TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Balqis Nurhadi (17), korban kecelakaan di Jalan Lele, Palangka Raya telah dimakamkan pada Minggu (14/6/2026).
Di mata keluarga almarhumah dikenal sebagai sosok anak yang solehah.
Balqis merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara.
Baca juga: Laka Lantas di Jalan Lele Palangka Raya, Lohing Simon: Jika Tak Mampu, Serahkan ke Provinsi
Baca juga: Polemik Pajak TKB Temui Titik Terang, Bapenda Palangka Raya dan Owner Kafe Damai
Baca juga: Prediksi Line Up Spanyol Vs Cape Verde, cek Jadwal Piala Dunia 2026 di Palangka Raya
Ia telah pergi lebih dulu menyusul adiknya, meninggalkan kedua orang tua dan dua saudara kandung.
Ibu Kandung Balqis, saat kejadian atau Sabtu (13/6/2026), Balqis sedang dalam perjalanan ke rumah karena ada hendak mengaji.
"Memang setiap Sabtu ada setoran ayat, waktu itu sudah ditunggu ustadnya," ujar Ibu Kandung Balqis, saat ditemui di Rumah Duka Jalan Hiu Putih, Palangka Raya, Senin (15/6/2026).
Dia menyebut, di hari kejadian Balqis menjalani kegiatan rutinnya yakni berenang dua kali seminggu karena memiliki asma.
Dengan mata berkaca-kaca dan suara sedikit serak Ibu Kandung Balqis bercerita, anaknya bercita-cita ingin membahagiakan kedua orang tuanya.
"Dia tidak ingin neko-neko, hanya mamahnya bahagia, orang tua bahagia," ucapnya.
Di sekolah, sosok Almarhum dikenal punya keingintahuan yang besar.
Karena itu ia mengikuti banyak kegiatan dan memiliki banyak teman.
Balqis juga senang dengan tari tradisional Dayak.
Bahkan, Balqis berencana ingin mendirikan sanggar tari.
Selain karena hobi ia juga ingin lebih banyak waktu untuk keluarga.
Karena itu, Ibu Kandung Balqis berencana mendirikan sanggar tari agar selalu merasa dekat dengan anaknya.
"Kalau ada rezeki saya ingin mendirikan sanggar tari dengan nama Balqis," ungkapnya.
Terkait musibah yang menimpa Balqis, keluarganya tak ingin memperpanjang dan tak mau menyalahkan siapapun.
Peristiwa ini diharapkan menjadi evaluasi pemangku kebijakan agar tak ada lagi korban karena jalan rusak.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengungkapkan, pemerintah akan mengevaluasi sistem pelaporan masyarakat untuk kondisi-kondisi yang bersifat mendesak agar dapat ditangani lebih cepat.
Fairid juga telah mengecek kondisi jalan tersebut dan mengunjungi rumah duka untuk menyanpaikan belasungkawa.
"Yang pertama saya mendapatkan informasi. Ya bentuk perhatian kita kepada warga dan juga orang tuanya. Jadi tadi saya selain cek lapangan, langsung berkunjung ke rumah duka untuk mengucapkan belasungkawa. Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan selalu dan almarhumah husnul khatimah," ujarnya.
Menurut Fairid, hal terpenting saat ini adalah memberikan dukungan kepada keluarga yang tengah berduka.
"Yang paling penting saya bilang adalah keluarganya sabar saja dan sudah menerima seperti apa. Saya hanya berkunjung bersilaturahmi saja, tidak ada hal lain," ucapnya.
Terkait kondisi jalan di lokasi kejadian, Fairid mengatakan pemerintah akan melakukan evaluasi bersama instansi terkait.
Selain itu, Pemko Palangka Raya juga akan memperkuat sistem pelaporan masyarakat untuk kondisi-kondisi yang bersifat mendesak atau berpotensi membahayakan pengguna jalan.
"Yang paling penting adalah nanti dalam waktu dekat dinas instansi terkait memberikan kanal atau wadah yang lebih gampang lagi untuk warga mengadu. Ini yang sifatnya urgensi ya," tandasnya.