TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Sedikitnya 196 penyanyi gerejawi Sulsel, yang tergabung dalam kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026, resmi dilepas ke Manokwari, Papua Barat, Senin (15/6/2026).
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, DR H Jufri Rahman, M.Si, melepas mereka di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo No 269, Makassar.
Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Sulsel, Pdt. Adrie O. Massie, S.Th menyebut ke-196 penyanyi gereja ini akan bertarung 9 dari 12 kategori lomba di ajang nasional empat tahunan ini.
Sembilan Kategori itu antara lain; Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC), Paduan Suara Pria (PSP), Paduan Suara Anak (PSA), Vokal Grup, Musik Gerejawi Nusantara (MGN), Solo Remaja Pemuda Putera (SRP-Pa), Solo Remaja Pemuda Puteri (SRP-Pi), serta Solo Anak untuk usia 7-10 tahun Dan usia 11-15 tahun.
Sekprov didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Kerakyatan, Dr. Since Erna Lamba, SP, MP, serta Dan ikut begabung Kepala BPBD Sulsel Amson Padolo.
Pelepasan ini juga dihadiri jajaran pejabat Pemprov Sulsel, Kanwil Kemenag Sulsel, pengurus LPPD, serta jajaran panitia inti seperti Alfred CB, SS (Ketua Panitia), Stevie Margaret Sondakh (Sekretaris), Phouline Sjofie Brouwer (Bendahara), Alfrida Tandi (Bidang Dana), serta James Wehantouw dan Andi Baly (Bidang Humas).
Turut hadir pula pakar musik Sulsel yang didapuk menjadi Dewan Juri pada Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026, Yohan Tinungki, S.Mus, M.Mus.
Momen pelepasan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Pdt. Muhammad Ramli, S.Th.
Prosesi pelepasan penyanyi dari Makassar, Toraja Utara, Tana Toraja, Palopo, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utaraini ditandai penyerahan pataka LPPD Sulsel.
Bendera pataka diterima Ketua Kontingan Pesperawi Sulsel Pdt. Adrie Massie..
Dia pun mengibarkannya di hadapan para hadirin diiringi riuh tepuk tangan.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekprov Jufri Rahman, Gubernur menegaskan, seluruh anggota kontingen yang berangkat merupakan putra-putri pilihan.
"Kalian semua adalah insan terbaik yang telah dipilih, ditempah, dan dilatih dengan komitmen tinggi. Ingatlah bahwa nama Sulawesi Selatan selalu disegani di kancah nasional berkat torehan juara di masa lalu. Jadikan rekam jejak ini sebagai pemantik semangat untuk kembali membawa pulang piala, sekaligus menjadi saksi iman yang menyejukkan," tutur Gubernur dalam sambutannya.
Gubernur menyebut tanah Papua sudah seperti rumah kedua bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Hubungan emosional ini terbangun karena banyaknya warga berdarah Bugis, Makassar, Mandar, hingga Toraja yang telah lama menetap, berkarier, dan membaur dengan harmonis di sana.
Suasana semakin semarak ketika tiga peserta dari kategori Solo Anak dan Solo Remaja Putri diminta tampil unjuk gigi di depan forum.
Suara emas dan penghayatan mendalam yang mereka bawakan sukses memukau Sekprov H. Jufri Rahman beserta seluruh undangan yang hadir, sekaligus menjadi bukti kesiapan tempur kontingen.
Mengusung tema spiritual yang mendalam, "Aku Hendak Memuji Tuhan Pada Segala Waktu" (Mazmur 34:2a), agenda pelepasan ditutup dengan sesi foto bersama antara Sekprov Sulsel, pengurus LPPD, dan para peserta. Jabat tangan penuh kehangatan mengakhiri acara, menyuntikkan energi positif dan optimisme tinggi bagi seluruh kontingen sebelum melangkah ke medan laga.(*)