TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pedagang asongan di depan kantor DPRD Sumbar mengeluhkan kenaikan harga BBM dan melemahnya nilai tukar rupiah.
Sejumlah pedagang yang ditemui TribunPadang.com di lokasi mengaku kebijakan pemerintah tersebut sangat berdampak terhadap penjualan mereka.
Salah satu pedagang, Nofri (35) mengatakan dampak melemahnya nilai tukar rupiah membuat harga bahan-bahan melonjak naik.
Kata dia, salah satu bahan yang berdampak adalah gelas plastik untuk wadah dagangan Pop Ice miliknya.
"Sangat terasa dampaknya, plastik mahal, barang-barang lainnya juga naik. Tapi yang sangat tinggi naiknya botol plastik," sebutnya saat berjualan di depan Kantor DPRD Sumbar jelang aksi demonstrasi, Senin (15/6/2026)
Baca juga: Saling Dorong dan Bakar Ban Warnai Aksi Demo di Kantor Gubernur Sumbar
Kata dia, harga botol plastik per bungkus dengan isi 50 pcs dibanderol Rp18.000. Namun kini sudah mencapai Rp23.000.
Meski harga plastik naik, ia mengaku tidak menaikan harga penjualan Pop Ice. Sebab, pelanggan akan mencari yang lebih murah dan Nofri akan kehilangan pendapatan.
"Tidak dinaikan, takarannya juga tidak dikurangi, agar pelanggan tidak lari karena merasa mahal. Jadi, biarlah untung tipis," ujarnya.
Senada, pedagang batagor bernama Deri juga mengaku naiknya harga BBM sangat berdampak terhadap dirinya.
Hal itu dikarenakan, sehari-hari ia terpaksa membeli Pertamax di SPBU akibat antrean Pertalite sangat panjang.
Baca juga: Sebut Pemerintah Buat Sengsara, Massa Demo DPRD Sumbar Bawa Keranda dan Poster Rakyat Tercekik
"Kalau pertalite antre panjang, harus beli Pertamax, sementara harganya sudah Rp17.000 seliter. Kita butuh cepat, karena berjualan keliling," terangnya.
Bahkan ia juga sering membeli BBM eceran dari pedagang, untuk mengantisipasi keterlambatan saat berjualan.
Untuk itu ia berharap, aksi demonstrasi dari mahasiswa dapat membawa perubahan bagi masyarakat, terutama dirinya sebagai pedagang.
"Semoga pemerintah bisa menurunkan lagi harga BBM, karena masyarakat dan pedagang sangat menjerit," tambahnya.
Kawasan depan kantor DPRD Provinsi Sumatera Barat dipadati sejumlah pedagang kaki lima jelang aksi demonstrasi mahasiswa, Senin (15/6/2026).
Pantauan reporter TribunPadang.com, Muhammad Iqbal, pada pukul 12.59 WIB terlihat kendaraan pedagang asongan sudah berdatangan ke lokasi digelarnya aksi demo.
Dagangan yang dijual cukup beragam, mulai dari minuman mineral dingin, Pop Ice, buah potong, kopi, hingga bakso tahu goreng (batagor).
Diketahui, mereka berharap peruntungan penjualan dari rombongan massa aksi yang akan datang nantinya.
Baca juga: Bawa Keranda Mayat Berisi Guling Putih ke DPRD Sumbar, Mahasiswa Teriak Indonesia Sekarat
Salah satu pedagang, Nofri Rahmatullah (35) mengatakan ia sudah datang di depan Kantor DPRD Sumbar sejak pukul 13.00 WIB.
Kata dia, ia mendapatkan informasi demonstrasi mahasiswa hari ini dari rekan sesama pedagang.
"Tadi saya dapat informasi kalau ada demo di DPRD Sumbar dari rekan pedagang, sekira pukul 11.00 WIB," ucapnya saat ditemui di lokasi.
Mengetahui informasi tersebut ia langsung bergerak ke lokasi untuk mencari peruntungan.
Baca juga: Demo Serentak di Padang: Massa Geruduk Kantor DPRD dan Gubernur Sumbar Sore Ini
Sebelumnya ucap Nofri, ia hanya berjualan secara keliling menggunakan kendaraan yang sudah dimodifikasi.
"Biasanya keliling, tapi kalau ada demo, lebih baik di sini, karena sebelumnya cukup ramai yang beli," pungkasnya.
Ia membandingkan, pendapatan saat berjualan di saat mahasiswa demonstrasi dengan keliling di Kota Padang sangat jauh berbeda.
Bahkan ucap Nofri, sampai 50 persen perbandingannya. Untuk itu, berjualan saat aksi demo lebih diutamakan.
"Sekitar 50 persen perbandingan peningkatannya daripada keliling," tuturnya.
Senada, pedagang siomay bernama Deri (35) mengatakan juga mengetahui informasi aksi demonstrasi dari rekan sesama pedagang.
Ia mengaku tiba di lokasi sekira pukul 13.00 WIB lewat. Namun saat kedatangan, rombongan massa belum terlihat di lokasi.
"Kita tetap di sini menunggu demo, karena tadi informasinya pukul 13.00 WIB, tapi sampai sekarang belum datang," sebutnya.
Sementara berdasarkan pantauan TribunPadang.com di lapangan, rombongan massa aliansi BEM SB datang sekira pukul 15.20 WIB.
Massa membawa spanduk tuntutan dan keranda mayat serta bendera BEM dari masing-masing kampus.
Saat kedatangan, mereka langsung berorasi di depan kantor DPRD Sumbar, yang sebelumnya sudah dijaga oleh ratusan personel kepolisian.
Gelombang aksi unjuk rasa yang digelar oleh gabungan mahasiswa Sumatera Barat (Sumbar) mulai memadati area kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumbar, Senin (15/6/2026) siang.
Berdasarkan pantauan reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda, massa aksi mulai memadati dan merapatkan barisan di depan pintu gerbang utama gedung wakil rakyat tersebut sekitar pukul 15.20 WIB.
Puluhan mahasiswa yang mengenakan jas almamater dari berbagai perguruan tinggi di Sumbar datang secara bergelombang mengular di sepanjang jalur utama.
Suasana di sekitar lokasi demonstrasi tampak riuh dengan gema yel-yel perjuangan dan nyanyian lagu-lagu mahasiswa yang membakar semangat massa aksi yang terus merangsek maju.
Baca juga: Demo di Padang: Massa UNP Lewati Kantor DPRD Sumbar Sambil Bersorak Hidup Mahasiswa
Para mahasiswa juga tampak membawa sejumlah atribut aksi, mulai dari bendera lembaga, bendera merah putih, hingga berbagai spanduk bernada protes keras.
Salah satu spanduk besar yang dibentangkan di garda depan massa aksi dan menarik perhatian masyarakat bertuliskan kalimat cukup mencolok: "Indonesia Sekarat".
Tidak hanya spanduk kritikan politik, massa aksi juga membawa alat peraga kreatif berupa replika grafik berukuran besar yang menggambarkan kondisi pelemahan nilai tukar mata uang rupiah.
Petugas kepolisian dari Polresta Padang dan Polda Sumbar pun sudah bersiaga penuh di balik pagar pembatas dan di sekitar area luar kantor DPRD guna mengamankan jalannya aksi agar tetap kondusif.
Baca juga: Jelang Aksi Demo Mahasiswa di Kantor DPRD Sumbar, Personel Kepolisian Berjaga di Lokasi
Hingga sore ini, perwakilan dari koordinator lapangan aksi demo bergantian menaiki mobil komando untuk menyampaikan orasi-orasi politiknya tepat di depan gerbang utama yang dijaga ketat petugas.
Dalam orasinya, para orator menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kondisi sosial, hukum, dan perekonomian nasional saat ini, yang dinilai semakin menjauh dari cita-cita kesejahteraan rakyat.
Berdasarkan selebaran resmi mengenai daftar poin tuntutan yang diperoleh dari lapangan terdapat lima poin krusial yang mendasari gerakan moral mahasiswa Sumbar kali ini.
Poin pertama yang disuarakan secara lantang oleh mahasiswa adalah menuntut pemerintah pusat untuk segera menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca juga: Cekcok di Acara Kuda Kepang Sijunjung Berujung Maut, Pemuda 18 Tahun Tewas Ditusuk
Selanjutnya, pada poin kedua, massa dengan tegas menuntut pemerintah untuk menghentikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Poin ketiga dari tuntutan tersebut menyoroti sektor legislasi dan reformasi institusi, di mana mahasiswa mendesak pemerintah untuk membatalkan Revisi Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia (UU Polri).
