TRIBUNBENGKULU.COM - Begini respons Raffi Ahmad usai didesak mundur dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto.
Desakan Raffi Ahmad mundur dari jabatannya tersebut bermula ketika dirinya dituding terlibat dalam pencucian uang hingga aksi suap barang impor.
Namanya sempat muncul di persidangan pengusaha impor Blueray. Meski akhirnya terdakwa menganulir keterangannya.
Menurut Raffi, setiap keputusan yang diambil dalam hidup selalu memiliki konsekuensi yang harus diterima.
Karena itu, ia sudah memahami berbagai risiko yang akan dihadapi sejak memutuskan menerima amanah di pemerintahan.
"Hidup itu adalah pilihan. Setiap langkah yang saya pilih saya sudah tahu konsekuensinya A, B, C, D, E, F, G," kata Raffi Ahmad saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Pria berusia 39 tahun itu memandang berbagai tuduhan yang datang sebagai bagian dari perjalanan hidup yang harus dijalani.
Ia mengaku sejak kecil sudah terbiasa menghadapi berbagai tantangan dan tekanan hidup.
Raffi bahkan mengingat kembali masa-masa saat dirinya masih berjuang membangun karier di dunia hiburan.
Kala itu, ia harus bekerja keras demi membantu perekonomian keluarga sekaligus mengejar pendidikan yang layak.
Pengalaman tersebut membuat Raffi merasa lebih siap menghadapi berbagai cobaan yang datang saat ini.
Baginya, kehidupan tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Ada saat seseorang mendapat pujian, namun ada pula masa ketika harus menghadapi kritik bahkan fitnah.
"Saya rasa-rasanya apa pun ini adalah namanya hidup. Hidup itu kadang kita bahagia, kadang kita senang, kadang kita dipuji, kadang kita difitnah," ujarnya.
Karena itu, Raffi memilih untuk tidak terlalu larut dalam berbagai komentar negatif yang ditujukan kepadanya.
Ia percaya selama tidak melakukan kesalahan, tidak ada alasan untuk merasa takut menghadapi tuduhan yang berkembang.
"Itu adalah bagian dari kehidupan kita. Jadi apa pun itu satu hal, kalau kita tidak salah kita tidak perlu takut," tegas Raffi.
Ayah tiga anak tersebut mengakui banyak penggemarnya yang menyarankan dirinya kembali fokus di dunia hiburan dan menjauh dari urusan politik.
Sebagian bahkan meminta Raffi mundur dari jabatan pemerintahan agar tidak terus menjadi sasaran berbagai isu yang dinilai merugikan nama baiknya.
Namun, Raffi memastikan dirinya tetap akan menjalankan tugas yang telah diberikan kepadanya.
Menurut dia, jabatan yang saat ini diemban merupakan amanah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Karena itu, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk bekerja sebaik mungkin selama masih diberikan kepercayaan.
"Saya menjalankan tugas langsung diangkat sama Pak Presiden. Pak Presiden angkat saya, Pak Presiden memberhentikan saya, semua tergantung Pak Presiden," jelas Raffi Ahmad.
Baginya, fokus utama saat ini adalah menjalankan amanah negara sambil tetap berkarya dan memberikan kontribusi bagi generasi muda serta pekerja seni di Indonesia.
Klarifikasi Raffi Ahmad
Raffi menjelaskan awal mula dirinya ke Amerika Serikat pada Oktober tahun lalu.
"Memang benar saya berangkat ke luar negeri saya lari marathon bersama Ariel, Gading, dan Desta di Chicago Marathon, waktu itu Oktober 2025, sama istri saya. Karena masih ada waktu kosong, saya berangkat ke New York sebentar," ungkap Raffi Ahmad, dilansir dari Kompas TV.
"Di New York saya mempromosikan teman-teman yang punya usaha di New York. Ada yang namanya Awang Kitchen, ada Indo Java, ada vlognya kok di Rans Entertainment," sambungnya.
Setelah kegiatan intinya di Chicago selesai, Raffi pun mengunjungi New York.
Di sana Raffi mengunjungi beberapa restoran dan toko milik orang Indonesia.
Sempat Bertemu Pegawai Blueray
Lalu Raffi juga sempat bertemu pegawai Blueray saat hendak pulang.
