Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Charles Abar
POS-KUPANG.COM,BAJAWA- Euforia Piala Dunia 2026 belum dirasakan dampak bagi perputaran ekonomi di Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT, Senin 15 Juni 2026.
Meskipun pesta olahraga akbar yang digulirkan empat tahun sekali itu sudah bergulir sejak Kamis 11 Juni 2026, namun hingga kini belum memberikan efek domino bagi pedagang, lebih khusus terkait penjualan jersei Piala Dunia 2026.
Dalam pantauan media ini dari lorong ke lorong maupun stan pertokoan dalam Kota Bajawa, Jersei dari 48 negara yang ikuti Piala Dunia yang gelar di tiga negara itu belum nampak.
Belum ada satupun Jersei Timnas baik Argentina maupun Portugal yang memiliki bintang besar seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Jersey Lamine Yamal bocah ajaibnya Spanyol juga belum nampak.
Kondisi ini berbeda dengan piala dunia Qatar 2022 lalu. Banyak pedagang melihat ini sebagai peluang untuk meraup cuan. Hal itu juga nampak dari animo masyarakat yang sangat tinggi di negeri kaya minyak itu.
Baca juga: Ramaikan Piala Dunia Jersei Portugal dan Argentina Diburu Fans di Sumba Timur
Animo itu bukan hanya lahir dari penikmat sepak bola saja yang nampak melemah. Pedagang juga belum antusias untuk menjual Jersei negara yang ikuti Piala Dunia.
Seperti yang diungkapkan oleh Abdullah, salah satu pedagang yang lama berjualan di pasar tingkat Bajawa menyebut belum berani untuk memesan merchantdise Piala Dunia kali ini termasuk Jersei.
Ia malah lebih fokus menjual pakaian seragam menyambut tahun ajaran baru 2026/2027. Selain karena sepi peminat pengiriman barang dari Surabaya juga kata dia butuh waktu 3-4 Minggu.
"Kalau Jersei Timnas Piala Dunia kami belum berani jual, fokus pakaian seragam sekolah. Kami juga kendala pengiriman dari Surabaya itu agak lama, piala dunia berakhir, Jersey baru tiba, kita rugi nanti,” ujar Abdullah.
Bukan hanya Abdullah, hal senada juga diungkapkan oleh Aida, penjual pakaian di pertokoan Bajawa. Ia menyebut belum ada stok Jersei Timnas piala dunia hanya Jersey biasa yang mereka jual selama ini.
Baca juga: Hasil Piala Dunia 2026, Robert Bria Seran Nilai Lini Tengah Timnas Brasil Masih Longgar
Meskipun Ia menyadari akan ada euforia Piala Dunia 2026 ditengah masyarakat.
“Kami tau ada piala dunia, barang belum ada, belum ada yang tanya juga,” ujar Aida.
Euforia Nonton Bareng Menurun
Meskipun Kabuapten Ngada merupakan kiblat sepak bola di NTT dengan miliki Klub PSN Ngada yang saat ini lolos ke babak 32 Liga 4 Nasional Presiden Presiden 2026, nuansa nonton bareng atau Nobar belum mulai terasa.
Hal itu menurut Jemi, salah satu pencinta sepak bola di Kabuapten Ngada disebabkan oleh jam siar di pagi hari. Ia mengatakan, pagi hari itu banyak masyarakat sibuk kerja, anak-anak sibuk ke sekolah.
Ia mengatakan, banyak yang hanya menonton lewat HP atau nonton bersama rekan kerja di Kantor.
Baca juga: Hasil Piala Dunia 2026, Robert Bria Seran Nilai Lini Tengah Timnas Brasil Masih Longgar
“Ini mungkin karena maen pagi, jadi orang tidak mungkin Nobar jam kerja. Bisa jadi nanti kalau sudah babak 16 besar baru rame,” ujar Jemi.
Meski demikian, Pria yang mengidolakan Diego Maradona si pemilik gol ajaib tangan tuhan, Ia berharap Argentina kembali menjadi Champion untuk menambah koleksi bagi Messi dan kawan-kawan secara beruntun.
Hal itu bukan tanpa alasan, menurut Dia Tim Tanggo punya keunggulan tersendiri dengan permainan cantik sejak jaman Diego. Mereka juga memiliki materi pemain kelas dunia yang telah mencicipi juara dunia di Qatar tahun 2022.
“Saya sangat yakin, mereka kembali juara tahun ini. Walaupun tidak Juara saya cinta mati dengan Argentina,” ujar Jemi.(Cha).