Kasus Dugaan Keracunan MBG di Kepahiang, Hasil Uji Sampel Diserahkan ke Dinkes
Hendrik Budiman June 15, 2026 08:53 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Hasil pengujian sampel terkait kasus dugaan keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepahiang telah selesai dilakukan.

Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) telah menyerahkan hasil pemeriksaan,  pada Senin (15/6/2026)  kepada Dinas Kesehatan setempat untuk ditindaklanjuti sebagai bagian dari proses investigasi dan penentuan langkah penanganan selanjutnya.

Sebelumnya, kasus dugaan keracunan massal terjadi di SD Negeri 18 Kepahiang setelah sejumlah siswa mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (4/6/2026) dan menyebabkan 16 orang mengalami gangguan kesehatan. Korban terdiri dari siswa, guru, serta penjaga sekolah.

Kepala Loka POM Rejang Lebong, Pupa Feshirawan Putra, mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang untuk mengetahui kondisi sampel makanan yang dikonsumsi para korban.

Menurutnya, pihak Loka POM hanya bertugas melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel yang diserahkan oleh instansi terkait.

"Pemeriksaan kita itu berdasarkan permintaan dari Dinkes Kepahiang untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan yang terjadi,"jelas Pupa saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com pada Senin (15/6/2026) siang. 

Proses pemeriksaan membutuhkan waktu karena sampel harus melalui sejumlah tahapan pengujian di laboratorium sebelum hasil akhirnya dapat diterbitkan.

Setelah rangkaian pemeriksaan panjang, akhirnya berhasil diketahui hasilnya. 

Baca juga: Imbas Keracunan Massal di SDN 18 Kepahiang, Dapur MBG di Taba Tebelet Ditutup Sementara

"Hasil pemeriksaan sudah keluar dan telah kami serahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang,"lanjut Pupa.

Pihaknya tidak dapat menyampaikan lebih lanjut terkait penyebab pasti dugaan keracunan tersebut karena hasil pemeriksaan telah menjadi kewenangan Dinas Kesehatan sebagai pihak yang meminta pengujian.

"Kami hanya melakukan pengujian. Untuk informasi mengenai penyebab dugaan keracunan maupun tindak lanjut hasil pemeriksaan, silakan dikonfirmasi langsung ke Dinas Kesehatan Kepahiang,"pungkasnya.

Belasan Siswa dan Guru Sempat Dirawat

Sebelumnya, kasus dugaan keracunan massal terjadi di SD Negeri 18 Kepahiang setelah sejumlah siswa mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (4/6/2026) dan menyebabkan 16 orang mengalami gangguan kesehatan. Korban terdiri dari siswa, guru, serta penjaga sekolah.

Mereka kemudian mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kelobak dan Puskesmas Pasar Kepahiang.

Berdasarkan laporan yang diterima, para korban mengalami gejala seperti mual, muntah, sesak napas, dan rasa gatal pada tenggorokan setelah mengonsumsi makanan program tersebut.

Kasus tersebut selanjutnya ditangani oleh instansi terkait melalui pengambilan sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium guna mengetahui penyebab kejadian yang dialami para korban. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.