BI Catat Optimisme Konsumen di Babel Tetap Terjaga, Keyakinan Ekonomi Bertahan di Level Tinggi
Ardhina Trisila Sakti June 15, 2026 08:39 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih terjaga pada Mei 2026. Di tengah dinamika ekonomi dan tantangan biaya produksi, warga tetap memandang kondisi ekonomi saat ini maupun enam bulan mendatang berada dalam tren positif.

Hal itu tercermin dari hasil Survei Konsumen yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Survei tersebut menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Mei 2026 tercatat sebesar 124,75, tetap berada di zona optimistis atau di atas level 100. Angka ini juga sejalan dengan tingkat optimisme nasional yang pada periode sama berada di level 120,9.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy mengatakan tetap terjaganya keyakinan konsumen ditopang oleh persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini yang masih solid, serta meningkatnya ekspektasi terhadap prospek ekonomi enam bulan mendatang.

"Optimisme konsumen pada Mei 2026 tetap terjaga dan ditopang oleh penguatan ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan, diiringi persepsi kondisi ekonomi saat ini yang tetap baik," kata Rommy dalam rilis kepada Bangkapos.com, Senin (15/6/2026).

Dari sisi kondisi ekonomi saat ini, Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) pada Mei 2026 tercatat sebesar 124,50, menandakan persepsi masyarakat terhadap pendapatan, lapangan kerja, dan konsumsi masih cukup kuat.

Survei BI menunjukkan, sebanyak 34,5 persen responden mengaku pendapatannya meningkat dibandingkan enam bulan sebelumnya.

Di saat yang sama, aktivitas konsumsi barang tahan lama atau durable goods juga tetap tumbuh. Sekitar 28 persen responden menyatakan konsumsi barang tahan lama meningkat, terutama untuk pembelian furnitur dan perlengkapan rumah tangga.

"Meski demikian, mayoritas responden atau 63,5 persen mengaku pola konsumsi barang tahan lama relatif stabil, menandakan masyarakat masih menjaga keseimbangan belanja di tengah ketidakpastian ekonomi," jelas Rommy.

Sementara dari sisi prospek ekonomi enam bulan mendatang, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) pada Mei 2026 naik menjadi 125,00, meningkat dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 124,00.

Peningkatan indeks ini mengindikasikan masyarakat masih menaruh harapan terhadap perbaikan aktivitas ekonomi, dunia usaha, dan kesempatan kerja pada semester kedua tahun ini.

Hasil survei menunjukkan 42,5 persen responden memperkirakan kegiatan usaha akan meningkat dalam enam bulan ke depan, sementara 42 persen lainnya menilai aktivitas usaha cenderung stabil.

"Keyakinan terhadap perbaikan aktivitas usaha itu salah satunya ditopang oleh ekspektasi adanya dukungan kebijakan pemerintah. Sekitar 21,2 persen responden menilai peningkatan usaha akan dipengaruhi oleh subsidi maupun insentif pemerintah, sedangkan 20 persen responden lainnya menilai akses pembiayaan perbankan yang lebih mudah akan menjadi pendorong utama," terangnya.

Tidak hanya itu, optimisme terhadap pasar tenaga kerja juga mulai menguat. Sebanyak 31,5 persen responden memperkirakan ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan ke depan akan meningkat, didorong oleh proyek-proyek pemerintah serta prospek pertumbuhan ekonomi yang dinilai masih positif.

Adapun 57,5 persen responden lainnya memperkirakan kondisi lapangan kerja akan tetap stabil, meskipun sebagian masyarakat masih mencermati potensi tekanan dari kenaikan biaya bahan baku terhadap dunia usaha.

"Terjaganya optimisme konsumen ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan dan keberlanjutan aktivitas ekonomi di Bangka Belitung. Dalam teori ekonomi, tingkat keyakinan konsumen yang tinggi biasanya berkorelasi dengan peningkatan konsumsi rumah tangga, komponen utama penopang pertumbuhan ekonomi daerah," tambah Rommy.

(Rilis/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.