Sibuk Koas Tidak Halangi 2 Mahasiswa Unpad Ini Juarai Kompetisi Tinju Nasional
GH News June 15, 2026 08:09 PM
Jakarta -

Kesibukan menjalani program koas atau dokter muda tidak menghalangi dua mahasiswa klinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG Unpad) dalam menjadi atlet tinju. Bahkan baru-baru ini, mereka berhasil menjuarai kompetisi tinju nasional di ajang National University Boxing League (UBL) Season 1.

NationalUBL adalah kejuaraan tinjuantarmahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Perbati) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ajang ini dibuka bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Rifqi Bilaldi (angkatan 2021) dan Kemal Zahran Hoviari (angkatan 2023), berhasil meraih gelar juara nasional dalam pertandingan yang diadakan di Stadion Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Sabtu (23/5). Rifqi memenangkan kelas Middleweight 75 kg, sementara Kemal keluar sebagai juara nasional kelas Light Middleweight 72 kg.

Rifqi mengaku ia sudah sering mengikuti kejuaraan tinju. Namun, persiapan kali ini cukup berbeda karena harus berbarengan dengan koas.

"Tantangan terbesarnya adalah saya sedang menjalani koas (ko-asisten/pendidikan klinik kedokteran gigi), sehingga harus mengatur dan membagi waktu antara akademik dan latihan," ujar Rifqi dalam laman resmi Unpad dikutip Minggu (15/6/2026).

Baginya, tinju bukan sekedar olahraga, tapi juga gaya hidup yang menuntut komitmen penuh. Di tengah kesibukannya dalam program koas, Rifqi menyisihkan waktu khusus untuk berlatih.

"Selama bisa membagi waktu antara latihan, kegiatan organisasi, maupun kuliah secara seimbang, keduanya dapat berjalan beriringan," ungkap Rifqi.

Rifqimegatakan ia dan Kemal mendapat dukungan dari lingkungan akademik diUnpad, khususnya Program Studi Kedokteran Gigi. Dukungan tersebut berupa motivasi, apresiasi, serta kemudahan perizinan ketika mengikuti kejuaraan. Pihak fakultas juga membantu dalam pembuatan surat izin dan surat tugas, sehingga mereka dapat menjalankan kewajiban akademik dan kegiatan olahraga secara seimbang.

Rifqi berpesan kepada mahasiswa mahasiswa yang memiliki minat dan bakat tertentu untuk tidak ragu mengembangkannya. Namun, pendidikan tetap menjadi prioritas.

"Pendidikan tentu tetap menjadi prioritas utama, tetapi bukan berarti kita tidak bisa menyeimbangkannya dengan kegiatan lain. Kuncinya adalah bagaimana kita mampu mengatur waktu dengan baik," pesan Rifqi.

Nikita Rosa
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.