ada bagian sewaan juga di belakang," ujarnya.
Sofyan memperkirakan tingkat kerusakan bangunan mencapai sekitar 60 hingga 70 persen.
"Kalau melihat kondisi, mungkin sekitar 60 sampai 70 persen terbakar," katanya.
Ia juga mengingatkan pemilik bangunan di sebelah warung untuk segera datang apabila terjadi peristiwa serupa, terutama jika bangunan dalam kondisi kosong.
Pasalnya, paparan panas dan penyemprotan air dalam jumlah besar dapat memengaruhi kekuatan struktur bangunan.
"Kalau ada kejadian seperti ini, pemilik bangunan sekitar yang kosong segera datang. Kita bisa mengurangi dampaknya. Bangunan yang terkena panas lalu disiram air dalam jumlah besar berpotensi mengalami keretakan sehingga perlu dicek kembali," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah