14 Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Rejang Lebong Rampung, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
Hendrik Budiman June 15, 2026 07:38 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Sebanyak 14 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Rejang Lebong telah selesai dibangun dan ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.

Pembangunan koperasi tersebut merupakan bagian dari program pemerintah untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa melalui pengembangan koperasi modern yang menyediakan berbagai kebutuhan dasar warga.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop-UMKM) Rejang Lebong, Anes Rahman mengatakan, hingga pertengahan Juni 2026 terdapat 14 KDMP yang telah mencapai progres pembangunan 100 persen. Sementara unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

"Untuk yang sudah selesai atau progresnya 100 persen saat ini ada 14 KDMP. Berdasarkan informasi terakhir, koperasi tersebut direncanakan mulai beroperasi pada Agustus 2026,"ungkap Anes kepada TribunBengkulu.com, Senin (15/6/2026).

Meski demikian, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis terkait mekanisme operasional koperasi tersebut setelah resmi dibuka.

"Terkait teknis operasionalnya seperti apa, kami masih menunggu petunjuk. Namun informasi yang kami terima, Agustus nanti sudah mulai berjalan," ujarnya.

Pembangunan Capai 158 Unit di Tiga Kabupaten

Di sisi lain, Kodim 0409/Rejang Lebong terus mempercepat pembangunan KDMP di wilayah teritorial yang meliputi Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang dan Lebong.

Dandim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada didampingi Plh Pasiter Kodim 0409/Rejang Lebong, Kapten Inf Tasmi Basiroroni mengatakan hingga saat ini telah terbangun 158 unit KDMP di tiga daerah tersebut.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 97 unit berada di Kabupaten Rejang Lebong, 33 unit di Kabupaten Kepahiang, dan 28 unit di Kabupaten Lebong.

Baca juga: Perbaikan Jalan dan Infrastruktur Belum Dimulai, Warga Rejang Lebong Tunggu Aksi Nyata

"Total ada 158 KDMP yang saat ini telah dibangun. Jumlah tersebut masih akan bertambah sesuai target yang telah ditetapkan," jelas Agung.

Menurutnya, program tersebut menargetkan setiap desa dan kelurahan di wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong memiliki sedikitnya satu KDMP yang berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Pembangunan koperasi dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari swakelola, penunjukan langsung hingga sistem padat karya.

Melalui pola tersebut, masyarakat setempat dilibatkan secara langsung dalam proses pembangunan sehingga memberikan tambahan peluang kerja bagi warga sekitar.

"Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara masif dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Selain mempercepat pembangunan, langkah ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar," ujarnya.

Ia berharap keberadaan KDMP dapat menjadi penggerak perekonomian desa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Layani Sembako, Elpiji hingga Simpan Pinjam

Setelah beroperasi, KDMP akan mengelola empat layanan utama yang dibutuhkan masyarakat desa.

Layanan tersebut meliputi penyediaan sembako, distribusi elpiji, penyediaan sarana pertanian seperti alat dan pupuk, serta layanan simpan pinjam.

Selain itu, koperasi juga diproyeksikan menjadi agregator ekonomi desa yang mendukung sektor pangan dan energi di tingkat lokal.

Dengan mulai beroperasinya KDMP nantinya, pemerintah berharap masyarakat semakin mudah memperoleh kebutuhan pokok, sarana pertanian, serta akses layanan keuangan.

Program ini juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha desa yang lebih tertata dan berkelanjutan. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.