Sementara itu, pada poin keempat, menyikapi visualisasi grafik yang dibawa massa, mereka mendesak pemerintah mengambil langkah konkret dan terukur untuk memperkuat nilai tukar rupiah serta menjaga stabilitas ekonomi nasional demi melindungi daya beli masyarakat.
Terakhir, pada poin kelima, mahasiswa mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk secara ksatria mengakui serta bertanggung jawab atas berbagai kegagalan tata kelola pemerintahan saat ini.
Aksi unjuk rasa ini hingga pukul 15.30 WIB masih terus berjalan dengan pengawalan ketat, sementara perwakilan mahasiswa masih bernegosiasi dengan pihak Sekretariat DPRD Sumbar agar anggota dewan bersedia menemui massa langsung di jalanan.
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Barat dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Kantor DPRD Sumatera Barat hari ini, Senin (15/6/2026).
Mengusung tagar #IndonesiaSekarat sebagai protes atas kenaikan harga BBM dan melemahnya nilai tukar rupiah.
Namun, hingga pukul 13.44 WIB situasi di kawasan parlemen Sumatera Barat tersebut terpantau masih sepi dan belum terlihat adanya gelombang kedatangan rombongan mahasiswa.
Diketahui bahwa gedung Kantor DPRD Provinsi Sumatera Barat terletak di lokasi yang sangat strategis dan berada di jalur utama Kota Padang, tepatnya di Jalan S Parman, Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.
Baca juga: Pemko Padang Panjang Bangun 10 Huntap Korban Banjir Bandang Gunakan Sepablock Semen Padang
Gedung wakil rakyat ini memiliki aksesibilitas yang sangat mudah dijangkau dari berbagai arah karena posisinya yang berada di kawasan pusat pendidikan dan bisnis.
Jika diukur dari pusat perbelanjaan terdekat, bangunan ini hanya berjarak sekitar 750 meter ke arah selatan dari Basko Grand Mall yang berada di Jalan Prof. Dr. Hamka, Padang Utara.
Selain itu, lokasinya juga terbilang sangat dekat dengan basis massa mahasiswa, karena hanya berjarak sekitar 1,1 kilometer dari gerbang utama kampus Universitas Negeri Padang (UNP).
Sebelumnya diinformasikan, aksi demonstrasi bakal berlangsung hari ini di kantor DPRD Sumbar, yang sudah digalakkan melalui media sosial.
Pantauan reporter TribunPadang.com, Muhammad Iqbal, hanya terlihat ratusan personel kepolisian yang sudah ada di dalam kantor DPRD Sumbar.
Kendaraan polisi pengangkut personel hingga kendaraan pengurai massa (Raisa) juga sudah tampak terparkir di bagian dalam.
Kurang lebih, total kendaraan tersebut mencapai 10 unit yang terparkir di bagian dalam.
Baca juga: Cak Imin Lepas Ribuan Mahasiswa KKN UIN IB Padang, Candaan Capres Menang Bikin Tawa Pecah
Sembari menunggu massa demonstrasi datang, sejumlah personel kepolisian terlihat bersantai dan melaksanakan salat Zuhur terlebih dahulu.
Akses lalu lintas di sekitar kawasan kantor DPRD Sumbar masih lancar tanpa adanya gangguan. Kemudian pihak kepolisian belum melakukan rekayasa lalu lintas.
Kemudian, beberapa pedagang asongan terlihat sudah berada di dekat pintu gerbang kantor DPRD Sumbar.
Di sisi lain, salah satu mahasiswa UNP yang tampak hadir di kantor DPRD Sumbar, Muhammad Khalifahtul Rasyid, mengatakan rombongan peserta aksi dari kampusnya diperkirakan sekitar 100 orang.
Baca juga: Perkuat Jejak di Pasar Global, PT Semen Padang Ekspor 540.771 Ton Semen dan Klinker ke Empat Negara
"Kurang lebih dari kampus saya, 100 orang yang akan datang," pungkasnya.
Akan tetapi, ratusan personel kepolisian sudah berbaris untuk mendengarkan arahan sebelum kedatanggan massa aksi.(*)