Posko Aduan SPMB Depok Membludak Parah hingga Emak-Emak Lesehan, Kadisdik Ungkap Biang Keroknya
Hironimus Rama June 15, 2026 07:35 PM

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Suasana Posko Aduan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Gedung Dibaleka Kota Depok mendadak semrawut dan dipenuhi lautan orang tua siswa pada Senin (15/6/2026).

Ratusan orang tua rela berdesak-desakan, bahkan banyak yang sampai duduk lesehan di lantai tanpa alas demi memperjuangkan nasib sekolah anaknya.

Kondisi yang begitu padat membuat petugas di lapangan sampai harus berdiri di atas kursi hanya untuk sekadar memberikan informasi.

Baca juga: Sistem SPMB Mengalami Gangguan, Orang Tua Siswa Geruduk Kantor Disdik Depok  

Antrean yang sudah mengular sejak pagi hari tersebut terpantau masih terus menumpuk hingga pukul 15.00 WIB.

Penjelasan Kadisdik: Aplikasi Tidak Down

Merespons membludaknya antrean tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Wahid Suryono, langsung angkat bicara.

Ia menepis dengan tegas rumor yang menyebutkan bahwa aplikasi SPMB mengalami gangguan atau error saat diakses pendaftar.

Menurut Wahid, kepadatan ini murni terjadi akibat lonjakan pendaftar yang luar biasa besar di hari pertama pembukaan jalur domisili untuk tingkat SMP.

Tingginya antusiasme masyarakat ini rupanya jauh melebihi prediksi Disdik.

Mayoritas orang tua yang datang ke posko ternyata bertujuan untuk memperbaiki kesalahan input data pribadi.

Kesalahan yang paling sering ditemui adalah penentuan titik koordinat rumah yang meleset, serta kekeliruan dalam memasukkan nomor Kartu Keluarga (KK).

Di sisi lain, kebijakan pengalihan pendaftaran Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) dari sistem offline ke online turut menyumbang kepanikan.

Banyak akun orang tua yang belum selesai diverifikasi sistem, sehingga memicu kekhawatiran dan membuat mereka berbondong-bondong datang langsung ke posko.

Sebagai informasi, tahun ini jumlah SMP yang melayani RSSG mengalami peningkatan, dari 47 menjadi 52 sekolah.

“Memang tidak semua sekolah itu kan ada di bawah Kemendikdasmen ya, ada juga yang di Kemenag,” kata Wahid.

“Ini memang ada kendala terkait dengan verifikasi akun yang belum semuanya selesai ternyata,” sambungnya.

Solusi Cepat Disdik Urai Antrean

Untuk mengurai antrean yang tak kunjung surut, Disdik Depok telah mengambil beberapa langkah strategis di lapangan.

Salah satunya dengan penambahan personel. Jumlah petugas pelayanan ditambah secara bertahap, dari awalnya 6-7 orang menjadi 9 orang, hingga total kini mencapai 15 petugas.

Selain itu, orang tua yang hanya perlu memperbaiki nomor KK atau titik koordinat tidak perlu lagi ikut mengantre panjang. Mereka cukup mengisi formulir manual yang disediakan, lalu diperbolehkan pulang.

Wahid memastikan bahwa seluruh warga yang datang dan mengantre akan dilayani hingga tuntas, bahkan jika petugas harus lembur sampai malam hari.

“Pendaftaran jalur domisili dan RSSG dibuka pada hari Senin dan Rabu. Hari Selasa khusus digunakan untuk optimalisasi layanan perbaikan data,” jelasnya.

Keluh Kesah Orang Tua Siswa: "Sangat Melelahkan"

Rasa lelah tampak jelas di wajah para orang tua yang mengantre, salah satunya Jihan. Ia datang untuk mengubah titik koordinat pendaftaran anaknya yang merupakan lulusan SD Negeri Tugu 1, dengan harapan bisa diterima di SMP Negeri 27 Depok yang jaraknya lebih dekat dari rumah.

“Faktor utama karena biaya yang gratis serta kualitas sekolah negeri lebih baik,” kata Jihan mengungkapkan alasannya.

Jihan mengaku sudah tiba dan ikut mengantre sejak pukul 09.00 WIB. Namun nahas, hingga siang hari, nomor antreannya yang berada di kisaran 300-an belum juga dipanggil petugas.

Ia mengeluhkan rumitnya proses pendaftaran kali ini, mulai dari urusan surat domisili hingga masalah titik koordinat.

“Sangat melelahkan prosesnya Mas,” keluhnya.

“Ya mudah-mudahan dipermudah aja, Mas. Diperlancar, enggak dipersulit kayak sekarang,” pungkasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.