Ini 8 Tuntutan BEM Nusantara Sumsel saat Unjuk Rasa di DPRD, dari UU Perampasan Aset hingga Soal BBM
Moch Krisna June 15, 2026 06:45 PM

 






TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG
- Aksi unjuk rasa aliansi mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara Sumsel di depan gedung DPRD Provinsi Sumsel diwarnai aksi ratusan mahasiswa mengeluarkan kartu merah. Hal itu dilakukan sebagai simbol kekecewaan dan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Senin (15/6/2026). Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung damai tanpa adanya kericuhan.

Pantauan Tribunsumsel.com, sekitar pukul 15.30 WIB aksi unjuk rasa selesai setelah Ketua DPRD Provinsi Sumsel Andie Dinialdi didampingi Wakil Ketua Abdullah Taufik menemui para mahasiswa.

Di sela-sela aksi, mereka sempat mengeluarkan kartu merah saat Ketua DPRD Provinsi Sumsel Andie Dinialdi didampingi Wakil Ketua Abdullah Taufik berada di tengah massa.

Aksi dilakukan di tengah jalannya orasi yang berlangsung bergantian dari perwakilan mahasiswa di depan gedung dewan. Suasana demonstrasi dipenuhi sorakan dan yel-yel dari peserta aksi.

"Kami angkat kartu merah untuk program yang tidak mementingkan rakyat," ujar koordinator aksi.

 

Demo Mahasiswa di Palembang
UNJUK RASA -- Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara Sumsel mengeluarkan kartu merah di sela-sela sebagai bentuk ketidakpuasan dengan pemerintahan Prabowo di hadapan Ketua DPRD Provinsi Sumsel Andie Dinialdi, Senin (15/6/2026). Aksi unjuk rasa berlangsung damai tanpa ada ricuh.

 

Adapun delapan tuntutan yang disuarakan mahasiswa yakni :

  1. Menyelamatkan nilai rupiah sebagai simbol kedaulatan ekonomi nasional. 
  2. Membubarkan DPR jika aspirasi yang disuarakan tidak disampaikan. 
  3. Memberikan ultimatum kepada Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Sumsel Herman Deru selama 7 kali 24 jam apabila tidak bisa menstabilkan harga hingga ke pelosok daerah.
  4. Menolak program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih yang dianggap sebagai program yang prematur. 
  5. Mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset sebagai bentuk pemberantasan korupsi
  6. Mengecam kejahatan sipil yang dibawa ke peradilan militer
  7. Menolak tindakan represif aparat setiap ada aksi unjuk rasa yang dilakukan.
  8. Menolak kenaikan harga BBM.

Mahasiswa berharap tuntutan yang mereka sampaikan dapat diteruskan dan mendapat tindak lanjut.

Ketua BEM Nusantara Sumsel, Ilham mengatakan, perwakilan mahasiswa menyoroti dugaan pemborosan anggaran pada sejumlah program pemerintah yang menurut mereka perlu dievaluasi. Mereka juga mengkritisi pelaksanaan Program Koperasi Merah Putih yang dinilai belum berjalan optimal.

Selain itu, massa aksi menyinggung persoalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kelangkaan solar dan Pertalite di sejumlah daerah, serta kenaikan harga Pertamax yang dianggap membebani masyarakat.

"Polanya seperti yang pernah terjadi sebelumnya, yang kami khawatirkan saat Pertamax dinaikkan kemudian Pertalite langka, takutnya Pertalite akan dihilangkan dari Republik ini," katanya.

Mahasiswa juga menyoroti sejumlah persoalan sosial lainnya, termasuk kasus penyiraman air keras yang mereka nilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan aparat penegak hukum.

Mahasiswa menegaskan aksi yang mereka lakukan murni untuk menyuarakan aspirasi masyarakat dan bukan kepentingan kelompok tertentu.

"Jangan sampai aktivis dikira antek asing. Kami turun menyampaikan aspirasi rakyat," katanya.

Massa juga meminta DPRD Sumsel mengawal tuntutan yang telah mereka sampaikan. Mereka memberi waktu kepada pihak terkait untuk merespons aspirasi tersebut. Apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti, mahasiswa mengaku akan melakukan konsolidasi untuk menggelar aksi yang lebih besar.

"Kami akan terus mengawal poin-poin tuntutan. Jika tidak ada tindak lanjut, kami akan melakukan konsolidasi untuk aksi yang lebih besar," tandasnya.

Selanjutnya, tuntutan tersebut akan disampaikan ke DPR RI agar bisa dipertimbangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.