FMBI Bogor Demo Kenaikan BBM Depan Istana Bogor, Marah Saat Polisi Padamkan Kobaran Api Pakai APAR
khairunnisa June 15, 2026 08:07 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Bergerak Indonesia (FMBI) demo di depan Istana Bogor atau dekat Simpang Denpom, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (15/6/2026).

Mereka menyoroti kasus korupsi badan gizi nasional (BGN) dan kenaikan harga BBM Jenis Pertamax yang sekarang 16.250 per liter.

Pantauan TribunnewsBogor.com, di lokasi, sampai pukul 17.55 WIB, demo terus berlangsung dan mahasiswa bergantian berorasi menggunakan pengeras suara.

Polisi berjaga berjejer tepat di depan mahasiswa yang sedang berorasi.

Massa aksi sudah membakar ban saat demo ini. Polisi langsung memadamkan api menggunakan APAR.

Api masih sempat berkobar dan Mahasiswa coba melemparkan sekantong bensin ke kobaran api namun dihalangi oleh polisi.

Mahasiswa sempat tidak terima dengan aksi polisi ini.

Polisi dengan cepat memadamkan api dan asap tebal pekat langsung terlihat dan tercium.

"Majulkan! MBG Prabowo Gibran Maling Berkedok Gizi," tulisan mahasiswa di dalam poster yang dibawa saat demo.

Baca juga: Isi 11+9 Tuntutan Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Tolak BBM Naik hingga MBG

Meski api dipadamkan, demo terus berlangsung dan orasi terus disampaikan mahasiswa.

Tujuh tuntutan demo terus dilantangkan di depan polisi yang berjaga.

Berikut tujuh tuntutan mahasiswa yang tergabung di dalam FMBI.

  1. Menolak kebijakan kenaikan harga BBM yang semakin membebani rakyat.
  2. Mendesak pemerintah melakukan evaluasi total terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  3. Menuntut langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan perekonomian nasional.
  4. Mendesak pemerintah membuka lapangan pekerjaan yang luas dan layak bagi masyarakat.
  5. Menuntut peningkatan kualitas serta akses pendidikan yang terjangkau.
  6. Menolak substansi bermasalah dalam RUU Polri Tahun 2026 yang berpotensi mengancam demokrasi dan hak-hak sipil masyarakat.
  7. Mendesak pemerintah agar lebih berpihak kepada kepentingan rakyat daripada kepentingan politik dan kelompok elite.

"Mahasiswa dan masyarakat akan terus mengawal setiap kebijakan publik yang menyangkut kepentingan rakyat banyak. Gerakan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan konstitusional dalam menjaga demokrasi, keadilan sosial, serta cita-cita reformasi," tegas mahasiswa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.