TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Soedirman 30 menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Senin (15/6/2026).
Mereka menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang dinilai semakin membebani masyarakat.
Aksi yang berlangsung pada siang hingga sore hari itu awalnya dipusatkan di depan gerbang utama kawasan KP3B.
Baca juga: Ratusan Mahasiswa Tangerang Bergerak ke DPR RI, Suarakan Aksi Menuju Indonesia Bangkrut
Massa membawa tuntutan agar pemerintah meninjau kembali kebijakan penyesuaian harga BBM, khususnya Pertamax, yang dinilai berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Dalam orasinya, salah seorang peserta aksi, Jons, menyebut kenaikan harga BBM berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi.
Menurutnya, kondisi tersebut akan semakin menekan daya beli masyarakat yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
“Kenaikan harga BBM (Pertamax) menambah keresahan masyarakat. Biaya hidup semakin tinggi dan dampaknya akan dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat,” ujar Jons saat berorasi.
Massa aksi menilai kebijakan kenaikan harga BBM tidak hanya berdampak pada pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga berpotensi memengaruhi sektor usaha dan distribusi barang.
Mereka meminta pemerintah lebih memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat sebelum mengambil kebijakan yang berdampak luas.
Meski jumlah peserta aksi terbilang sedikit, yakni kurang dari 10 orang, demonstrasi tetap berlangsung dengan menyampaikan sejumlah tuntutan secara bergantian melalui pengeras suara.
Situasi sempat berubah ketika massa yang awalnya berunjuk rasa di depan gerbang masuk KP3B memutuskan berpindah ke area Gedung DPRD Provinsi Banten.
Perpindahan lokasi dilakukan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada lembaga legislatif daerah.
Langkah tersebut membuat petugas keamanan setempat bergerak cepat melakukan pengamanan.
Sejumlah petugas keamanan DPRD Banten terlihat berupaya menghalau massa yang berjumlah sekitar tujuh orang saat memasuki area parkir gedung dewan.
Namun, massa tetap berhasil masuk ke dalam kawasan tersebut dan melanjutkan orasi.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas kemudian membentuk barisan pengamanan di sekitar area gedung.
Sementara itu, para peserta aksi terus menyampaikan tuntutan mereka secara bergantian.
Meski sempat terjadi ketegangan saat massa memasuki area DPRD Banten, situasi secara umum tetap terkendali.
Tidak terlihat adanya tindakan anarkis maupun bentrokan antara peserta aksi dengan petugas keamanan.
Hingga aksi berlangsung, para demonstran tetap menegaskan penolakan terhadap kenaikan harga Pertamax dan mendesak pemerintah agar mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut.
Mereka berharap aspirasi yang disampaikan dapat diteruskan kepada pihak terkait untuk menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Aksi demonstrasi tersebut menjadi salah satu bentuk respons masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, terhadap kebijakan ekonomi yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.
Dengan pengawalan aparat keamanan, kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung di kawasan DPRD Banten hingga sore hari.