"Setelah kegiatan itu selesai banyak teman-teman Indonesia ngajakin foto. Saya keluar dari Awang Kitchen, ada namanya Blueray, mereka (pegawai) panggil saya 'mas Raffi, mas Ariel, mas Gading foto dong', ya sudah kami foto di depan tokonya, ada fotonya Ariel, ada fotonya Gading," imbuh Raffi.
Diungkap Raffi, ia tidak pernah punya rencana mengunjungi Blueray karena tak sengaja diminta foto oleh pegawainya.
Guna menguatkan ceritanya itu, Raffi memperlihatkan bukti pertama, yakni foto ia dan pegawai Blueray berpose depan toko blueray.
Di momen itulah diakui Raffi, pegawai Blueray sempat memberikan penawaran kepadanya untuk jasa pengiriman barang.
Ditawari jasa tersebut, Raffi meresponnya positif.
Tak disangka respon positif Raffi itu justru berimbas buruk di masa kini.
"Beliau (pegawai Blueray) memperkenalkan diri, tapi saya enggak kenal, lalu mereka bilang 'mas Raffi, perusahaan kami ini, Blueray bisa kirimin apapun itu handphone, mau laptop, ada ipad terbaru, kan ada handphone terbaru, kalau mau kirimin bisa. Ya enggak mungkin dong (saya bilang) 'enggak ah saya enggak mau kirim lewat kamu', itu lagi ramai. Saya bilang 'oh iya', (kata pegawai Blueray lagi) nanti kalau ada handphone yang terbaru nanti saya kirim ya'. Hanya sebatas itu, intinya basa-basi," ujar Raffi Ahmad.
Ucapan Raffi yang merespon positif tawaran pegawai Blueray itu diartikan lain oleh mereka.
Padahal kata Raffi setelah pertemuan dengan pegawai Blueray itu, ia tidak pernah lagi berkomunikasi dengan mereka.
Bahkan kata Raffi, ia sempat ditawari bakal dikirimi gratis iPhone terbaru oleh pegawai Blueray, tapi dirinya menolak mentah-mentah.
"Saya tidak ada nomor telepon mereka, tidak pernah terima kiriman apapun, namanya tidak ingat, memesan secara transaksional enggak, sekadar basa-basi, makanya saya bingung kok saya dibilang komunikasi sama mereka," akui Raffi Ahmad.
"You enggak masuk ke dalam kan?" tanya Hotman Paris.
"Ya pokoknya dia (pegawai Blueray) buka (kasih lihat toko), saya cuma lihat (dari depan pintu) 'oh iya'. Kan ada Desta, Gading, tapi kenapa saya yang dibawa-bawa," ungkap Raffi.
"Intinya waktu dia basa-basi waktu ditawarkan ada iPhone baru reaksi kamu apa?" tanya Hotman lagi.
"Oh ada iPhone baru? saya aja enggak tahu. Tanya istri saya, saya ini orang yang paling gaptek," pungkas Raffi.
Chat saksi kunci
Lebih lanjut, Raffi pun membawa saksi kunci yang bisa membuktikan ucapannya benar.
Saksi yang dibawa Raffi adalah seorang pekerja migran bernama Vina.
Ternyata Vina adalah pekerja migran yang tinggal bersama dengan GM Blueray New York bernama Ci Lili.
Ci Lili juga lah pegawai Blueray yang sempat berfoto dan berbincang dengan Raffi Ahmad di New York pada Oktober 2025.
Setelah nama Raffi Ahmad ikut terseret dalam kasus suap Bea Cukai, Ci Lili rupanya ikut syok.
Karenanya, lewat chat dengan Vina, Ci Lili membongkar fakta sebenarnya.
Bahwa Raffi tidak terlibat sama sekali terkait kasus suap tersebut.
"Kasihan Aa Raffi. Dia yang foto di depan Blueray itu jadi kasus. Padahal dia itu enggak masuk, cuma foto di depannya," tulis Ci Lili dalam chat ke Vina.
Dalam chat berikutnya, Ci Lili pun memvalidasi pengakuan Raffi Ahmad.
Yakni Raffi sempat ditawari iPhone terbaru, tapi menolaknya.
"Padahal (Raffi Ahmad) kita tawarin gratis aja enggak mau," kata Ci Lili.